Bersama Kami di Auliya Travel

Polisi Penghina Ulama Telah Dicopot, Semoga Ia Sadar dan Minta Maaf


Mudhiatulfata.com, Tebingtinggi - MUNGKIN di antara kita masih ada yang mengenal dan mengingatnya siapa Kapolres yang pernah melecehkan ulama Islam? Akhirnya beginilah nasibnya kini, dialah orang yang pernah melecehkan derajat ulama dengan cercaannya, mungkin inilah sebagai balasannya. AKBP Slamet Loesiono akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Tebing Tinggi, Kamis (28/4/2016). Diketahui Slamet baru menjabat kurang lebih selama 11 bulan di posisi tersebut.

Informasi digantinya mantan Kapolresta Siantar ini sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1063/IV/2016 tangal 28 April 2016. Dalam STR itu disebutkan Slamet ditempatkan di posisi baru sebagai Kabag Binlatopos Roops Polda Sumatera Utara (Poldasu).

Sementara penggantinya adalah AKBP Ciceu Cahyati Dwimelati yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Latops Bagrenops Robinops Bareskrim Polri. Informasi dihimpun dari berbagai sumber, pergantian ini diduga ada kaitannya atas pernyataan Slamet yang dinilai telah melecehkan umat Islam di Kota Tebing Tinggi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada 19 April lalu, Aliansi Umat Islam Kota Tebing Tinggi mengajukan surat somasi kepada Kapolresta Tebing Tinggi AKBP Slamet Loesiono untuk meminta maaf atas perkataan yang menyinggung para ulama dengan tembusan surat ke Kapolri, Kapoldasu, Gubsu, Walikota Tebing Tinggi dan Forum Komunikasi Umat Islam Kota Tebing Tinggi.

Kasus ini bermula saat Kapolresta Tebing Tinggi AKBP Slamet Loesiono menggelar kegiatan coffee morning di Gedung Hj Sawiyah yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan para ulama Tebing Tinggi, Senin 18 April 2016. Saat itu, para ulama mempertanyakan komitmen Kapolres Tebing Tinggi dalam memberantas narkoba. Namum bukan jawaban yang didapat, tapi justru Kapolresta mengumpat dan membuat hati para ulama teriris dengan hujatannya. 

Semoga bapak polisi ini dapat berintropeksi diri dan meminta maaf kepada para alim ulama yang telah direndahkannya walau secara umum. Dan semoga bagi semua masyarakat di mana saja, hal demikian dapat menjadi pelajaran untuk tidak mudah menghina dan merendahkan mereka. (ma)

sumber : suratkabar.co

No comments

Powered by Blogger.