Curahan Hati Muslim Melihat Agamanya Dibatasi, Desas-Desus Jokowi Akan Hapus Aturan Islam

Oleh : Yanda Mahyalil Aceh


TATKALA nusantara ini mayoritas penganut muslim tapi alangkah sayangnya mayoritas ternyata kalah dengan minoritas, padahal minoritas tidaklah seberapa namun apa hendak dikata. Mungkin umat islam terlalu taat dan patuh pemimpin atau juga kemungkinan umat islam nusantara ini sangat lemah atau telah melupakan agamanya. 

Harusnya bangsa Indonesia ini malu dengan para leluhur dahulu di mana negeri-negeri dalam kerajaan nusantara menerapkan sistem berdasarkan islam dan para pahlawan-pahlawan bangsa di mana mereka jihad berjuang membela bangsanya dengan berlandaskan agama, tapi mengapa sekarang setelah nusantara merdeka malah Indonesia menjadi negera yang melupakan islam?

Tentu hal ini semua akan merasa marah dan benci ketika melihat agamanya telah dibatasi dan dipersempit, walau negara ini bukan menganut sistem komunis tapi sekilas dari pelarangannya justru mirip dengan ajaran komunisme.

Ini merupakan kabar buruk bagi perkembangan Islam Indonesia,
 karena selama dekade ini yang seharusnya ada kemajuan tetapi malah kemunduran yang didapat. Jika sebelumnya umat islam telah bisa membuat aturan-aturan dalam daerahnya yang berbau islam tapi kini ada yang melarangnya. Dan tentu ini akan berakibat buruk bagi generasi bangsa Indonesia terutama di daerah-daerah yang kental keagamaannya yang menjadi basis islam akan tak bisa lagi dengan bebas leluasa mengikuti dan mempraktekan agamanya.  

Di saat negara ini mayoritas dipenuhi oleh umat islam tapi alangkah mirisnya umat islam terbungkam dan kalah dari aturan negara yang menganut sistem liberalisme atau kalah dengan orang-orang yang jadi minoritas (non muslim), hanya karena negara beralasan bahwa Indonesia bukan negara islam tapi hanya penduduk saja yang muslim dan aturan islam menyalahi undang-undang dan dasar negara. 
Padahal justru dasar negara ini awal penciptaannya oleh para leluhur kita adalah sesuai dengan islam tapi mengapa kini dasar negara (Pancasila) itu diubah?  

Apapun alasannya yang perlu diingat bahwa dahulu nusantara ini dipenuhi oleh kerajaan-kerajaan atau negeri-negeri yang mengadopsi sistem hukum islam tapi mengapa setelah nusantara ini merdeka dan maju, justru islam dibuang?
Masya Allah, miris..

Seperti halnya yang dilansir oleh rebuplika, memberitakan melalui PDIP bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan melarang munculnya peraturan daerah baru yang berlandaskan syariat Islam. Namun, hal tersebut tidak berlaku kepada provinsi Aceh, khusus untuk Aceh, PDIP akan memberikan keistimewaan. 
“Aceh pengecualian (boleh ada syariat Islam) karena Aceh daerah khusus," kata Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6).

Selain Aceh, PDIP menolak munculnya perda syariat Islam baru. Karena dianggap tak sejalan dengan ideologi yang dianut PDI Perjuangan. Selain itu, syariat Islam juga bertentangan dengan UUD 1945. "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final," ujar Ketua DPP Bidang Hukum PDIP itu.

Perda syariat Islam dinilai bakal menciptakan dikotomi tatanan sosial di masyarakat. Ujung-ujungnya, perda syariat Islam dianggap bakal menganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika.
 
Kedepan mereka berharap perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-kotakan masyarakat.

Selama ini, kata Trimedya, PDIP gencar menyosialisasikan program empat pilar kebangsaan yang digagas mantan ketua MPR, almarhum Taufik Kiemas. Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
 Dia menyatakan pemerintahan Jokowi-JK juga akan menyampaikan sosialisai ke berbagai kepala daerah tentang pentingnya empat pilar kebangsaan. "Bagi PDIP Pancasila sudah final," ujarnya.

Demikian kata mereka kepada media, di sini tampak mereka yang akan membungkam islam ini tak bisa berbuat apa-apa. Lalu apakah kita akan menerimanya saja bila kemudian pemrintah akan melaksanakan kebijakan tersebut? (yma)



No comments

Powered by Blogger.