Dakwah Di Antara PSK Dan Warga di Kalijodo

Salah seorang pengurus Masjid Al Muttaqin, warga baru di Kalijodo, Jakarta, dialah yang baru tiga bulan yang lalu tinggal di tempat yang akan ditertibkan ini. Kyai Slamet namanya, berasal dari daerah Demak, Jawa Tengah. Dia juga menjelaskan bahwa baru tiga bulan belakang menggantikan salah seorang pengurus mesjid sebelumnya sudah meninggal dunia. Dia pun di sini diminta oleh warga untuk dapat membantu mengurusi masjid yang kosong.
Kiyai Slamet saat melakukan pengenalan agama di tengah-tengah para PSK

Menurut Kiyai Slamet, pengurus masjid yang sebelumnya sudah meninggal, dan ia menggantikan sekalian menjalankan tugas keagamaan khusus bagi warga Kalijodo, dengan segala kekurangannya yang ada. Ia yang menyadari akan kerusakan moral sebagian masyarakatnya baik yang melacurkan diri sebagai PSK atau warga-warga sekitar yang tidak mengambil perhatian terhadap maksiat di tempat ini. Dan dia akan berusaha sekuat tenaga supaya warga yang telah menyimpang (maksiat) dapat kembali kepada hakikat Islam ini.

Kiyai Slamet menuturkan :
"Ya saya kan diminta datang kesini, karena memang buat ngurus memandikan jenazah, pemakaman sampai salat jenazah lainnya ngga ada yang mau, makanya saya di suruh tinggal di sini, tapi taunya malah ada kayak gini".

Dia merasa serba salah, perjuangan menghadapi warga di tempatnya yang tidak mempedulikan aturan agama dan maksiat merajalela.
"Yaah begitu, yang shalat-shalat, yang maksiat juga ada, ada yang mereka perempuan-perempuan (PSK) yang datang shalat juga ada, yang laki-laki juga ada datang shalat juga. Selama tinggal di Kalijodo pun betah-betah saja tapi ada pengalaman berbeda yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain", kata Kiyai Slamet, di dalam mesjid Al Muttaqin, Kalijodo, Jumat (19/2/2016).

"Terkadang saat hendak shalat, ada pria mabuk yang teriak-teriak dan gaduh. Kyai Slamet pun ambil tindakannya. Ya pernah sih ada yang berulah, paling juga yang laki-lakinya, kalau mabuk suka teriak-teriak. Kemudian kita juga ngadain tahlilan dan selamatan bersama PSK Kalijodo", ujarnya.

Kiyai Slamet yang mengakui prilaku warga yang rusak atau menyimpang tidak bisa dipaksakan dan dakwah yang disampaikan pun harus dilakukan secara simpatik, perlahan-lahan dan sabar.
Sementara masjid Al Muttaqin sendiri berada di kawasan Kalijodo, dan masjid ini sudah puluhan tahun ada, namun warga sekitar yang kerap melakukan aktivitas lainnya semua harus dapat berpartisipasi bila ingin mengembalikan suasana yang islami.


sumber : yanti.mmc

No comments

Powered by Blogger.