Pahami.. Haji Rukun Islam Bukan Rukun Wahabi Dan Haromain Milik Umat Islam Bukan Milik Wahabi

Mudhiatulfata.com - Secara geografis Mekah dan Medinah sekarang memang berada dalam wilayah Arab Saudi, tapi secara religis dua tanah suci (haromain) itu adalah miliknya umat lslam di seluruh dunia dan bukan miliknya sesuatu kelompok orang-orang yang menguasai negerinya, seperti orang Saudi yang berfahaman Wahabi, orang Iran yang berfahaman Syi’ah atau pun orang-orang Sunni yang berfahaman Ahlussunnah Waljamaah, tapi adalah milik kita bersama yang kebetulan saja berada di negara Saudi.
Tulisan ini upaya bantahan terhadap kelompok Salafi yang sering mengancam umat muslimin yang tidak disenanginya agar jangan pergi haji ke Mekah dan Medinah karena dianggapnya haromain itu kepunyaan Bapak Moyangnya, padahal keberadaan haromain di tangan Arab Saudi adalah hasil bantuan negara kafir Inggris Raya dalam pemberontakannya dan perebutan paksa terhadap kekhalifahan Islam Turki Usmani. 

Begitulah fakta di lapangan penganut Wahabi sering menganggap diri orang paling benar sehingga tidak terima akan realita negatif yang tertuju kepadanya.

Adalah suatu kesalah-kaprahan terhadap orang-orang yang mempermasalahkan ibadah haji dan umrah ketika disebut-sebut istilah Wahabi dengan realita negatif. Banyak sudah para pengikut Salafi / Wahabi mengkomplainkan perkara haji / umrah kepada seluruh umat lslam yang ada di seluruh dunia, seakan-akan ibadah haji /umrah tidak akan sah jika tidak mengikuti imam-imam yang berakidah Wahabi dan tidak akan berhasil dilaksanakan jika tidak dibantu oleh para petugas haji (khadamulhajj) orang-orang Arab Saudi.

Sebelum jauh pembahasan ini penulis ingin menyatakan bahwa jangan karena tulisan ini bersifat kritikan lalu seperti ini lalu dianggap membawa fitnah, maka mari bicara rasional apa adanya.

Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima, yakni suatu bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi terutama di Haromain dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Sejenak secara estimologi “haji” berarti niat (al-qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti niat untuk menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus. Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Sedangkan pengertian umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Dan umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah haji.

Demikian sekilas bentuk ibadah haji dan umroh yang merupakan syariat daripada agama ini menyeru agar umat lslam jika sudah mampu secara ekonomi dan fisik harus melaksanakannya minimal sekali seumur hidup.
Dan perkara haji atau umroh ini bukanlah urusan sesuatu kelompok dalam lslam tapi adalah perkara kewajiban bagi setiap muslim baik bagi pelaksana atau khadamulhajj-nya maupun bagi muslimin di seluruh dunia yang akan melaksanakannya.

Dan urusan haji atau umroh tersebut adalah perkara yang wajib (rukun) dalam islam dan bukan (rukun) terhadap wahabi, namun demikian tiap muslimin (siapapun) yang ada di tempat tanah suci tersebut wajib menerima dan menghormati para tetamu yang berkunjung ke tempat di mana haromain itu berada. Tetamu yang datang berkunjung adalah tetamu Allah yang akan beribadah, jadi menerima tamu Allah wajib hukumnya untuk melayani semaksimalnya, akan tapi sebaliknya bila tidak dilayani dan dihormati maka akan berdosalah orang-orang yang tiada mempedulikannya.

Jadi untuk perkara ini tidak alegri ketika disebut isu-isu Wahabi secara negatif dengan tidak menerimanya bahkan menyerang balik kepada orang-orang yang membawa isu tersebut. Dan ini sebagai bentuk dari sebuah kelemahan dan kelemahan orang-orang yang suka mempertahankan sesuatu yang telah menjadi realita buruk terhadapnya.

Demikian semoga tulisan ini bermanfaat buat semua kita yang memahaminya. (yma)


No comments

Powered by Blogger.