Naskah Kuno Aceh Yang Indah Dengan Kitab Sirah Maulid Nabi Muhammad

Mudhiatulfata.com -  Indahnya naskah-naskah kuno ini yang disimpan di Museum Aceh, merupakan sebagai bagian dari situs Islam di Aceh, yang berkaitan dengan puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw mayoritas akan dihiasi dengan iluminasi dan ilustrasi yang indah. 

Keindahnya teks-teks di kitab tersebut biasanya di tempatkan pada awal-awal halaman dan di akhir sebagai penghormatan dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagai Nabi penutup dan seorang yang paling mulia.

Adanya naskah kitab kuno ini menandakan bukti kecintaan rakyat Aceh masa itu kepada baginda nabi besar Muhammad shallahu alaihi wasallam.

Nabi lahir pada Senin pagi sebelum Subuh tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ini adalah pendapat paling sahih yang merujuk pada pendapat Ibn Ishaq dan jumhur yang lainnya. Nabi mulia dilahirkan di Mekkah, di rumah kakeknya, Abdul Muthallib, pada saat itu Siti Aminah sejak meninggal suaminya Abdullah (ayah tercinta nabi Muhammad) dan selama ia mengandung dirawat di rumah kakeknya.

Pada hari ketujuh kelahirannya, Abdul Muthallib menyembelih unta dan mengundang masyarakat Mekkah sebagai acara syukuran (aqiqah) makan bersama. Dan memberitakan kepada masyarakat Mekkah bahwa cucunya diberi nama Muhammad, sedangkan ibunya menamainya Ahmad, yang keduanya berarti terpuji.

Masyarakat Mekkah pun bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyangnya yang sudah mentradisi di bangsa Arab saat itu. 

"Aku ingin dia (Muhammad) menjadi orang yang terpuji (Ahmad) bagi Tuhan yang menguasai langit, dan (Muhammad) bagi makhluk-Nya di bumi,” jawab Abdul Muthallib.

Naskah-naskah kuno (manuskrip) yang dihiasi indah beragam hiasan menunjukkan sebagai kekuatan iman dan kecintaan para orang-orang Aceh terduhulu dan menjunjung kelahiran dan kehidupan Nabi dengan teks-teks selawat kepada Nabi. 

Biasanya teks-teks naskah tersebut seperti pada kitab Dalail al-Khairat, Selawat Nabi dan Barzanji lainnya akan menghiasi indahnya tulisan-tulisan pujian. 

Sesuai nama Ahmad (terpuji) yang diharapkan oleh Kakeknya agar cucunya menjadi orang yang terpuji. Dengan memuji serupa dengan berselawat kepada Nabi, maka sama halnya akan memuji kebesaran agama, maka dengan begitu bisa mendatangkan pahala bagi tiap insan. (yma)

sumber : blog.hermansyah

No comments

Powered by Blogger.