Bersama Kami di Auliya Travel

Buya Hamka Penganut Tasawuf yang Bertoleransi Tinggi

INTISARI tasawuf dari Buya Hamka, sosok seorang ulama dan tokoh Muhammadiyah adalah mengajarkan akan pentingnya mengenal dan mempraktikan ilmu ketasawufan dalam agama ini. Dari hal ini Beliau membuktikan bahwa tidak serta merta semua dari warga Muhammadiyah alergi terhadap ilmu tasawuf. Hal ini pula yang telah membedakan Beliau dengan kelompok-kelompok yang berhaluan Salafi yang dikenal anti terhadap tasawuf dengan tokoh-tokoh ulamanya (ahli Sufi). 
Jika Salafi atau Wahabi mengharamkan tasawuf tapi tidak bagi Buya Hamka sosok yang sangat bertoleransi tinggi terhadap perbedaan dalam islam. Sebagai bagian dari penganut Tasawuf, lalu apakah Wahabi dengan Salafinya masih mencela & menganggap Buya Hamka dengan tasawufnya sebagai ahli neraka? Masya Allah sungguh sebuah kekonyolan dan keterlaluan anggapan demikian.

Konsep atau gagasan Hamka mengenai tasawuf ini dapat diketahui dari berbagai tulisan di buku tasawufnya seperti Tasawuf Modern (1978), Renungan Tasawuf (1985), Pandangan Hidup Muslim terbitan Bulan bintang dan lain-lain.

Ringkasnya, tasawuf ala Hamka berorientasi pada purifikasi, kemudian konsep tasawuf modern Buya Hamka juga digolongkan ke dalam Mazhab Tasawuf Akhlaqi. Alasannya, karena banyak sekali pendidikan akhlak yang terkandung dalam buku-buku tasawufnya seperti dalam sebuah tulisan karya ilmiah Rini Setiani dengan judul Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tasawuf Modern Buya Hamka, UIN Jakarta, (tahun 2011, hal 69). (yma)


No comments

Powered by Blogger.