Bersama Kami di Auliya Travel

Mengapa Berdoa Tangan Ke Atas & Shalat Harus Menghadap Ka'bah (Kiblat) ?


ARASY dan Ka'bah adalah dua makhluk mulia yang berbeda tempatnya satu di langit dan satu di bumi, lalu apa sebabnya harus menghadap kepadanya?


Bagi orang-orang yang meyakini Tuhan bertempat tinggal di Langit, ketahuilah bahwa ketika Allah mengundang dan membawa Nabi bermi'raj ke langit Arasy itu bukanlah bermakna dan menandakan Tuhan tinggal di atas atau langit. Akan tetapi itu dikarenakan Langit atau arah (atas) hanyalah makhluk yang paling mulia yang ada di langit, maka guna menyambut kekasihnya (Rasulullah) Allah membuat mi'raj Nabi bertempatkan istimewa di tempat mulia yakni Arasy.

Demikian juga saat berdoa dianjurkan agar umat menghadap ke arah atas, bukanlah sebuah penunjukkan yang menandakan tempatnya Tuhan tinggal, akan tetapi menghadap ke arah atas saat berdoa adalah sebagai bagian dari pada ADAB saja. Itu disebabkan arah atas adalah tempat keberadaan Arasy yang mulia, dan Allah menyukai tempat-tempat yang mulia tersebut.
Sedangkan Arasy itu sendiri merupakan suatu makhluk Allah yang berada di atas atau langit.

Jika dalam shalat Allah menganjurkan hamba/ umatnya agar menghadap ke kiblat (Ka'bah), dan jika dalam lsra Mi'raj Allah menganjurkan Nabiullah naik ke langit atau ke Arasy dan Sidratul Muntaha maka itu bukan karena Allah tinggal di Ka'bah ataupun di Arasy, akan tetapi karena tempat Ka'bah dan Arasy itu juga sama-sama sebagai makhluk ciptaan Allah paling mulia yang ada di langit dan bumi ini.
Maka ketahuilah dua tempat (makhluk) yang paling mulia itu sesudah Nabi pada alam ini adalah satu di langit dan satu di bumi, itulah Arasy dan Ka'bah.

Penghadapan hamba-Nya ke arah atas tersebut merupakan sebagai bentuk penghambaan diri manusia (makhluk-Nya) yang paling rendah (hina dan lemah) sehingga bermunajat dengan menghadap ke atas karena sesungguhnya Dia adalah Sang Yang Paling Tinggi yang menguasai seluruh alam jagat raya ini.

Maka janganlah pernah mengatakan Allah tinggal di langit, dan jangan sekali-kali anda mencari-cari pembenaran diri dengan mengakal-ngakali orang-orang awam yang anda katakan Tuhan tinggal di atas langit. Apabila anda mengatakan Tuhan ada di atas maka sungguhlah Tuhan tidak ada di bawah (di bumi dan lain-lainnya). Dan pernyataan ini adalah sesat menyesatkan bahkan bisa menggolongkan anda kedalam kekufuran karena telah menyamakan Khalik dengan Makhluk.
Ketahuilah olehmu..

Sesungguhnya Allah tidaklah berpindah-pindah tempat dari atas ke bawah atau sebaliknya dan Allah itu juga tidak berubah-ubah karena sesungguhnya yang berpindah-pindah dan berubah-ubah itu adalah sifatnya mahkluk.

Maha suci Allah dari pada sangkaan makhluknya yang bodoh. (yma)


sumber : (fb khairul, klik saja ini sumbernya)

Baca juga :
Konsekwensi Menganggap Orang Tua Rasulullah Sebagai Kafir Maka Neraka Tempatnya
Negara-Negara Eropa Inginkan Kehancuran Islam dengan Kontrak Politik 3 Serangkai
Mengungkap Rahasia Muhammadiah dan NU, Awal Sama Tapi Akhirnya Beda


No comments

Powered by Blogger.