Bersama Kami di Auliya Travel

Fatwa MPU Aceh Tentang 34 Kriteria Akidah Ahlussunnah Waljamaah

Sekedar untuk diingatkan kembali kepada umat lslam di provinsi Aceh bahwa ulama-ulama yang tergabung dalam MPU Aceh beberapa tahun yang lalu telah mengeluarkan fatwa tentang bagaimana kriteria-kriteria akidah Ahlssunnah Waljamaah. 

Sidang Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang digelar oleh Dewan Paripurna Ulama (DPU) III pada 11-24 Agustus 2011 lalu, di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh, telah jelas menyepakati dan merumuskan hasilnya dengan 34 poin kriteria akidah Ahlssunnah Waljamaah dengan harapan menjadi pedoman bagi seluruh muslimin di provinsi Aceh.  

Satu poin yang khusus saat itu menjadi perhatian ulama dari 34 kriteria ini adalah umat Islam tidak mengkafirkan sesama muslim sebelum jelas dalilnya.
Atas dasar pengklaiman diri dan siapa yang dimaksud akidah Ahlussunnah Waljamaah serta adanya kegamangan masyarakat dalam memahami kriteria akidah tersebut menjadi landasan lahirnya fatwa ini oleh MPU Aceh. 
Alasan lain menurut MPU Aceh saat itu, dalam qanun 5 tahun 2003 dan sejumlah qanun lain telah menyebutkan landasan Syariat Islam di Aceh berdasarkan akidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), kemudian dalam kriteria aliran sesat juga ditetapkan bahwa para pengikut aliran sesat tidak beritikat sesuia dengan itikat Aswaja.
Untuk memperjalas kriteria Aswaja, maka dewan ulama oleh tim perumusnya perlu mengkaji dengan kesimpulannya tertuang dalam 34 fatwa akidah Aswaja, sebagai berikut :

1. Iman adalah mengikrarkan dengan lisan, membenark an dengan hati serta mengerjakan dengan anggota.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya , Rasul-Rasul-Nya , Hari Akhir dan Qadha-Qadar dari Allah SWT.

3.Meyakini keesaan zat, sifat dan af'al Allah yang berdasarkan dalil aqli dan naqli.

4. Meyakini adanya sifat ma'ani bagi Allah SWT.

5.Aqidah yang berdasarkan Kitabullah dan Hadits sahih sesuai dengan pemahaman para sahabat, serta ijma' para salafus shalih. 

6. Mengambil dalil aqli yang jelas dan sesuai dengan dalil naqli, dan apabila bertentangan, maka mendahulukan dalil naqli.

7. Meyakini serta mengimani Al-Quran sebagai kalamullah yang qadim dan azali bukan makhluk-Nya.

8. Meyakini bahwa Allah tidak wajib berbuat baik kepada hamba-Nya.

9. Meyakini bahwa pemberian surge adalah semata-mata karunia Allah.

10. Tidak mengkafirkan (takfir) sesame muslim sebelum jelas dalil syar'i.

11. Aqidah Mutawassithah / Mu'tadilah yangsesuai nash dan tidak Ghuluw / Ifradh (berlebih-lebihan) dan Jafa' / Tafrith (kurang).

12. Meyakini bahwa hanya para Nabi dan Rasul saja yang Ma'sum.

13. Meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan penutup seluruh Nabi dan Rasul
(Nabi akhir zaman).

14. Meyakini bahwa pangkat kerasulan / kenabian adalah kurnia yang diberikan Allah
kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan tidak dapat diupayakan.

15. Meyakini bahwa sekalian keluarga NabiMuhammad SAW, khususnya Siti Aisyah
Ummul Mukminin adalah bersih dari segala tuduhan.

16. Meyakini bahwa Sahabat Nabi yang paling mulia adalah sesuai dengan urutan kekhalifahannya .

17. Meyakini bahwa perselisihan yang terjadi di kalangan para Sahabat adalah bukan didasari oleh kesalahan dan nafsu, tapi karena dasar perbedaan Ijtihad.

18. Meyakini bahwa yang paling mulia diantara makhluk Allah adalah Nabi Muhammad SAW dan diikuti oleh para Rasul, para Nabi dan Malaikat.

19. Meyakini ayat-ayat Mutasyabihat menurut pemahaman Salaf secara Tafwidhma'a tanzih (menyerahkan maksudnya kepada Allah sertamembersihkan dari yang tidak layak pada Allah), atau menurut pemahaman Khalaf secara Takwil (mencarikan makna yang sesuai dengan kesempurnaan Allah).

20. Kehidupan seseorang mesti memadukan Ikhtiyar dan Tawakkal kepada Allah.

21. Beriman kepada adanya azab dan nikmat Kubur.

22. Meyakini bahwa Surga dan Neraka bersama penghuni keduanya akan kekal selamanya kecuali orang yang Mukmin yang berbuat maksiat, maka nantinya akan dikeluarkan dari Neraka.

23. Meyakini adanya dosa besar dan dosa kecil serta tidak mengkafirkan pelaku dosa besar.

24. Meyakini bahwa Malaikat tidak pernah melakukan kesalahan.

25. Meyakini bahwa Iman seorang Mukmin dapat bertambah dan berkurang.

26. Mengimani bahwa Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan jasad dan ruh.

27. Meyakini adanya Mu'jizat kepada para Rasul.

28. Meyakini adanya kemuliaan / karamah yang diberikan oleh Allah kepada hamba-
hamba pilihan-Nya.

29. Mengimani adanya hari kebangkitan, Mizan (timbangan amal manusia di hari Akhirat), Sirath (titian yang melintang di atas Neraka Jahannam), Arasy, Kursiy dan Qalam pada tempat yang tinggi dan mulia tapi hanya Allah yang mengetahuinya.

30. Mengimani bahwa seluruh manusia berasal dari Nabi Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan dari tanah.

31. Mengimani adanya Syafa'at 'Udhma pada hari Akhirat dari Nabi Muhammad SAW.

32. Mengimani Allah dapat dilihat di Surga oleh penghuni Surga.

33. Mengimani bahwa Surga dan Neraka ada dan telah ada.

34. Mengimani bahwa ummat Muhammad yang meninggal dalam keadaan beriman
mendapat pahala dari amalnya semasa hidupnya dan memperoleh manfaat dari doa
orang yang masih hidup.

Fatwa ditandatangani oleh tim perumus, Drs.Tgk H Ghazali Mohd Syam (koordinator), Drs.Tgk HA Gani Isa (Ketua),Tgk H Faisal Ali(Sekretaris), Tgk H Muhammad Nuruzzahri (Waled Nu), dan Tgk H Hasanoel Basry HG (Abu Mudi) dan beberapa lainnya. 

Dan sidang ditutup Rabu (24/8.2011) oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Ismail Yacob. (yma)


sumber ; sekretariat mpu aceh

No comments

Powered by Blogger.