VIDEO, Subhanallah.. Antusiasme Warga Muslim China Yang Beribadah Shalat Jum'at Di Negerinya

Siapa bilang China anti Islam dan diskriminasi kehidupan masyarakat muslim?
Inilah realita masyarakat muslim China saat akan melaksanakan ibadah shalat Jum'at di salah satu mesjid di kota besar Ningxian (salah satu ibukota provinsi muslim terbesar di RRC).
Lihatlah suasana dan masyarakatnya dengan antusias dan penuh kesesakan hingga terpaksa mengambil ruas badan jalan untuk memperbesar tempat shalat bagi muslim yang akan mengikuti ibadah.

Kejadian seperti ini bukan hanya di kota Ningxian saja tapi sudah menjadi realita bahwa China yang disebut sebagai komunis katanya tidak menghargai agama-agama adalah keliru. Hal ini telah menepis tudingan miring tersebut dan juga membuktikan bahwa kehidupan keagamaan di China sangat terjaga dan penuh toleransi terhadap sesama pemeluk agama.

Sementara ada kelompok orang-orang yang suka menghembuskannya isu kondisi yang tidak stabil dengan pemaksaan dan diskriminasi terhadap muslim, jelas keliru. Hanya pengaruh kelompok tertentulah yang suka membuat suasana warga muslim menjadi kacau dengan fitnahnya.

Ketika sebagian pemeluk agama lain memperingati agamanya pun maka oleh masyarakat muslimnya saling memberikan penghormatan dan bantuan kepada sauadaranya yang non muslim. Keadaan ini benar-benar membuat situasi dan kondisi negara tersebut damai, terutama di provinsi-provinsi yang di dominasi muslim.

China yang memiliki luas 9,5 juta meter persegi dan merupakan negara terluas ketiga di dunia, setelah Rusia dan Kanada. Menurut sensus tahun 2010, penduduknya 1,34 miliar terdiri dari 56 suku, suku terbesar adalah Han. Dari penduduk sebanyak itu, 20 juta di antaranya beragama Islam yang mayoritas dipeluk etnis Hui.

Selain memiliki 23 provinsi, negeri raksasa itu juga memiliki 5 daerah otonomi yang berpenduduk etnis minoritas yaitu Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, Guangxi dan Ningxia Hui.

Bagi Muslim Indonesia, Ningxia Hui, kawasan terbesar di China yang dihuni suku Hui -- tentunya terasa memiliki ikatan emosional tersendiri. Sebab 34 persen dari 6,32 juta warga daerah otonom itu beragama Islam. Daerah otonom berhak mengatur pemerintahannya berdasar adat kebiasaan suku minoritas tersebut.

Bukan hanya mesjid yang ada di negeri itu tapi sekolah-sekolah juga banyak. Salah satunya seperti Sekolah Tinggi Islam tersebut dibangun pada 1985 dan saat ini memiliki 400 mahasiswa. Semuanya adalah pria dan tinggal di asrama mirip pesantren. Mereka hanya membayar SPP saja selama studi 4 tahun, sedangkan akomodasi ditanggung sekolah. Sekolah juga memberi beasiswa 100 persen kepada 200 imam masjid untuk belajar di situ.

Lihatlah video suasana warga yang akan melakukan shalat jum'at :


Sementara itu pun partai Komunis di China yang berkuasa mengakui 5 agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Tao dan Buddha. Sejak Tiongkok berdiri, kepentingan Muslim dilindungi dan sudah masuk dalam UUD.
Meski China negeri non-muslim atau komunis, tapi kepentingan Muslim justru dilindungi pemerintah pusat dan lokal, begitu kata Wakil Dirjen Hubungan Luar Negeri Ningxia Hui, Zhang Yexing, di tempat terpisah. Kemudian ia menjelaskan, sebagai daerah otonomi etnis minoritas, Ningxia Hui memiliki kebijakan yang harus disesuaikan dengan kebiasaan dan kebudayaan etnis minoritas tersebut, dalam hal ini suku Hui yang Muslim. (yma)

Sumber : reuters

No comments

Powered by Blogger.