Bersama Kami di Auliya Travel

VIDEO, Masya Allah.. Wahabi Fatwakan Halal Sodomi, Benar-Benar Penyesatan Umat

Ketika seluruh ulama, cendekiawan, akademisi, dan ilmuwan Muslim sedunia mengharamkan LGBT, ternyata seorang Guru Besar dari kalangan Salafi (Wahabi) Sheikh Abu Dimaa Al-Qassab, membuat sensasi yang mencengangkan umat Islam di seluruh dunia. Dengan berani ia menfatwakan sodomi sebagai sesuatu yang halal bahkan dianjurkan untuk berjihad.

Bagaimana tidak mencengangkan bikin heboh, padahal ajaran agama Islam ini adalah agama yang sangat sempurna dengan mengajarkan umatnya dengan segala sebab dan akibat pada tiap sesuatu yang telah diharamkan dan dimakruhkan karena ada efek buruknya baik dari segi fisik maupun mental.

Mengapa Sodomi diharamkan atau dilarang?
Berikut dari perspektif islam dan kesehatan, memandang bahaya sodomi yang merupakan sebuah penyimpangan seksual menyetubuhi melalui dubur berakibat kerusakan fisik dan psikis.

Dari sebuah studi kedokteran modern menyatakan bahwa 38% pelaku sodomi menderita kanker anus, yang mana cara penularannya melalui hubungan seks yang menyimpang, dan penyakit ini sulit diharapkan kesembuhannya. Selain menyebabkan kanker anus, virus ini juga menyebabkan kanker penis, bahkan sampai terkena HIV. Penderita kanker anus terhitung sekitar lima kali lipat di antara orang-orang yang melakukan hubungan seks menyimpang.

Berbagai penyakit infeksi karena hubungan seksual yang mudah ditularkan melalui sodomi ini antara lain HIV, herpes simplex, hepatitis, infeksi gonorea, khlamidia, syphilis dan shigelosis. Korban sodomi selain akan mengalami guncangan psikis mentalnya, dan kondisi fisik juga akan berisiko terjadinya berbagai penyakit.
Penyakit-penyakit menular lainnya karena hubungan seks yang menyimpang, dari hasil para peneliti menyebutkan bahwa terhitung 55% pelaku sodomi yang selain mengeluh bahwa di sekitar anus terasa sakit, juga menderita kencing nanah (Gonnorhea). Selain itu terhitung 80% laki-laki pelaku sodomi menderita sipilis (Syphilis), dan sepertiga dari laki-laki pelaku sodomi terjangkit virus HSV (Herpes Simplex Virus).
Secara psikis, seseorang mengalami prilaku sodomi dari kecil maka perubahan perilaku lebih banyak diam dan trauma. Secara fisik dan psikis para korban telah mengalami guncangan hebat.

Sementara dalam islam sendiri untuk sodomi terhadap istri sendiri menurut agama islam, dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, "Allah Azza wa Jalla tidak akan melihat kepada seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya melalui duburnya." (Hadits riwayat Baihaqi).
Dan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Allah tidak akan melihat seorang laki-laki yang mendatangi laki-laki atau mendatangi perempuan melalui duburnya." (Hadits riwayat At-Turmudzi).

Hadis di atas bukan saja dilihat dari sisi etika terhadap istrinya tapi karena perkara ancaman yang disampaikan Rasulullah dalam hadisnya adalah berakibat juga pada sisi kerusakan fisik.

Maka kalau sudah merusak fisik bermakna telah menzalimi diri atau orang lain, dan itu tetap hukumnya haram. Begitu besar akibat buruk yang ditimbulkan daripada sodomi tersebut tapi mengapa pula ada orang-orang yang menamakan diri islam berani memfatwakan kehalalan tindakan sodomi. Kemungkinan penghalalan tsersebut akibat dari kebutaan ilmu yang tidak mencukupinya sebagai seorang yang bisa menfatwakan sesuatu perkara.

Sebagaimana kabar yang disiarkan salah satu stasiun tv,  mereka (Wahabi) perbuatan sodomi yang dilatari tujuan jihad adalah melatih lubang dubur agar lebar untuk dimasuki bom bunuh diri. Kemudian setelah setahun melakukan sodomi dengan manusia, keledai, kuda, termasuk dimasuki pipa plastik, terakhir dubur dipasangi bom. Jadi maksudnya dengan sodomi untuk keperluan agama adalah halal. Masya Allah suatu fatwa yang menyesatkan umat.

Perhatikan video berikut ini :


Dengan adanya fatwa demikian makin menunjukan betapa Wahabi neo Khawarij ternyata memang sesat menyesatkan. Naudzubillah tsumma na'udzubillahiminal wahhabi rajiim. (yma).


No comments

Powered by Blogger.