Bersama Kami di Auliya Travel

Tanyakan Pada Mereka Mengapa Suka Menfitnah dan Mengkafirkan Muslim Selainnya?

Mudhiatulfata.com - TIADA asap jika tiada api, beginilah bunyi kata pepatah ini. Bagaimana sesuatu masalah akan terjadi bila tidak disebabkan oleh sesuatu yang jadi pemicu masalah, tentu ada sebab dan alasannya mengapa sesuatu akan terjadi, bangkit dan melawan atas penghinaan terhadapnya.

Jangan jadi munafik dan jangan mudah menuduh sesat, syirik dan kafir kepada orang lain bila tak dapat dibuktikan secara ilmiah. Mengapa harus berlagak bijak dan sok arif seakan-akan paling hormat antar sesama, padahal masya Allah kelakuan orang-orang yang suka tampil bagus pada zahirnya ini lebih buruk dari apa yang ia dituduhkan kepada yang dituduh, sebagaimana telah tersebut di dalam Alquran demikian. 
Maka jangan berpura-pura bijak bila melihat umat marah dan menghujani kecaman, karena itu semua atas kesalahan diri yang tidak bisa pandai menjaga perbedaan. 

Ketika terjadi penghinaan, penuduhan syirik dan pengkafiran demikian oleh tokoh-tokoh yang ada dalam foto ini, mengapa pengikut-pengikut Wahabi masih bengong dan pura-pura berlagak bodoh? 

Padahal semua orang tahu kebobrokan dan kejahatan Wahabi yang gemar menghembuskan angin perpecahan di dalam umat ini, lalu mengapa para para simpatisan Wahabi justru malu tidak terima bahkan menyerang orang yang mengkritiknya.

Sedangkan bukti atas kejahatan Wahabi dengan fitnahnya telah tertulis dalam berbagai dokumen sejarah dan kitab-kitab klasik. Sebagai contoh sedikit di Indonesia sendiri baru-baru ini terjadi di mana seorang ustad Wahabi (Abu Aqilla) telah menfitnah Gren Mufti Al-Azhar Mesir sebagai pengikut Paus Nasrani. Kemudian juga sebelumnya ada ustad Firanda yang telah menghina Imam Ghazali sebagai pelaku syirik. Kemudian lagi oleh Syeikh Sudes (imam mesjid Haram) juga telah mengkafirkan para pelaku maulid Nabi dalam khutbah Jum'atnya di mesjidil Haram, dan masih banyak lagi lain sebagainya.

Tentulah sebagai manusia biasa lumrah pasti akan marah bila dihina, dilecehkan dan difitnah. Sebenarnya kelompok Wahabi telah beruntung diberi tempat oleh masyarakat Indoenesia, tapi mengapa ketika telah diberikan hati harus minta jantung lagi? 
Hargailah perbedaan dan junjungilah bumi di mana dipijak maka di situlah langit harus dijunjung. Jangankan manusia, semut pun akan marah dan bangkit untuk melawan atas kezaliman ketasnya. 

Wahabi yang datang tampil dengan sifat khawarij dan takfirnya, sudah terbukti sejak masa awal kebangkitan negara Arab Saudi dengan sejarah hitam yang telah membantai ribuan muslimin yang dituduh sesat dan kafir olehnya.

Mengenai orang-orang yang ada dalam foto ini adalah sederetan ustad dan ulama Wahabi yang diketahui sebagai pakar ahlulfitnah dan takfiri telah berpotensi sekali memecah belah persatuan umat Islam. Coba tanya saja pada mereka kenapa suka menfitnah dan menuduh syirik, dan mengkafirkan muslim yang tidak sama dengannya? 

Satu dari ciri kaum Khawarij menurut Nabi Muhammad adalah mereka membaca Al Qur’an dan Hadits, namun tidak diamalkan. Ucapannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Hanya di mulut saja. Al Qur’an dan Hadits tak sampai ke otak mereka dan tidak dipahami secara benar, karena taqlid pada Syekh mereka yang tidak menguasai ilmu. Bahkan penafsirannya bertentangan dengan Jumhur Ulama. 
Akibatnya selain menghina sesama Muslim dengan kata-kata yang menyakitkan seperti Ahli Bid’ah, Kuburiyyun (Penyembah Kuburan), Musyrik, Sesat, Kafir, dan sebagainya. 
Sabda Nabi Saw :
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr).

Contoh saja dahulu di Arab Saudi, mereka setelah kuat membunuh muslim yang telah dikafirkannya, sama halnya seperti ISIS di Iraq / Suriah sekarang. Padahal masa khalifah Sahabat Ali adalah korban pembunuhan Khawarij yang pertama karena menurut kaum Khawarij Ali sudah sesat/kafir.

Sebagai korban kejahatan Wahabi, muslimin yang sadar dirinya sebagai makhluk Allah yang lemah telah bersabar atas kejahatan dan kekejian fitnah Wahabi, seperti halnya para alim ulama Ahlussunnah Waljamaah As'ary, Sufiah dan lain-lain. Tuduhan ustad-ustad Wahabi ini mengkafirkan pelaku-pelaku maulid Nabi, tahlilan, tawassulan, dan lain sebagainya.

Kedepan kalau melihat kritikan atas Wahabi, mohon jangan alergi tapi harap sadar diri dengan segala kekurangan, dan bukan harus lari dan tidak terima malu. Mohon dipakai otaknya agar berfungsi dengan benar..!

Semoga dengan tulisan ini menjadikan semua bisa berintropeksi diri akan segala sesuatu kekurangan yang saling berbeda di antara kita. (ma)



No comments

Powered by Blogger.