Bersama Kami di Auliya Travel

Istilah Wahabi Abang Kandungnya (Syeikh Suleiman) Sebutkan Awal Kali Dalam Kitabnya

 الصواعق الالهية في الرد على الوهابية تاليف الشيخ سليمان بن عبدالوهاب النجدي,شقيق محمد بن عبدالوها 
Cover kitab yang pertama membantah ajaran Wahhabi Ash-Shawaiq Al-Ilahiyah fir Raddi ala Wahhabiyyah, karya Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Najdi, kakak dari Muhammad bin Abdul Wahhab 





APABILA ada orang-orag Salafi (Wahhabi) yang tidak mengakui diri dengan kewahabinya, maka wajar saja seperti halnya maling yang tidak pernah mau disebut dirinya maling. Dan itu bisa disebabkan ada dua kemungkinan, pertama memang sama sekali buta atau ketinggalan berita akan sejarahnya, kedua memang pura-pura tidak tahu.

Awal sekali yang menamakan Wahhabi adalah salah seorang ulama bermazhab Hambali yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, beliau itu juga sebagai abang kandung tokoh Wahabi yakni Muhammad bin Abdul Wahhab.

Setelah mengetahui pasti isu oleh orang-orang masa itu yang menohok kepada keluarganya, lalu oleh Syekh Sulaiman salah satu dari sekian banyak ulama yang sangat gencar menolak pemahaman adiknya karena dianggap nyeleneh (sesat), sehinggga dibuatlah sebuah kitab karangannya yang dinamakan "Sawaiiqul Ilahiyyah fir Raddi alal Wahabiyah" bermakna Halilintar Tuhan dalam menolak kesesatan Wahabi.

Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab adalah seorang ulama Ahlissunnah Waljama'ah (Aswaja) yang haq, tidak seperti adiknya yang pernah belajar dari Orientalis Barat yang datang mengaku sebagai muslim, sehingga silsilah kesanadan ilmu adiknya terputus dan kacau. 
Sedangkan orientalis (mata-mata Inggris Raya) itu, diutus untuk menghancurkan Daulah Khilafah Utsmaniah (khilafah lslam yang berkuasa masa itu) dan dianggap Inggris sebagai kelanjutan dari Perang Salib. Dia adalah Mr. Hemphers, yang siap menghancurkan lslam dari dalam secara rapi dan terorganisir.

Sementara Mr. Hemphers sendiri yang banyak menguasai tentang lslam dan menyamar sebagai ulama dengan memakai nama samaran yakni Muhammad Majmu'i. Setelah ia melihat kecendrungan sosok Ibn Abdul Wahhab lemah dalam daya tangkap (bebal) maka kesempatan baik oleh Muhammad Majmu'i untuk mengkotak-katikan Islam sedemikian rupa kemudian diajarkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Namun di zaman ini oleh kelompok Wahabi, telah ditimbulkannya keraguan akan siapa Wahabi, dan mengopinikan seakan-akan istilah dan nama Wahabi hanya berasal dari ciptaan kelompok Syiah dan Orientalis Barat. Akan tetapi setelah ditelusuri sejarah berdirinya Wahabi, keraguan dan syubhat tersebut malah terbantahkan. Sedangkan yang diciptakan oleh Yahudi membuat sebuah gerakan agama yang dikembangkan oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab sebagai gerakan yang juah dari kemurnian dahulu yang menghormati Alhlubait Nabi serta para alim ulama .
Sejarah yang telah dituliskan dalam berbagai kitab karangan ulama kala itu, di antaranya menyebutkan penyebutan Wahabi pertama kali dipakai oleh Abang kandung Muhammad bin Abd Wahhab (pendiri aliran Wahabi) yakni Syaikh Sulaiman bin Abd Wahhab. Sebagai istilah Wahabi (al-wahabi), Wahabisme, Wahabiyah (al-wahabiyah) adalah paham keagamaan yang dinisbatkan pada Muhammad bin Abd Wahhab (1703 -1792 M/1115-1206 H).
Nama Muhammad sendiri yang dikenal sebagai Ibn Abd Wahhab (anak Abd Wahhab), diambil kependekannya sehingga menjadi Wahhab, hingga sekarang dikenal nama Wahabi dan Wahabiyah atau pengikut Wahabi. Penamaan seperti itu jamak dilakukan seperti kebiasaan orang Arab, misalnya nama Hanafi ke nama pendirinya Abu Hanifah, Syafii ke Muhammad bin Idris as-Syafi’i, atau sebutan nama lainnya.

Cover kitab aslinya
Penggunaan istilah tidak mesti nama pertama yang berarti nama aslinya, tapi pada julukan yang dikenal. Seperti Syafii nisbatnya bukan pada nama Muhammad bin Idris, maka Wahabi pun tidak dinisbatkan pada nama Muhammad, tapi pada julukannya yang dikenal, Ibn Abd Wahhab.

Hal ini perlu dijelaskan kepada umat lslam agar tidak keliru dalam penyebutannya, apalagi di antara kelompok Wahabi itu sangat alergi dengan istilah Wahabi. Mereka tidak suka disebut dengan istilah ini, karena bagi mereka ajaran Muhammad bin Abd Wahhab bukan madzhab baru. Lagi pula sanggah mereka, Syaikh mereka itu adalah bernama Muhammad dan bukan Wahhab.
Bahkan menerut mereka istilah “Wahabi” merupakan penyebutan produk orientalis, sementara oleh para Orientalis Barat itu hanya bermaksud membuat kelompok Ibn Abdul Wahhab menyimpang dari agamanya yang haq.

Salah satu pembelaan dan bantahan mereka seperti tulisan pada sebuah buku yang ditulis oleh Nashir bin Ibrahim, dosen Kebudayaan Islam di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saudi, Riyadh, Saudi Arabia: Syaikh Muhammad bin Abd Wahhab Hayatuhu wa Da’watuhu fi ar-Ru’yah al-Istisyraqiyah, Dirasah Naqdiyah (Syaikh Muhammad bin Abd Wahhab, Sejarah Hidup dan Dakwahnya dari Perspektif Orientalis, Studi Kritis).  

Penggunaan istilah Wahabi dan Wahabiyah bukan pula ciptaan atau bikinan kaum Syi’ah seperti yang sering dituduhkan oleh kelompok Wahabi, akan tapi telah ada sejak di zaman Muhammad bin Abd Wahhab masih hidup. 
Begitu tersebut dalam kitab "as-Shawa’iq al-Ilahiyyah fir Raddi Alal Wahabiyah (Petir-Petir Ilahi dalam Membantah Paham Wahabi) karangan Syaikh Sulaiman bin Abd Wahhab, yang menjelaskan panjang lebar tentang bantahan terhadap ajaran adiknya. Sedangkan Syaikh Sulaiman saat itu merupakan seorang hakim agama (qadli’) di Harimla bermadzhab Hambali dan pengikut Salaf (sebagaimana klem Muhammad bin Abd Wahhab).

Maksud dari Syaikh Sulaiman itu perlu untuk meluruskan bahwa adiknya tidak benar-benar mengikuti Madzhab Hambali dan Salafi, sehingga ia menggunakan istilah “Wahabiyah” (wahabisme) dan “madzhab Ibn Abd Wahhab”. Dengan ini, Syaikh Sulaiman ingin menegaskan bahwa Wahabi adalah gubahan agama ini dari adiknya yang bukan turunan dari madzhab Hanbali dan Salaf.

Kitab yang ditulis 8 tahun setelah fitnah (petaka) Wahabi dimulai, selain mengajukan bantahan-bantahan dalil, Syaikh Sulaiman juga mencatat kekacauan-kekacauan akibat gerakan Wahabi, seperti tuduhan kafir dan murtad yang dilanjutkan dengan aksi-aksi penyerangan dan perampasan. Buku ini juga membantah klaim-klaim bahwa ajaran-ajaran Wahabi bersumber dari ajaran Ibn Taimiyah dan Ibn Qayyim.
Menurut Syaikh Sulaiman, kedua Syaikh yang dicatut namanya oleh gerakan Wahabi tidak mengkafirkan dan memurtadkan apalagi menghalalkan darah orang yang minta syafaat, tawassul, dan tabarruk.

Dari tulisan ini maka dapat diambil intisari :
Orang yang pertama kali menyebut istilah Wahhabi adalah abang kandung dari Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Najdi al-Hanbali. Beliau menulis kitab berjudul al-Shawaiq al-Ilahiyyah fi Raddi alal Wahhabiyah dalam rangka membantah dan meluruskan ajaran menyimpang adiknya itu. Dan penamaan itu lalu dikuti oleh seluruh ulama Islam lainnya dalam membantah paham Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Jadi, istlah / sebutan / penamaan Wahhabi bukan berasal dari Syi'ah, bukan berasal dari orang non-Islam, atau lainnya. Sebaliknya, berasal dari umat Islam, Ahlussunnah wal Jama'ah, pengikut madzhab Hanbali, dan dari keluarga sendiri yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab.

Sedangkan yang datang dari orientalis (Barat) itu sendiri hanyalah berupaya agar Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Sebagaimana misi kaum Barat yang akan menghancurkan Islam dari dalam secara rapi dan terorganisir, yang dianggap kemenangannya dari akhir Perang Salib telah menghancurkan kekhalifahan Islam di Dinasty Ottoman Turki. 

Nama dan istilah Wahabi itu disamping banyak disebutkan oleh alim-ulama pada masa itu, penyebutannya juga dilakukan oleh Sayyid Rasyid Ridha, murid dari Syaikh Muhammad Abduh (dengan Islam Pembaharuannya asal Mesir), telah menerbitkan buku Al-Wahabiyun wal Hijaz (pengikut Wahabi dan tanah Hijaz) yang berisi keyakinan atau pahaman Wahabi dan kebangkitan Dinasti Saudi Ke-3 di bawah Raja Abd Aziz bin Abd Rahman yang dikenal sebagai Ibn Saud pada abad ke-20. Sementara Syaikh Muhammad Abduh pun adalah pengikut dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Intinya penggunaan istilah Wahhabi sudah ada sejak zaman Muhammad bin Abd Wahhab sendiri, baik dipakai oleh pihak lawan atau pihak yang netral. Muhammad bin Abd Wahhab lahir di Uyainah, lokasi yang berdekatan dengan kampung al-Jubainah, tempat kelahiran Musailamah al-Kadzdzab seorang yang mengaku nabi di era Nabi Muhammad Saw.

Kawasan itulah yang dikenal dengan Najd, yang disebutkan oleh Rasulullah Saw akan muncul gempa, petaka (fitnah) dan tanduk setan (hunaka al-zalazil wal fitan wa yathlu’ wal qarn syaithan).[yma]

No comments

Powered by Blogger.