Mana Ustad Wahabi, Berani Nggak Tantang Debat Ilmiah Dengan Saya (Aswaja) ?

Mudhiatulfata.com - BEGITULAH tantangan serius yang dilontarkan pahlawan muda Aswaja ustad muda Jefri Nofendi di medsosnya kepada Wahabi ustad Badrussalam LC. Hal itu diungkapkan oleh ustad Jefri Nofendi yang merasa prihatin atas sikap keterlaluan dengan maraknya klaim oleh ustad-ustad Salafi Wahabi terhadap Imam 4 Madzab yang di klaim sebagai Imam mereka (Salafi Wahabi).

Melihat fenomena ini ustadz Jefri yang merupkan seorang pejuang Aswaja, dalam akun Facebooknya tertanggal 6 Februari 2016 tergerak Hatinya untuk meluruskan klaim ustad Salafi Wahabi Badrusalam LC dan menyatakan ajakan diskusi atau dialog terbuka yang  tempatnya belum ditentukan karena menunggu kesnggupan dari fihak Salafi Wahabi.

Ia seorang yang bertolerasi tinggi menentang keras faham ekstrim Wahabisme, seperti dalam status Facebooknya ia pernah memberi Tips and trik cara melawan dakwah sesat menyesatkan Salafi Wahabi yang dibina kerajaan Arab Saudi.
Kemudian ia minta kepada siapa saja yang ingin menfasilatisnya untuk dilaog ilmiah dengan para ustad Wahabi. Sebagaimana rangkuman dari pernyataan Ustadz Jefri Nofendi, berikut ini:

“Tolong ada nggak yang bisa memfasilitasi saya untuk bertemu Ustad Badrusalam Lc agar saya bisa debat dialog ilmiah dan membungkam mulutnya di depan publik. Kalau belum kena tabok atau dipermalukan didepan umum, nih ustad Salafi Wahabi ini nggak akan pernah berhenti berdusta dan membohongi ummat, ujar Ustadz Jefri.”

“Sebagaimana dalam video unggahannya oleh Akun Pengikut Sunnah, Badrusalam Lc mengatakan, IMAM 4 MAZHAB adalah IMAM mereka, sejak kapan?
Sejarah membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab tidak mempelajari dan tidak berguru fiqih 4 imam mazhab,” ucap Ustadz Jefri.

“Badrusalam LC bilang perbedaan kita dengan kalian (Aswaja) adalah, kalian mensucikan ulama sedangkan kami (Salafi Wahabi) tidak, ulama bisa benar dan bisa salah. Lantas si culun ini bagaimana?
Apa dia benar selalu melebihi atau setingkat kebenarannya dengan imam mazhab ?
Jika imam mazhab saja dianggap bisa benar dan bisa salah , lalu si culun yang ngomong ini kalau terbukti salah mau minta maaf dan menjedotkan kepalanya sendiri ga ?
Saya bisa buktikan, kalau perlu hitam diatas putih atau jaminannya kepala masing masing,” tutur Ustadz Jefri dengan nada gak kesal.

Kemudian ustadz Jefri memberi pencarahan sedikit mengenai posisi Ulama, memuliakan Ulama adalah sesuai dengan Hadist riwayat, memuliakan itu bukan berarti mensucikan, memuliakan artinya meninggikan kedudukannya, kalau saya katakan pada kepada Badrusalam Lc, pertanyaan seperti ini:

"Kalau anda anggap imam mazhab tidak maksum, maka Muhammad bin Abdul Wahab lebih tidak maksum lagi, tapi kalau memang Muhammad bin Abdul Wahab tidak maksum kenapa kuburannya tidak diberitahukan ke publik, dan bahkan anda sendiri apa tahu dimana kuburannya dan apa pernah berziarah kesana?"

Demi menipu publik , Ustad Badrusalam Lc berbohong kalau julukan wahabiyyah sudah lebih dulu ada jauh sebelum Muhammad bin Abdul Wahab lahir, dasar penipu.kata Ustadz Jefri.

“Hei ustad culun firqoh yang anda maksud itu firqoh wahbiyah yang muncul pada abad 200 hijriah atau tepatnya pada abad masa salaf, firqoh ini muncul di andalusia atau afrika utara, jika firqoh ini yang dimaksud tanduk setan dalam hadist maka RASUL tentunya akan menunjuk bukan kearah timur madinah melainkan ke arah barat madinah sebagai penunjuk ke arah Afrika.
Ustad Badrussalam LC (lucu dan culun) kalau belum kena tabok mulutnya kayaknya ga bakal berhenti mulutnya untuk berbohong dan membodohi masyarakat, dengan nada agak kesal Ustadz Jefri tentang Hadits Nabi SAW munculnya Tanduk Syetan,” tambahnya lagi.

Ustadz Jefri Nofendi menjelaskan bahwa ia tidak akan pernah lupa saat si culun Badrusalam LC ini dengan entengnya menganggap Walisongo adalah tokoh fiktif hanya berdasarkan prasangka bodoh karena walisongo tidak menulis kitab, tapi giliran dibuktikan bahwa Walisongo bukan tokoh fiktif dengan menunjukkan bukti manuskrip “het boek van bonang,” sampai sekarang nggak pernah mau ngaku salah untuk menarik ucapannya kembali dan tak pernah terlontar permintaan maaf kepada ummat muslim di Nusantara.

“Sering-sering lah hai ustad Badrusalam kau berdusta karena akan aku simpan kebohonganmu semua dalam satu file database agar jadi bukti untuk menuntutmu di pengadilan dunia dan akhirat, jangan harap masuk surga kalau tak pernah mau mengakui salah dan meminta maaf atas kebohongan yang kau tebar, saya siap menjebloskanmu ke NERAKA , karena pintu maaf tidak akan kuberi sebelum kau mengaku salah dihadapan publik dan meminta maaf secara terbuka.” Demikian ungkanya.

Kemudian ia memberikan tips menghadapi Wahabi:

Jika bertemu mereka (wahabi / Salafi) di mimbar, khutbah jum’at, tanyakan pertanyaan ini :
“wahai syeikh atau ustad , saya kagum dengan Muhammad bin Abdul Wahab, saya ingin berziarah ke makam beliau mendo’akan beliau, mohon beritahu saya di manakah makam syeikh tersebut dan apakah ustad pernah berziarah kesana ? jika pernah maka di manakah kuburannya? bisa ustad tunjukkan foto atau gambar kuburan Muhammad bin Abdul Wahab?”
Dijamin 100% ditanya begitu para syeikh, ustad dan pengikut salafi wahabi langsung bungkam !!! buktikan saja sendiri.
Jadi membungkam penganut agama salafi wahabi ga usah pake dalil, ga usah pake otot, ga usah ilmu tinggi-tinggi, ditanya begitu saja mereka sudah diam seribu bahasa atau ngamuk-ngamuk, tegas keng Jefri Nofendi.

Silakan ajukan pertanyaan itu di blog, website, fanspage, dan akun wahabi lover, dijamin 100% mereka tidak akan bisa jawab menunjukkan bukti adanya kuburan muhammad bin abdul wahab, paling paling setelah ditanya seperti itu kalian akan dibilang:

 “Kamu kafir yach.. kamu Syi'ah yach.. pasti kamu ahli bid'ah yach..!” ucap Kang Jefri Nofendi.

“Kalau ga bisa jawab, tolong jangan ngamuk-ngamuk, mestinya kalian tanyakan itu kepada syeikh atau ustad salafi wahabi, kok mereka mau mengikuti pemahaman dari orang yang matinya tidak jelas di manakah kuburannya, terang kang Jefri memberi penegasan terhadap pengikut salafi wahabi.”
Demikianlah rangkuman tantangan dialog oleh ustadz Jefri Nofendi tertanggal 6 Februari 2016 lalu, ditambah dengan tpis dari ustad Jefri cara mendebat dan membungkam Wahabi.

Sebagai peringatan saja, gerakan takfiri dari Wahabi itu ingin merubah negeri ini menjadi negara yang berfaham takfir (wahabisme) ajaran yang anti toleransi yang tega membunuhi menusia di luar pemahamannya, seperti kasus di Libya, Yaman, Irak dan Suriah.

Bagi siapapun yang membaca ini silahkan segera sebar luaskan ajakan dialog ini kepada Ustad Badrusalam LC, agar semua permasalahan agama selesai, rasa kerukunan ini dan sosial beragama dapat diciptakan kembali. (yma)



No comments

Powered by Blogger.