Wahabi Rusak Kuburan Imam Al-Faqih Muqaddam Pengarang Kitab "Yasin Fadhilah" 


Memang dari awalnya saja mereka telah menaruh kebencian kepada muslimin yang berbeda dengannya, jangankan kepada Syi'ah tapi kepada kaum Asy'ariah dan Sufiah sebagai pengikutnya Ahlussunnah Waljamaah juga mereka hinakan bahkan mereka kafirkan. Seakan lslam dan surga hanya milik Wahabi, hanya mereka-lah yang benar selainnya semua salah dan ahli neraka.
Buktinya pun telah banyak kita lihat menjadi fakta seperti apa yang kita ketahui di Mekah dan sebagainya. Sejak awal berdiri negara Wahabi saja sudah banyak menghancurkan kuburan dan makam serta situs-situs lslam di wilayah kekuasaannya.

              Sementara penghancuran atau perusakan makam pengarang kitab Yasin Fadhilah ini kemungkinan besar terjadi pasca masuknya tentara Wahabi dari Arab Saudi saat konflik Yaman vs Arab Saudi. Maraknya kelompok Islam radikal yang menghancurkan makam-makam Ulama, bahkan makam nabi-nabi sekalipun seperti nabiullah Yunus alaihisalam telah dihancurkan oleh Wahabi radikal (ISIS), hanya sekedar alasan mencegah kemusyirkan. Padahal untuk mencegah kemusyrikan cukup melarang orang atau membenteng kuburan dari pelaku musyrik, akan tetapi apa yang dilakukan Wahabi di sini justru menghancurkan kuburannya. Sungguh betapa bodoh dan tidak berakhlaqnya mereka yang tidak menghormati orang-orang yang sedang beristirahat di dalamnya.

          Dan baru-baru ini dikabarkan kuburan atau makam salah seorang ulama Ahlussunnah Waljamaah yaitu Imam Al-Faqih Muqaddam pengarang kitab Yasin Fadhilah pun telah dirusak oleh Wahabi, berita ini sempat membuat heboh di media sosial. Seperti berita dan foto diunggah oleh seorang pada Selasa (29/12/2015) foto kuburan tersebut yang terlihat berantakan, dengan isi beritanya "Astaghfirullah, Maqam Imam Al-Faqih Muqaddam dihancurkan Wahabi".

Meski informasi masih simpang siur apa penyebab sebenarnya kerusakan makam mulia itu, sebaiknya kita selalu harus hati-hati dalam menjaga dan membina generasi dari kelompok Islam Radikal yang sengaja menghancurkan makam-makam keramat dengan beracam alasan sampah.

Siapa Imam Al-Faqih Muqaddam?
Beliau adalah al-’arif billah seorang ulama besar yang aril lagi bijaksana, pemuka para imam dan guru, suri tauladan bagi al-’arifin, penunjuk jalan bagi as-salikin, seorang qutub yang agung, cucu baginda Sayyidina Rasulullah Saw, imam bagi Thariqah Alawiyyah, seorang yang mendapatkan kewalian rabbani dan karomah yang luar biasa, seorang yang mempunyai jiwa yang bersih dan perjalanan hidupnya terukir dengan indah.

         Beliau adalah seorang yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT, sehingga dia mampu menyingkap rahasia ayat-ayat-Nya. Ditambah lagi Allah memberikannya kemampuan untuk menguasai berbagai macam ilmu, baik yang dhohir ataupun yang bathin. Beliau yang dilahirkan pada tahun 574 H mengambil ilmu dari para ulama besar di jamannya. Di antaranya adalah Al-Imam Al-Allamah Al-Faqih Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Salim Marwan Al-Hadhrami At-Tarimi. Al-Imam Abul Hasan ini adalah seorang guru yang agung, pemuka para ulama besar di kota Tarim.

         Selain itu dia (Al-Faqih Al-Muqaddam) juga mengambil ilmu dari Al-Faqih Asy-Syeikh Salim bin Fadhl dan Al-Imam Al-Faqih Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Ubaid (pengarang kitab Al-Ikmal Ala At-Tanbih). Gurunya itu, yakni Al-Imam Abdullah bin Abdurrahman, tidak memulai pelajaran kecuali kalau Al-Faqih Al-Muqaddam sudah hadir. Kemudian selain itu Beliau juga mengambil ilmu dari beberapa ulama besar lainnya, diantaranya Al-Qadhi Al-Faqih Ahmad bin Muhammad Ba’isa, Al-Imam Muhammad bin Ahmad bin Abul Hubbi, Asy-Syeikh Sufyan Al-Yamani, As-Sayyid Al-Imam Al-Hafidz Ali bin Muhammad bin Jadid, As-Sayyid Al-Imam Salim bin Bashri, Asy-Syeikh Muhammad bin Ali Al-Khatib, Asy-Syeikh As-Sayyid Alwi bin Muhammad Shohib Mirbath (paman dia) dan masih banyak lagi.

       Dalam mengambil sanad keilmuan dan thariqahnya, dia mengambil dari dua jalur sekaligus. Jalur pertama adalah dia mengambil dari orang tua dan pamannya, orang tua dan pamannya mengambil dari kakeknya, dan terus sambung-menyambung dan akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW.
Adapun jalur yang kedua, dia mengambil dari seorang ulama besar dan pemuka ahli sufi, yaitu Sayyidina Asy-Syeikh Abu Madyan Syu’aib, melalui dua orang murid Asy-Syeikh Abu Madyan, yaitu Abdurrahman Al-Maq’ad Al-Maghrobi dan Abdullah Ash-Sholeh Al-Maghrobi. Kemudian Asy-Syeikh Abu Madyan mengambil dari gurunya, gurunya mengambil dari gurunya, dan terus sambung-menyambung dan akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW.

Beliau wafat pada tahun 653 H, akhir dari bulan Dzulhijjah. Jazad dia disemayamkan di pekuburan Zanbal, di kota Tarim. Banyak masyarakat yang berduyun-duyun menghadiri prosesi pemakaman dia. Beliau meninggalkan 5 orang putra, yaitu syeikh Alwi, Syeikh Abdullah, Syeikh Abdurrahman, Syeikh Ahmad dan Syeikh Ali.

        Kita hanya mengharapkan kepada Allah semoga memberikan hidayah kepada orang-orang yang takabbur, pendengki dan tak bermoral kepada kubur (tempat tidur) ambiya dan ulama dan bila mereka tidak bertaubat dari kesalahannya agar Allah berikan kelak balasannya yang setimpal.


Sumber dari saduran_khabarpopuler.com/2015/12/

Powered by Blogger.