Sejarah Kelam Akidah Bangsa Aceh, Awal Masuknya Wahabi ke Negeri Seuramoe Mekkah


Mudhiatulfata.net - LINTASAN sejarah Aceh tempo dulu, mencatat betapa kelamnya bangsa Aceh dengan rusaknya akidah para tokoh dan generasi Aceh. Semenjak tahun 1953 kehidupan umat lslam Aceh yang Ahlussunnah Waljamaah Syafi'iah telah diganggu dan diusik. Ada pihak-pihak yang ingin merubah pemahaman yang dianut masyarakat Aceh. Mereka yang datang dan menyusup kedalam tubuh pemerintahan militer saat itu.
Karena tak berhasil mengubah langsung ke tengah-tengah masyarakat maka datang ia kepada pemerintah dengan pahaman lslam Pembaharuan yang dikembangkan oleh Muhammad Abduh seorang penganut bebas mazhab berasal dari Mesir. Sedangkan ajaran yang dibawa Muhammad Abduh adalah hasil dari pengembangan pahaman liberal (mu'tazilah yang dipadukan dengan pahaman Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab).

Disebut pihak-pihak yang mengusik itu berani muncul dengan berbekal sebuah surat "maklumat - bersama" adalah dari kalangan yang tidak suka melihat masyarakat Aceh dengan cara beramaliahnya sehari-hari, seperti bermaulidan, bertawassulan, bertabarrukan, bertahlilan dan sebagainya hingga mereka mempengaruhi pemerintahan militer saat itu yang ingin menarapkan Syariat lslam. Untuk itu keinginan mereka berupaya memberlakukan system mazhab yang dipadukan dengan mazhab lainnya (pencampuran mazhab).

Padaha sebelumnya di Mesjid Raya Baiturrahman (MRB) justru telah dipimpin oleh ulama-ulama Sunni dari kalangan dayah Salafiah tradisinonal seperti Abu Chiek Hasan Kureng Kale. 
Para ulama Aceh saat itu telah menerapkan pula mesjid dengan pengamalan cara Assyafi’iyah, bahkan di seluruh Aceh pun dahulu dari masa kesultanan Aceh hingga masa sebelum tiba masa kepemimpinan Tgk Daud Beureueh. Sebabnya di masa Tgk Daud Beureueh ini pihak-pihak yang ingin merubah pemahaman masyarakat Aceh sesuai dengan apa yang ditinggalkan oleh ulama-ulama sebelumnya.

Tapi setelah lndonesia merdeka dari tahun 1953 hingga seterusnya, Aceh telah dipimpin oleh kalangan yang berpahaman lslam Pembaharuan. Banyak masyarakat tertipu dengan gerakan lslam Pembaharuan tersebut karena ajaran yang dibawanya justru ingin menghapus segala hal amaliah yang sering dilakukan oleh rakyat Aceh, di antaranya;

- Melarang kenduri (makan-makan),
- Melarang maulid Nabi,
- Kenduri orang mati,
- Kenduri di kuburan,
- Kenduri Sawah,
- Kenduri Laot,
- Dan lain-lain.

Intinya pihak-pihak itu ingin mengubah setiap amaliah yang telah lama masyarakat Aceh yakini selama itu benar. Di masa DI/TII sendiri yang brutal dan kejamnya, adalah masa di mana ada beberapa ulama dayah diburu oleh kalangan bersenjata DI/TII hingga ada yang dibunuhnya dan ada yang menyelamatkan diri keluar Aceh.

(Baca juga :  Sisi Hitam DI/TII Aceh Terhadap Ulama Dayah Dalam Sejarah)

Menurut beberapa sumber dari ulama-ulama dayah bahwa di antara ulama yang ingin dibunuh mereka tapi dengan berkat karamah yang Allah berikan hingga selamat dari peristiwa pembantaiannya, di antaranya;

- Abu Wahab Seulimuem (Ayah Abon Seulimuem),
- Abuya Muda Waly (Ayah Abuya Dajamaluddin Waly)
- Dan lain-lain.

Aceh yang dikenal sebagai penganut kental Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) Assyafi’iyah masa itulah dicoba untuk disamar-samarkan oleh mereka sebagai pihak penjilat pada penguasa. Dan mereka itulah intelektual muda (berakidah lslam Pembaruan ala Wahabi) serta beberapa cendekiawan yang berafiliasi dengan penguasa Aceh, bahkan keberadaan PUSA yang telah dibentuk pada tahun 1939 telah dijadikan sebagai wadah tempat berkumpulnya para ulama-ulama yang telah terkontaminasi Wahabi, anti kepada ulama-ulama dayah.

Dengan tehnik mereka yang masuk dan menyusup menjilat kepada pemerintah Aceh saat itu (Tgk. Daud Beureueh) ingin menghilangkan akidah bangsa yang telah dijalaninya sejak ratusan tahun lalu. Maka oleh penguasa pun (Tgk Daud Beureueh) beserta staf dan jajarannya menyetujui dan menandatangani permintaan mereka agar pemerintah membuat semacam seruan bersama atau "Maklumat Bersama", mereka di antaranya;

- Pengurus dan Kepala Bagian Agama Atjeh, Tgk Abdorrahman,
- Ketua Persatuan Ulama Seluruh Atjeh (PUSA), Tgk M. Daud Beureueh,
- Pimpinan Sekolah lslam, kabupaten Atjeh Besar, Ibrahim Amin,
- Hakim Seluruh Aceh atau Kepala Makhamah Syariah Atjeh, H. Ahmad Hasballah Indrapuri,
- Wakil Kepala Agama Keresidenan Atjeh, Tgk. M. Noer el Ibrahim,
- Kepala Kantoer Oeroesan Agama, ketjamatan Bukit/ Nosar Takengon, Tgk Abd. Djalil

Mereka yang menandatangani surat tersebut adalah bagian dari kalangan pecinta lslam Pembaharuan yang tergabung dalam PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) dan juga pengikut setia DI/TII. Setelah ditandatangani surat maklumat tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh rakyat Aceh. Namun upaya pemrintah Aceh saat itu tidak diterima oleh rakyat Aceh karena dirasakan sangat bertentangan dengan yang selama ini didapatkan daripada ulama-ulama dayah Salafiah tradisional Aceh.

Inilah suatu bahaya bagi bangsa dan rakyat Aceh karena justru yang menghancurkan Aceh oleh rakyat Aceh sendiri yang telah dicuci otaknya oleh pihak-pihak yang ingin menjauhkan rakya Aceh dengan ulama-ulamanya. 

Maka akibat bagi orang-orang yang menafikan menghilangkan dan melupakan sejarah (dengan akidah bangsa yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya), maka bangsa tersebut akan menanggung malu dan hinaan dari bangsa-bangsa lain. Seperti kata pepatah “bangsa yang terhormat adalah bangsa tidak melupakan sejarah bangsanya.”

Dengan kedatangan Wahabi (Salafi) yang menyusup kedalam pemerintah Aceh saat itu pula Aceh secara perlahan hilang jati dirinya sebagai bangsa yang besar penganut Ahlussunnah Waljamaah setelah kesultanan Turki.

Mari sekarang kita wujudkan negeri Aceh ini menjadi Ahlsusnnah Waljamaah sejati dengan mengamalkan segala perintah yang sesuai dengan sumber Alquran dan Assunnah.dengan merujuk kepada para alim ulama Syafiiah, dan bertauhidkan Asy’ariah Walmaturiddiah. Dan bukan Wahabi yang berpahaman Mujassimah Musyabbihah yang suka mencampurkan (talfiq) mazhab.

Jayalah selalu negeri Aceh, jayalah Ahlissunnah Waljamaah, panjangkanlah umur ulama-ulama Aceh dan berilah ketaatan kepada seluruh penduduk negerinya. Amin ya Rabbal 'alamin. (yma)

Powered by Blogger.