Bersama Kami di Auliya Travel

Subhanallah.. Bagusnya Riwayat Sang Ulama Besar (Habib Umar) Ini Menjadi Tauladan Umat

Mudhiatulfata.com - Sang Habib Umar muda ini dulu lahir di hari Senin, bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1963 Masehi atau 4 Muharram 1388 Hijriyah. Saat ini beliau tinggal di Tarim, Yaman, sebuah negeri yang dikenal sebagai kotanya para waliyullah yang mulia. Beliau saat ini aktif sebagai pengasuh majelis Darul Musthafa dan juga menjadi pengawas bagi perkembangan beberapa sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya.
Yang Mulia Habib Umar (kiri muda dan kanan sekarang) 
Habib Umar memiliki ayah bernama Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullaah bin Abu bakar bin Idrus bin Husain bin Syaikh Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman As-Saqqaf bin Muhammad Mauladawilah bin Ali bin Alwi bin Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbat bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Sayyid Ja'far Ash-Shadiq radhiyallaahu 'anhu bin Sayyid Muhammad Al-Baqir Radhiyallaahu 'Anhu bin Sayyid Ali Zainal Abidin Radhiyallaahu 'Anhu bin Sayyidina Husain Radhiyallaahu Anhu bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suami dari Sayyidatina Fatimah Az-Zahra binti Rasulillah Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam.

Dari nasab ini sudah dapat dipastikan bahwa beliau memiliki jalur nasab yang teramat mulia, karena nasab beliau bersumber kepada seorang yang teramat mulia di muka bumi ini, yaitu Sayyidina Rasulillah Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Kemuliaan nasab beliau tersebut tidak semata-mata hanya sekedar berhenti kepada nasab tersebut, akan tetapi juga terhunjam dengan sangat kuat ke dalam diri beliau, sehingga beliau menjadi sosok yang amat alim, shalih, dan menjadi pembesar para ulama di zaman ini.
Sosok Habib Umar bin Hafidz sudah tidak diragukan lagi kapasitas keilmuannya. Seluruh dunia telah memuji dan mengakuinya. Beliau telah mengepakkan sayap kebesarannya dengan berkiprah tidak hanya di tempat kalahirannya saja, di Yaman, akan tetapi di seluruh dunia. Sebagai contoh beliau termasuk ulama yang menandatangani dua dokumen internasional yang sangat berpengaruh, yaitu risalah Amman dan A Common word, yang masing-masing terjadi pada tahun 2005 dan 2007. 

Di Indonesia sendiri, beliau juga memilik pengaruh yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena banyak sekali murid-murid beliau yang berasal dari Indonesia, sebagai contoh Almarhum Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa yang merupakan pengasuh Majelis Rasulullah, sebuah majelis ilmu, dzikir dan shalawat yang memilik jamaah aktif sekitar puluhan bahkan ratusan ribu di seluruh indonesia.Selain itu, habib Umar bin Hafidz juga merupakan salah dari lima puluh urutan teratas dari The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan oleh Center for Muslim-Christian Understanding Georgetown Unibversity pimpinan John Wsposito, seorang sarjana studi islam ternama.

Sejak kecil, Habib Umar telah sangat akrab dengan majelis ilmu, karena memang beliau dibesarkan di oleh keluarga yang sangat cinta akan ilmu pengetahuan agama. Keluarga beliau adalah keluarga yang teguh memegang i'tiqad Ahlus Sunnah Wal Jamaah dengan menggunakan madzhab syafi'i sebagai madzhab dalam fiqih, dan menjadikan thariqah bani Alawi (Alawiyah) sebagai jalan tasawufnya.
Habib Umar bin Hafidz sedari kecil dididik oleh ayahnya, Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, seorang ulama besar di masanya, dan seorang mufti kota tarim. Sosok ayah habib Umar ini merupakan sosok pejuang yang pemberani, yang pada saat Yaman dikuasai oleh Uni Soviet yang berpaham komunis dan anti agama, sosok habib Muhammad ini seringkali menjadi batu sandungan bagi mereka. Wal hasil pada suatu jumat, ketika tengah menghadiri shalat jumat, habib Muhammad bin Salim ini diculik oleh segerombolan orang komunis, yang kemudian setelah itu tidak pernah lagi terdengar kabar tentang keberadaan dan nasib beliau. Umar kecil yang melihat ayahnya diculik, pulang dari masjid dengan membawa rida' milik ayahnya. Sejak saat itulah habib Umar menjadi seorang yang yatim.
Walaupun beliau merupakan seorang yatim, akan tetapi tidak menjadi beban yang mengendurkan langkah perjuangan beliau untuk menuntut ilmu pengetahuan dan menyebarkan ajaran islam ke seluruh penjuru dunia ini. Terbukti, sejak belia, beliau sudah hafal al-Quran, dan teks matan kitab-kitab dalam berbagai disiplin ilmu agama lainnya, seperti ilmu fiqh, hadist dan lain sebagainya.
Dan dari sekian banyak guru habib Umar, yang dapat disebutkan di sini yaitu antara lain:
1. Ayah beliau sendiri, yaitu Sayyidinial Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz.
2. Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Muhammad bin Alwi bin Syihabuddiin.
3. Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Syaikh Alaydrus
4. Munshibul Habib Ahmad bin Ali bin Syaikh Abu Bakar.
5. Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Hasan Bilfaqih.
6. Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Kakak kandung sekaligus guru bagi habib Umar)
7. Al-Alim Al-Allamah Asy-Syaikh Taufiq Aman.
8. Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Umar bin Alwi Al-Kaaf

Habib Umar muda yang tampil sangat cerdas ini tentu saja membuat keluarga khawatir dengan keselamatan beliau. karenanya beliau kemudian dikirim ke Yaman Utara, tepatnya disebuah kota bernama Baidha'. Beliau sampai di kota tersebut pada bulan saffar tahun 1402 Hijriyah, atau bertepatan dengan bulan September tahun 1981 Masehi.
Di tempat barunya itu, Habib Umar kemudian berguru kepada Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, hingga beliau di kemudian hari juga diangkat sebagai menantunya. Selain itu beliau juga sempat belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, seorang ulama besar yang sangat berpengaruh yang saat ini tinggal di kota madinatul Munawwarah (Kota nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam).

Habib Umar dikenal sebagai tipikal yang sangat haus akan ilmu pengetahuan, sehingga beliau dikenal sebagai orang yang jarang sekali tidur. Beliau gigih terus menerus menggali ilmu dan menapak jejak para ulama terdahulu dari kalangan salfunash shalihin yang keilmuan dan derajatnya di sisi Allah tidak terbantahkan dan tidak diragukan lagi. Dan akhirnya, perjuangan habib umar itupun tidak sia-sia. ketika telah dewasa beliau menjadi sosok yang amat alim dan berpengaruh di seluruh pelosok dunia ini.

Habib Umar hadir dengan membawa kemuliaan islam dan telah sukses menggembleng generasi muslim yang berkualitas. Ceramahnya sangat menggetarkan, sehingga membangunkan hati yang tengah tertidur lelap karena terbuai dengan duniawi. Beliau dikenal sebagai ahli hadist yang membuat ulama besar lainnya takjub. Beliau banyak hafal hadist beserta matan dan sanadnya. Selain itu beliau juga dikenal sebagai sosok yang ahli dalam ilmu tafsir al-Quranul Karim. Waktu bagi beliau adalah sangat berharga, sehingga beliau tidak menyisakan waktunya untuk terbuai dalam kemewahan dan hiruk-pikuk duniawi yang tidak berarti.

Selain memiliki beberapa hal unik dan ta’jub untuk ditauladani, sang Habib Umar juga dikenal sebagai ulama yang produktif dalam menulis kitab. 
Tidak kurang dari 15 kitab telah beliau tulis, diantaranya:
1. Dhiyaullami' Bi Dzikri Maulidin Nabi Asy-Syarif, sebuah kitab tentang syaria puji-pujian untuk Rasulullah, dan merupakan salah satu kitab paling monumental dan dikenal masyarakat dunia, termasuk masyarakat muslim di Indonesia dan telah di baca dalam berbagai majelis. 
2. Muhtarul Ahadis
3. Durul Asas
4. Is'af Ath-Thalibi
5. Taujihatuth Thullab
6. Syarah Mandzumah
7. Ad-Dzakirah Al-Musyarrafah
8. Dan lain sebagainya masih banyak lagi.

Demikian sekedar riwayat hidup sang ulama yang multabar masa ini patut menjadi teladan buat kita bersama. Marilah kita senantiasa mendoakan semoga beliau senantiasa diberi kesehatan, umur panjang dan kemudahan dalam setiap urusan dakwah beliau dan selalu dalam lindungan Allah. Amiin, Allahumma amin. (yma)

saduran dari tulisan santriclumut

No comments

Powered by Blogger.