Sebarluaskan Agar Semua Tahu.. Kedua Orang Ini Pencaci Ulama Aceh

*Peringatan bagi Pencaci Ulama akan konsekwensinya

Mudhiatulfata.com - Jangan anggap remeh dgn penghinaanmu kepada ulama, jika tidak ingin selamat iman, amalan dan nyawamu.. ! Tersebut namanya Zulkifli yang lahir di Idie Rayeuk, 10 Agustus 1983 yang lalu, pemuda yang beridentitas sebagai penduduk dari desa Meunasah Keutapang, kecamatan Darul Aman, kabupaten Aceh Aceh Timur. Ternyata di medsos Facebook baru-baru ini ia menjadi bulan-bulanan para netizen atas tindakannya yang super jahil dan kotor.


KTP Zulkifli yang masih aktif
Kemudian seorang lagi bernama Rusydi, anak yang masih bau amis lebih muda dari pelaku di atas. Dia yang alamatnya masih disamarkan, tapi menurut salah satu informasi disebutkan bahwa ia tinggal di desa Padang Sikabu, kecamatan Kuala Batee, kabupaten Aceh Barat Daya. Sedangkan rumahnya berdekatan dengan mesjid kecamatan Sikabu. Dan di dalam media sosialnya ia pun sering menggonta-gantikan nama dan akunnya dengan maksud ntuk melancarkan aksi jahatnya mencaci dan menghina ulama-ulama.

Tindakan keduanya yang terbilang cukup berani dan nekad, melakukan pencemaran nama baik orang lain tanpa pikir panjang apalagi takut akan dosa dengan menghina beberapa ulama terkenal di Aceh. Secara terpisah di media sosial, keduanya oleh netizen menganggap mereka sebagai orang yang berpenyakit gila atau sebagian yang lain menganggap telah murtad dan ada juga mereka sebagai bayaran orang-orang non muslim untuk menghancurkan islam, serta ada juga netizen yang mengatakan keduanya telah dirasuki Iblis laknatillah. 

Namun beda sedikit keduanya, pelaku penghinaan Zulkifli sebelumnya sudah pernah ditangkap atas kasus yang sama, sedangkan Rusydi belum pernah dan baru kali ini akan digugat oleh netizen secara nyata. 

Sementara ulama-ulama yang dihinanya seperti Abu Mudi, Abu Panton, Abu Tumin, Abu Kuta Krueng dan lain-lain, sebagiannya telah mengetahui akan kekurangajaran dua pemuda ini yang menghina mereka. Namun mengingat ulama-ulama yang berhati mulia dan arif ini maka oleh mereka tersebut tidak menggubris akan penghinaan kepadanya. Akan tetapi oleh warga yang merasa sebagai murid ulama tidak tinggal diam, secara reflek warga bereaksi sendiri dan menuntut orang-orang yang dianggap bermasalah.

Seperti pelaku penghina Zulkifli, ia yang dulu pernah berurusan dengan kantor polisi sebelumnya ia pernah berbuat kasus yang sama, namun setelah adanya laporan dari warga maka di tahun 2015 lalu ia pun diamankan oleh pihak kepolisian.
Sialnya ternyata ia dibebaskan setelah adanya syarat perjanjian yang dilakukan pihak kepolisian yang tidak diulanginya lagi. Dan kini setelah ia melakukan perjanjiannya ternyata ia mengkhianati dan mengulangi lagi aksi penghinaan dan pencemaran nama baik orang lain (ulama-ulama).

Sebelumnya beberapa bulan yang lalu kasus serupa seperti ini juga dilakukan oleh Musliadi Muhammad Jalil, seorang warga Laweung, kecamatan Muara Tiga, kabupaten Pidie, yang telah menghina Abu Mudi Samalanga beserta santri-santri dayah MUDI-nya sebagaimana telah dipublis pada postingan di bawah ini.
Baca berita terkait : Orang Ini Menghina Abu MUDI (ulama), Santri dan Dayah Samalanga

Kemudian di antara bentuk dan kalimat-kalimat penghinaan yang dilakukan mereka, seperti mengedit-edit foto ulama yang dijadikan sebagai bentuk hewan, mempostingkan kalimat-kalimat pencacian terhadap ulama, dan sebagainya.

Berikut ini hasil foto screenshot (di samping beberapa bukti lainnya yang tidak dipaparkan di sini), sebagai beriku :
Akun milik Zulkifli yg membuat Abu Mudi sebagai Kerbau (maaf sensor)

Akun milik Rusydi yang memakai 2 akun yg berbeda


Peringatan Bagi Pencaci Ulama Akan Konsekwensinya

Ulama adalah warisnya Nabi sebagaimana telah dinyatakan dalam hadis mulyanya. Khusus bagi orang Aceh, ulama adalah jantungnya orang Aceh. Maka pantang dihina dan dicela, bila tidak mau berurusan dengan para pembela atau khadamul ulama yang menginginkan mati syahid. Mati syahid itu tidakperlu bersusah payah ke medan tempur di luar sana, tapi cukup mengabdi kepada sang ulama atau guru mulya nya daripada penghalau dan pencaci ulama.

Perlu diketahui, mencaci ulama jangan dianggap hal sepele dan remeh, permasalahan mengejek ulama adalah fatal dalam lslam karena bisa membawa kepada dosa besar bahkan murtad atau halal darahnya.

Dalam lslam ini menjaga dan membela ulama adalah WAJIB hukumnya, maka oleh umat dan para penjaga ulama akan senantiasa berjuang demi agamanya. Jika sasaran yang dituju tidak meminta maaf atas kesalahanya (menghina) ulama maka demi menjaga marwah ulamanya walaupun tidak diperintahkan oleh ulama maka para pembela ulama senantiasa telah mengasah pedang untuk mengeksekusi lawan.

Pengejekan dan pencacian ulama kebiasaan sering dilakukan oleh sekte Wahabi karena menganggap dirinya paling benar maka tidak sungkan dan takutnya mereka menghina ulama dan umat lslam yang beda dengannya.

Maka oleh karenanya, dengan tulisan ini diharapkan kepada semua masyarakat Aceh atau umat islam di mana pun berada, jika memang Anda ada melihat dua pemuda ini, segera melaporkan kepada pihak yang berwenang (kantor Polisi, FPI dan Tim Amar Makruf Nahi Mungkar setempat) dengan memberi kabar keberadaanya.

Dikhawatirkan jika dibiarkan mereka berlenggak-lenggok di bumi ini yang bangga dengan kedurhakaannya, sebagai konsekwensi buruk kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan keselamatan jiwanya, mengingat masyarakat pecinta ulama akan melakukan apa saja demi membela ulamanya. Seperti yang pernah terjadi di Aceh Utara beberapa tahun yang lalu ada orang yang menghina ulama juga tapi setelah kemudian orang itu dikabarakan telah mati dibunuh.

Jangan sampai terjadi begini tiada yg bertanggung jawab
Semoga saja para pihak yang berwenang dan juga kepada FPI Aceh dan tim penjaga "amar ma'ruf nahi mungkar" dapat memproses secara hukum yang berlaku. (yma)

Baca juga :
Dia Penganut Kristen Tapi Tiap Pagi Bangunkan Muslim Untuk Sahur & Berpuasa
Tanyakan Pada Mereka Mengapa Suka Menfitnah dan Mengkafirkan Muslim Selainnya?
Pendidikannya Tinggi Tapi Sayang IQ Rendah Bakal Terancam Penjara


No comments

Powered by Blogger.