Masya Allah.. Manusia Dipanggang Layaknya Binatang, Sebarkan Ini Agar Semua Tahu

Mudhiatulfata.com - TELAH beredar baru-baru ini di dunia maya foto-foto pemanggangan manusia hidup-hidup yang dikabarkan dilakukan oleh ISIS. 
Seperti lansiran dari situs media-sosial.com mengabarkan bahwa orang-orang yang menamakan diri dengan Daulah Islamiyah atau yang dikenal sebagai ISIS sudah bertindak keterlaluan memperlakuan tawanannya.
 Sebagaimana yang terjadi di Propinsi Anbar, telah mengeksekusi tawanan mereka dengan cara berbeda yaitu memanggang atau membakar tawanan. Dan pemanggangan ini layaknya makanan yang hendak disantap dengan cara memanggangnya terlebih dulu. 
Foto yang tersebar di berbagai media menunjukkan empat pria kenakan pakaian jumpsuits jingga dibakar hidup-hidup. Beberapa tawanan itu dipanggang dalam posisi tangan serta kaki diikat lantas digantung dengan cara terbalik. Keempatnya dilaporkan sebagai anggota Angkatan Mobilisasi Populer, Iran, yang dipanggang oleh ISIS.

Sementara kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu membenarkan eksekusi panggang hidup-hidup yang mereka kerjakan ini dengan mengklaim kalau eksekusi ini adalah pembalasan atas eksekusi brutal yang dilakukan oleh pasukan Syiah.
Sebenarnya, ISIS tak memerlukan argumen untuk melakukan eksekusi yang tidak berprikemanusiaan seperti itu, lantaran ISIS secara terus menerus sudah mengeksekusi musuh-musuhnya lewat cara yang tidak sama serta dengan tingkat kekejaman yang selalu bertambah.

Alasan pembakaran tersebut hanya berdasarkan kabar sebelumnya datang dari kelompok Syiah yang sudah mengedar beberapa photo dan satu video pendek yang menunjukkan pengeksekusian pada seorang militant ISIS. Pengeksekusian tersebut yang mengirim photo dan video itu menunjukkan seseorang pemimpin Syiah yang dikenal sebagai Abu Azrael (bapak dari Malaikat Maut) beserta bawahannya memanggang seseorang militant ISIS sampai tewas.

Setelah orang itu dibakar hingga mati, Abu Azrael memotong kakinya dengan pedang, menyampaikan kalau pengikut Al-Baghdadi bakal alami nasib yang sama dan jadi “seperti shawarma. ” Dengan memanggang empat tawanannya hidup-hidup, ISIS lalu
mengklaim kalau eksekusi terbaru yang mereka lakukan ini sebagai qishas atas eksekusi pada Muslim tersebut .

Menurut Al-Jazeera, Abu Azrael sudah mempublikasikan sendiri pembunuhan mengerikan itu. Tetapi dia menyangkal laporan kalau korbannya yaitu seseorang Irak. “Apakah saya membakar seseorang pria Sunni (dari Irak)? ” Dia dilaporkan menanggapinya, “Mereka ini dari Kaukasus, dan satu diantara salah satunya dari Asia.”

Abu Azrael, yang terkenal karena kekejaman serta fisiknya yang seperti raksasa, sudah memperoleh julukan Rambo dari Syi’ah. Dia adalah seseorang komandan di Brigade Imam Ali, yang disebut sisi dari Pasukan Popular Mobilisasi yang disponsori pemerintah Irak. Menurut laporan pers, milisi itu “terdiri dari pejuang terlatih di Iran atau Lebanon”.

Terlepas dari kebenaran dan argumentasi Syiah dengan Wahabi ISIS, yang jelas pembakaran tersebut adalah hal yang tidak dapat dibenarkan dalam syariat agama islam.
Sabda nabi Muhammad Saw:

“Jika kalian merasakan Fulan serta Fulan –yaitu dua orang Quraisy dan nama keduanya dimaksud Nabi– bakarlah keduanya dengan api. ” Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, ‘Kemudian kami beberapa shahabat mendatangi Nabi
untuk pamit pada beliau ketika
 kami akan keluar.  Nabi bersabda: Sesungguhnya saya pernah memerintahkan kalian membakar Fulan dan Fulan dengan api. Namun sebenarnya api itu, tidaklah ada yang punya hak membakar dengannya, terkecuali Allah. Jadi bila kalian merasakan keduanya, bunuh saja keduanya. ” (HR. Bukhari, No. 2853).

Semoga umat islam menyadari akan penyimpangan yang dilakukan oleh kedua kubu itu baik Syi’ah maupun ISIS (Wahabi), karena konflik yang terjadi di Timur-tengah ini pada dasarnya bukanlah perang besar umat islam tapi adalah perang sektarian antar Syiah dengan Wahabi yang mengaku diri sebagai Sunni. Padahal pengikut Sunni sebenarnya adalah pengikut Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) yang mencintai perdamaian dan sangat toleransi dengan segala perbedaan. (yma)


No comments

Powered by Blogger.