Anggota DPR RI Irmawan, S.Sos : Pemekaran Alabas Tidak Bisa Karena Pemerintah Tidak Punya Dana Anggaran Yang Stabil

Blangkejeuren - Politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Blangkejeren, Gayo Lues, Sabtu, (27/2/2016), menjelaskan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kala dan Menteri Dalam Negeri sudah mengumumkan tidak ada pemekaran daerah baru dan pemerintah tidak punya dana untuk itu, anggaran negara belum stabil.

Bapak H. Irmawan, S.Sos, yang juga Anggota DPR-RI ini meminta agar masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu pemekaran provinsi Alabas, karena pemerintah pusat sudah menyatakan tidak ada pemekaran lagi untuk daerah-daerah baru.

Ia juga menjelaskan tidak ingin membohongi warganya dengan sesuatu yang tidak pasti, lebih lanjut ia mengatakan :
"Saya tidak mempunyai kepentingan apapun, jadi akan saya sampaikan kondisi yang ril di lapangan. Ada 159 daerah yang masuk dalam usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang direncanakan akan dimekarkan, dan akan dimasukan kedalam grend desain yang termasuk di dalamnya adalah Aceh Leuser Antara.
Dami dari Komisi II DPR RI telah berulang kali bertemu dengan Mendagri, namun Mendagri mengatakan pemkeran tidak bisa lagi, dulu saja yang sudah dimekarkan banyak menimbulkan kerugian negara”.

Kemudian Irmawan melanjutkan, Mendagri mempertimbangkan pemekaran setelah beberapa daerah sudah dimekarkan tetapi tidak bisa mensejahtrakan masyarakatnya, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cenderung tidak bertambah, sedangkan tujuan pemekaran adalam untuk kesejahtraan masyarakatnya.

“Jikapun nantinya dari 159 daerah yang mengusulkan untuk dimekarkan ini, maka diberi tiga tahun limit waktunya, tahun pertama hingga ketiga akan diverifikasi kesanggupan dan PAD-nya, bisa jadi dari 159 yang di usul hanya 50 daerah yang bisa menjadi defenitif,” lanjutnya.

Untuk itu, Irmawan mengharapkan agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang disebarkan segilintir orang yang nantinya bisa memperkeruh suasana dan kedamian Aceh. (aj)

sumber : baranewsaceh

No comments

Powered by Blogger.