Tolak Karnaval Hiburan, Rabithah Thaliban Aceh Ingatkan Pemimpin Aceh Jaga Syariat Islam

Banda Aceh - Sehubungan dengan rencana akan digelarnya kegiatan Karnaval Hiburan Group Band di lapangan Blang padang, Banda Aceh, tanggal 30 April 2016 nanti, organisasi santri Aceh melalui Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengingatkan pemimpin Aceh baik kepada Gubernur Aceh maupun Walikota Banda Aceh agar dapat menjaga stabilitas kenyamanan, keutuhan dan kesempurnaan suasana penerapan Syariat Islam di Aceh. 
Apabila acara yang disponsori Telkomsel tersebut tetap dipaksakan atau tidak mengindahkannya dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yakni turunnya massa dalam kapasitas besar untuk menolak dan menggagalkan acara dimaksud sebab dinilai dapat merusak citra Syariat Islam di Aceh.
Hal ini mengingat Aceh yang berstatus sedang menjalankan Syariat Islam harus bebas daripada hal-hal yang berbau kemaksiatan tentu akan mengotori citra keberadaan Syariat tersebut.
Pesan yang intinya memberi peringatan kepada pemimpin negeri agar konsisten dalam bersikap dan tindakan dan tidak terkesan main-main dan “suuem ekmanok”.

Berikut ini pesan peringatannya yang diterima redaksi mudhiatulfata dari pengurus RTA via messenger (Selasa malam tadi, 18/04/16) sebagai berikut:

HABA PEUINGAT
      
    Aceh sebagai daerah yang konsisten dengan syariat Islam tidak menyenangi jika ada kegiatan dan serimonia yang berpotensi menimbulkan maksiat dan kemungkaran, pergaulan bebas bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan non mahram. Karena akan sangat bertentangan dengan nilai dan norma-norma syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Pelaksanaan syariat Islam di Aceh selain merupakan amanah Allah Yang Maha Kuasa juga adalah titipan para ulama terdahulu yang membawa Islam ke wilayah Asia Tenggara.
Sebagai titipan harus dijaga dengan baik jangan sampai kecolongan dan rusak. Kota Banda Aceh sebagai pusat pelaksanaan Syariat Islam di bawah kepemimpinan Ibu Illiza Sa'aduddin Jamal sebagai Walikota, telah lama menerapkan pemberlakuan qanun syariat Islam. Yakni bagi sesiapa yang melanggar qanun syariat Islam akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan.

Sejalan dengan itu, maka Kami atas nama organisasi santri Rabithah Thaliban Aceh (RTA) menyatakan diri menolak dan tidak setuju dengan rencanaan kegiatan Karnaval Hiburan Group Band yang dijadwalkan pada 30 April 2016 nanti.

Dan Kami meminta kepada Gubernur Provinsi Aceh dan Walikota Banda Aceh untuk segera membatalkan kegiatan tersebut, sebelum massa yang terjun langsung ke lapangan untuk menggagalkan kegiatan dimaksud. Apabila terjadi hal yang demikian, kami tidak bertanggung jawab atas tindakan dan kelakuan anarkis yang kemungkinan akan terjadi.

Tertanda
Santri-santri Aceh

Demikian isi dari pesan pengingat dari organisasi santri RTA yang ditujukan kepada Gubernur dan Walikota Banda Aceh, dengan harapan semoga dapat merespon, memperhatikan dan menghindari adanya kemungkinan yang akan terjadi. (yma)

1 comment

Tgk Dikeumeuneng said...

Ingatkan pemimpin Syariat islam

Powered by Blogger.