Bersama Kami di Auliya Travel

Konflik Sekte Diperpanjang Ke Afrika, Saudi (Wahabi) menyerang Syi'ah Di Nigeria

Betapa umat Islam sendiri ternyata saling baku hantam antar sesamanya, konfilk sekterian yang dimunculkan oleh mereka membuat umat Islam ini hancur berkeping-keping dalam ukhuwah. Beginikah ajaran Islam? Beginilah pertanyaan yang akan dipertanyakan oleh orang-orang non muslim. Sungguh binasa ukhuwah yang dibawa oleh mereka yang selalu saja menganggap diri paling benar, walau hal dimaksud dimunculkan dalam bab politik.

Lihat apa yang ternjadi di Nigeria, setelah menjadi tanda tanya sekian tahun, baru jelas sudah ternyata Kedutaan Arab Saudi di Abuja, Nigeria bertanggung-jawab. Arab Saudi merupakan dalang yang memerintahkan langsung militer Nigeria untuk menyerang komunitas muslim di wilayah Zaria, yang merenggut ribuan nyawa warga sipil, begitu pengakuan seorang saksi mata dan mahasiswa Pemimpin Gerakan Islam Nigeria.
Ismail Shoaib menyebutkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan situs berita al-Waqt pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2015 yang lalu.

Penuturan menyedihkan sebagian kecil dari tragedi menyedihkan menurut keterangan para saksi mata kepada Lembaga Pengawas HAM soal peristiwa pembantaian warga Syiah oleh militer Nigeria. 
Seperti dilipu para pegiat HAM dalam laporan Pengawas HAM soal pembantaian warga Syiah di Nigeria oleh suruhan Arab Suadi.
Selang tidak beberapa lama dari peristiwa teror di Paris, terjadi tragedi pembantaian warga tidak berdosa oleh militer Nigeria. Ratusan, bahkan menurut sejumlah sumber ribuan warga minoritas Syiah yang tidak berdosa dibantai oleh tentara Nigeria. Di antara para korban terdapat jenazah para perempuan dan anak-anak yang tentu akan melukai perasaan setiap manusia yang berjiwa bebas. Sebuah kejahatan yang meski tidak terlalu mendapat perhatian dunia karena kebungkaman media massa internasional, namun menuai reaksi luas dari para aktivis HAM dan juga masyarakat di sebagian negara.
“Di sini, kami melihat komando sedang mengemudi sebuah kendaraan militer yang menyerang Hussainiyah (pusat keagamaan) dan orang-orang kulit putih yang sedang memberondong peluru ke jamaah yang berusaha mencegah penyerangan ke husainiyah tersebut.
Sumber-sumber pemerintah Nigeria telah menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi dalam koordinasi dengan kedutaan Arab Saud. Tentara Nigeria langsung mendapatkan intruksi  dari Kedubes Saudi di Abuja,” katanya.
Shoaib juga menjelaskan bahwa pemerintah Nigeria baru-baru ini, menerima bantuan keuangan dari Arab Saudi dalam enam bulan terakhir.

Tentara Nigeria menyerang dua pusat keagamaan di negara itu pada 12 Desember lalu, yang menewaskan ribuan warga sipil tak berdaya di sana. Beberapa jam kemudian pada tanggal 13 Desember, militer menangkap Sheikh Ibrahim Zakzaky setelah merampok rumahnya dan membunuh tiga putranya, asisten dan para pengikutnya.

Dan mereka mengatakan bahwa tentara berusaha untuk menghancurkan setiap bukti kejahatan terhadap komunitas muslim itu, dan menambahkan jika memeng benar mereka punya alasan yang meyakinkan untuk melakukan pembunuhan itu, tentu mereka tidak akan menggunakan metode-metode tersebut dengan memusnahkan barang bukti kejahatan mereka. (yma).

sumber ; aljazira

No comments

Powered by Blogger.