Bersama Kami di Auliya Travel

Wahai Suami.. Saiyidina Umar Beri Solusi Ketika Kamu Hadapi Amarah Istri

KETIKA suasana dalam sebuah rumah tangga menjadi panas dan kacau, apakah bagi suami harus ikut serta dalam kekacauannya? Melihat amarah istri tatkala meledak tidaklah suami harus turut campur ikutan marah melainkan dihadapi dengan cara tepat dan jitu. Mengingat pertengkaran merupakan hal lumrah dalam kehidupan rumah-tangga, oleh karena hal itulah pertengkaran dapat mengakibatkan kefatalan jika tidak bisa dihadapi dengan sesuatu yang tepat dan benar. 
Bagaimana maksud sesuatu yang tepat dan benar?
Tiap pasangan berumah tangga pasti terdapat berbagai kendala dan masalah yang dihadapinya. Apabila masalah tersebut datang, yang perlu diingat bukanlah harus dihindari atau lari menjauhinya akan tetapi perlu dihadapi dengan sebaik-baiknya.
Di sinilah sebelumnya masing-masing harus banyak belajar dari keadaan dan pengalaman orang-orang terdahulu yang menjadi contoh yang baik seperti Rasulullah, Sahabatnya serta Ulama-ulama yang jadi Waritsatul Anbiya.

Selain suri tauladan yang baik ada pada Rasulullah, banyak kisah keteladanan yang lainnya dapat kita ambil semua daripada riwayat-riwayat kisah Sahabat Nabi. Di antaranya seperti oleh Sayidina Umar, salah seorang Khulafaur Rasyidin yang jadi satu cahaya dari 2 orang yang di pilih Allah. Dialah orang yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai pribadi yang kuat dan mengentarkan hati siapapun yang mendengar namanyam bahkan syaitan pun terbirit-birit ketika mendengar Umar datang.

Imam As Samarqandi meriwayatkan sebuah kisah bahwa seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab. Laki-laki tersebut ingin menceritakan kepada amirul mukminin tentang istrinya yang selalu cemberut dan bermuka masam. Ketika sampai di depan pintu rumah Umar, lelaki tersebut mendengar istri Umar, Ummu Kultsum sedang mengomel.

Seketika itu pula lelaki itu berbalik dan membatalkan niatnya. Namun Umar mengetahui dan memanggil lelaki itu dari balik jendela. Lelaki itu lalu menceritakan niatnya. Mendengar cerita lelaki itu Umar bin Khattab berkata :

“Aku dengarkan baik-baik omelan istriku, dan tidak sedikitpun aku menentangnya karena aku memiliki alasan khusus yaitu : 
Pertama, istriku adalah penghalang antara aku dan neraka. Hatiku selalu berteduh kepadanya sehingga aku terhindar dari perbuatan haram. 
Kedua, ia menjaga hartaku ketika aku pergi. 
Ketiga, ia selalu mencuci pakaianku. 
Keempat, ia membesarkan dan mendidik anak-anakku. 
Kelima, ia selalu membuatkan masakan untukku. “

Sebelumnya juga Rasulullah juga punya cara tersendiri untuk mengatasi istrinya yang sedang marah. Rasulullah saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan kemudian beliau berkata,
“ Wahai Aisy, bacalah doa : Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan “.(HR.Ibnu Sunni) 

Demikian, semoga kita semua dapat menteladani berbagai kisah-kisah yang baik ini dan dan menerapkannya bagi kehidupan kita sehari-hari di mana pun berada. Amin. (yma)









No comments

Powered by Blogger.