HOAX, Tidak Maulidan atau Tahlilan Maka Nabi Disebut Wahabi

*Ajaran Wahabi berpotensi pada kemurtadan 

Mudhiatulfata.com - SANGAT dimaklumi jika tingkah Salafi atau Wahabi yang tidak terima dengan penyebutan Wahabi kepadanya, realita membenarkan bahwa tatkala ia telah terpojok atau merasa tertekan atas hujjah orang yang mengarah kepadanya maka ia akan mencari akal dengan segala upaya pembenarannya demi mempertahankan citra kelompoknya yang buruk di mata umat islam.

Seperti anggapan beberapa tokoh Wahabi mengklaim bahwa Nabi Muhammad adalah pengikut Wahabi karena dianggapnya sejalan dengan ajaran Wahabi yang tidak bermaulidan dan bertahlilan.
Kalau ini anggapan mereka (Wahabi) maka sungguhlah kelompok Wahabi telah sangat keterlaluan bersikap, lancang, tidak memiliki etika dan adab terhadap baginda nabi Muhammad Saw. Sepatutnya Wahabi yang jadi pengikut nabi tapi oleh Wahabi malah menganggap nabi sebagai pengikutnya. Hal semacam ini bisa sangat berpotensi pada pemurtadan mereka sendiri dengan agama islam.

Sedangkan penyebutan istilah Wahabi hanyalah kepada orang-orang yang suka mengharamkan maulidan, tahlilan, yasinan dan sejenisnya, bukan karena tidak bermaulid dan bertahlilan tapi karena mengharamkan (melarang) amaliah dimaksud. 
Sementara bila melihat rujukan Quran dan Sunnah, berbagai ayat per-ayat, hadis per-hadis maka tidak satu pun ditemukan adanya pengharaman atau pelarangan akan halnya maulidan, tahlilan dan sejenisnya.

Pengklaiman ini sangat fatal, bisa bermakna bahwa kedudukan nabi Muhammad bin Abdullah dengan ajaran yang dibawanya masih rendah dibanding dengan ajaran dari Muhammad bin Abdul Wahab, maka yang demikian tersebut itu adalah HOAX, di samping juga contoh-contoh lain yang sejenis.


Justru anggapan dari kelompok Wahabi yang mengatakan baginda nabi Muhammad tidak pernah melakukan maulidan dan bertahlilan adalah sangat terbantahkan karena di dalam ayat Alquran dan riwayat hadis-hadis malah menyebutkan bahwa baginda nabi Saw pernah melakukan hal dimaksud. 
Tapi oleh sebab kedangkalan ilmu ustad-ustad Wahabi sehingga dalil-dalil tentang seringnya baginda nabi bermaulidan dan bertahlilan yang ada pada ayat dan hadis tidak bisa dicerna. Atau kemungkinan dalil-dalil tersebut bertolakbelakang dengan akal pikiran (hawa nafsu) tokoh / ustad-ustad Wahabi makanya mereka menafikannya.

Citra Wahabi sebagai kelompok yang baru muncul di akhir era abad 19 justru telah terungkap sebagai kelompok keagamaan yang paling ekstrim, radikal, ajaran yang baku serta paling nyeleneh dan suka menimbulkan gejolak dan kontradiksi terhadap umat islam.

Selaku umat yang baik, taat dan patuh, maka Islam ini mlarang umatnya untuk mngikuti ajaran-ajaran yamg mengajak kepada perpecahan umat Islam, kontradiktif membawa fitnah dan permusuhan antar sesama islam yang tlah dikafirkannya. (yma)


Baca juga :
Khawatir Fitnah Takfiri (Wahabi) Ancam Stabilitas, India Menolak Kedatangan Arab Saudi Ke Negaranya
Istilah Wahabi Abang Kandungnya (Syeikh Suleiman) Sebutkan Awal Kali Dalam Kitabnya
Pemberontakan & Konspirasi Penguasa Saudi dengan Inggeris Menghancurkan Khilafah Islam



No comments

Powered by Blogger.