Plinplannya Ulama Saudi (Syeikh Utsaimin) Dalam Fatwa Anggap Wahabi Bagian Dari Ahlul-Bid'ah

Mudhiatulfata.com - Setelah sebelumnya menuduh dan mengatakan orang Ahlisunnah Waljamaah (Aswaja), Sufiah, sebagai ahlul bid'ah (pelaku bid'ah) dengan amaliah-amalaiah serba bid'ah sesat dan haram serta melarang baginya membagi bid'ah menjadi 3 atau 5 macam, tapi akhirnya seorang ulama yang sangat dikenal dari Arab Saudi yakni Syaikh Utsaimin telah membatalkan kembali fatwanya dengan membagi-bagikan perkara bid'ah menjadi bid'ah dalam dua urusan yaitu bid'ah untuk urusan dunia dan bid'ah dalam urusan akherat. 

Bid'ah dalam urusan dunia kemudian dibagi lagi oleh ulama Wahabi tersebut menjadi bid'ah untuk urusan dunia yang halal dan bid'ah untuk urusan dunia yang haram dan itu tergantung bila ada dalil yang mengharamkannya (Al-Qur'an dan Hadits). 
Kemudian begitu pula dengan bid'ah urusan akherat menjadi bid'ah urusan akherat yang haram dan bid'ah urusan akherat yang dibolehkan jika memang ada dalil yang membolehkannya (Alquran dan Hadits). Masya Allah, sungguh ada-ada saja ulama ini made-in Wahabi Saudi ini, bikin ngakak saja kita melihat tingkahnya.
Syeikh Utsaimin salah seorang ulama Salafi Wahabi yang Ahlulbid'ah 

Baca juga :  Awas Tertipu Dengan Kalimat Semua Bid'ah Sesat

Hal tersebut disampaikan Syeikh Utsaimin dalam kitabnya, "Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah" di halaman 639-640.  
Ternyata selama ini Ia melihat ada kejanggalannya yang telah menganggap semua bid'ah adalah sesat atau haram, lalu serta ia mengoreksi kembali fatwanya (semua bid'ah sesat) itu dengan menyatakan :

"Hukum asal perkara baru dalam urusan dunia adalah halal. Jadi bid'ah dalam urusan dunia itu halal, kecuali ada dalil yg menunjukkan keharamannya. Tetapi untuk hukum asal perkara baru dalam urusan akherat adalah haram atau dilarang. Jadi berbuat bid'ah dalam urusan akherat adalah haram dan bid'ah, kecuali ada dalil dari al Kitab atau Sunnah yg menunjukkan kebolehannya." beginilah bentuk fatwanya.

Nah dengan demikian, bisa dikatakan ulama Wahabi di Saudi membuktikan bahwa untuk pemahaman semua bid'ah sesat adalah keliru. Ulama-ulama tersebut telah membuktikan sendiri bahwa mereka (Wahabi) merupakan bagian dari ahli bid'ah (bid'ah yang baik). Hal ini dibuktikan dengan seperti dalam hal melaksanakan shalat Taraweh berjamaah tiap malam di Masjidil Haram dan di masjid Nabawi selama bulan Ramadhan.
Padahal Nabi Muhammad Saw dengan tegas menyatakan beliau takut kalau shalat Taraweh berjamaah itu diwajibkan utk dilakukan setiap malam.

Dan hal demikian juga menyebabkan permasalahan;
- Bukankah dengan melakukan shalat Taraweh berjamaah di tiap malam Ramadhan para ulama Saudi telah menyelisihi sunnah Nabi Muhammad Saw?
- Bukankah dengan demikian ulama-ulama Saudi telah berbuat bid'ahatau disebut sebagai ahli bid'ah walaupun bid'ah yg baik dan bukan bid'ah dhalaalah yang sesat?

Padahal selama ini oleh pengikut Wahabi sendiri telah terlalu sibuk dengan pembid'ahan kepada muslimin selain kelompoknya sebagai perbuatan yang sesat, berdosa, tidak diridhai Allah Swt dan tempatnya di neraka. 
Tapi sekarang, apa yang terjadi? 
Justru mereka sendiri yang telah memakan perkataannya. Maka inilah dinamakan maling teriak maling, sebut bid'ah kepada orang lain ternyata diri sendiri lebih ahli bid'ah.

Semoga kita dapat menghindari dan tidak terjerumus kedalam kelompok Wahabi, menjadikan iman kokoh dan senantiasa mengikuti ilmu dan fatwa yag disampaikan oleh alim ulama Ahlussunnah Waljamaah, amin. (ma)

No comments

Powered by Blogger.