Video, Permohonan Maaf Ustad Syafiq Basalamah (Wahabi) Atas Kesalahannya

*Memakai kata Sayidina wa Habibina kepada Nabi Muhammad

Mudhiatulfata.com - Alhamdulillah, akhirnya ustad Syafiq Riza Basalamah, pendakwah Wahabi / Salafi dalam video ini dengan mantap di awal muqaddimahnya membaca shalawat nabi dengan memakai kata Sayidina wa Habibina" sebagai pendahulu kalam pertemuannya. Dalam perjumpaan di video ini ternyata ia telah mendapat hidayah Allah menjadi sadar kembali dan meminta maaf atas kekeliruannya yang selama ini telah berani menghina dan mencemoohkan amaliah umat islam mayoritas Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). 


Amaliah dimaksud itu adalah berzikir sesudah shalat Maghrib, di mana dahulu sekitar tahun 2007 silam di dalam sebuah ceramahnya, ia dengan sombongnya menganggap zikir ba'da shalat Maghrib sebagai sebuah "nyanyi ramai-ramai". 
Penghinan ini sama hal layaknya "nyanyian-nyanyian gereja", begitulah tuduhan kaum Wahabi umumnya untuk memojokan amaliah Ahlussunnah Waljamaah.

Mengenai pemakaian kata Sayidina wa Habibina seperti yang diucapkannya ternyata ia malah berlawanan dengan Wahabi kebanyakan. Abangnya sendiri (ustad Khalid Basalamah) justru melarang pemakaian kata Sayidina karena dianggap menurunkan derajat nabi. 
Begitulah sikap Wahabi kebanyakan ada-ada saja ulah mereka, tapi tidak seperti ustad Syafiq (adik Khalid Basalamah) kian hari mengerti apa maksud pemakaian kata Sayidina tersebut seakan tampak lembut hatinya.
Semoga saja permintaan maaf ia ini murni dan ikhlas diungkap dari lubuk hati yang paling dalam dan tidak sebagai upaya pencitraannya saja atau memiliki maksud terselubung untuk menyerang orang lain. 

Namun untuk sebagai renungan kepada kelompok Wahabi dan kita semua agar dengan adanya kesadaran (permintaan maaf) ini semoga dapat mengambil iktibar dan hikmah bahwa kita bukanlah segalanya maka mulai detik ini janganlah lagi menganggap diri kita paling benar. Kita harus tahu diri ilmu kita tidak ada apa-apanya dibandingkan ulama-ulama yang telah mendahului kita tapi mereka tetap arif menyikapi dan mengaplikasikan ilmunya.

Sebagai umat islam yang cerdas, umat Ahlussunnah Waljamaah adalah umat islam mayoritas di dunia telah membuktikan diri sebagai umat yang bijak dan arif atas sikap dan tindakan mereka para penghina dan perusak persatuan umat ini. 
Banyak sudah penghinaan mereka yang suka mengatasnamakan islam tapi perbuatannya malah merusak dan membuat perpecahan antar sesama umat islam ini. Mereka yang tidak bisa menjaga ikhtilaf pada umat ini sungguh telah berlaku zalim pada dirinya sendiri. 

Lihat videonya:

Sebagai ulama atau pendakwah maka patutnya harus bersikap bisa menunjukkan diri sebagai perantara (wasilah) dan pemersatu di antara umat islam yang berbeda karena islam ini mengajarkan dapat menghargai perebdaan. Dengan demikian maka timbullah islam yang rahmatan lil alamin, bukan malah menganggap dan mencemoohkan orang yang berbeda dengan tuduhan macam-macam seperti sesat, ahli bid'ah, kuburiyun, syirk atau kafir. 
Dikhawatirkan apabila model ajaran Wahabi ini besar dan menguasa negeri kita maka apa yang telah terjadi dahulu di Saudi Arabia (masa kebangkitan Saudi) dengan pelarangan, pengusiran dan pembantaian umat islam yang berbeda dengannya, maka juga akan terjadi di negeri kita ini. Kalau sudah demikian maka ini sebuah petaka yang amat berbahaya bagi umat islam.

Banyak di antara mereka dengan bangga menyatakan salah kepada amaliah orang lain tanpa bisa mendialogkan secara ilmiah bahkan dengan berbusung dada menganggap diri paling benar. Inilah kekekliruan mereka yang jarang disadarinya. 

Semoga saja mereka mendapatkan hidayah Allah dan kita semua pun dapat menjadi umat yang selalu mawas diri bisa menjaga persatuan, demi kebangkitan dan tegaknya Dinul Haq. (yma)

 Baca juga : 



No comments

Powered by Blogger.