Enam Macam Pendorong Seseorang Akan Mengumpat

Pengumpat dan pencela bagai manusia yang suka memakan daging kawannya sendiri (sesama manusia). Betapa buruknya perbuatan tersebut sehingga Allah mengancam mereka dengan neraka huthamah yakni api yang membakar hingga di ulu hati.

Berikut ini ada 6 (enam) macam sebab yang mendorong seseorang melakukan upat terhadap orang lain. Merujuk pada pandangan Imam al-Ghazali, menyebut 6 perkara tersebut yang mendorong seseorang itu akan mengumpat, sebagai berikut :

1. Ingin memuaskan hati disebabkan kemarahan yang memuncak hingga sanggup mendedahkan keaiban dan kesalahan orang lain dan jika kemarahan itu tidak dapat dikawal ia boleh menimbulkan hasad dan dendam.

2. Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi dan kehormatan seseorang.

3. Mau bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh.

4. Disebabkan dengki dia iri hati dengan kelebihan orang lain.

5. Bergurau dan suka melawak untuk mencea dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga memalukan orang.

6. Sikap suka mengejek dan juga mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong kerana memandang rendah orang lain.

Menurut para ahli Tafsir membuat beberapa tafsiran mengumpat dan mencela  (pada QS. Humazah dan Lumazah ) :
- Mengumpat dilakukan dengan hati, sedang mencela dengan gerak perbuatan.

- Mengumpat dilakukan dibelakang layar, sedang mencela di hadapan orang yang dicela.

- Kedua-duanya sama se-arti, apakah dilakukan di belakang layar maupun di hadapan orangnya, karena sama-sama menyakitkan hati bagai memakan daging manusia.

- Ghibah berati menyebut kejelekan orang lain yang memeng ada kejelekannya. Kalau menyebut-nyebut kejelekan yang tentu betul adanya itu namanya tuduhan palsu.

    Betapa besar dosa mengumpat dan upat termasuk ghibah, sedang ghibah itu tidak bisa diampuni Allah selama belum dibebaskan oleh orang yang diumpatnya.

Sebagaimana wasiat Rasul yang artinya :
Jauhilah berbuat ghibah , sebab ghibah itu lebih jahat dari zina. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, mengapa demikian? Jawab Nabi: Sebab orang berzina jika bertaubat maka Allah mengampuninya. Sedang ghibah tidak diampuni sehingga diampuni oleh orang yang dighibah itu. (yma)

No comments

Powered by Blogger.