Wanita Simpanan Mendiang Raja Fahd, Lega Menang Gugatan Atas Keluarga Raja


Mudhiatulfata.com - Mungkin tidak banyak orang mengenal siapa wanita yang memiliki nama Janan Harb ini, perempuan paruh baya kelahiran 1947 yang berdomisi di London. Jika ditelisik lebih mendalam perempuan yang berprofesi sebagai ilmuwan ini merupakan istri simpanan Pangeran Fahd bin Abdulaziz Al Saud yang kemudian menjadi Raja Saudi Arabia tahun 1982 hingga 2005. Janan sendiri reupanya telah dinikahi sang pangeran kala itu pada bulan Maret 1968, ternyata sang pangeran yang sekarang telah menjadi Raja hingga maninggalnya pada 2005 diketahui  telah memiliki banyak istri.

Dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, Harb berbicara mengenai pertemuan pertamanya dengan pangeran.
“Pertemuan itu bermula dari pesta besar perkawinan warga Palestina dan Libanon, sebuah pesta Kristen. Pangeran, saat itu, menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, turut diundang, di situlah kami berjumpa pertama kali,” ucapnya.

Tiga tahun berselang, Harb tinggal di istana pangeran sebagai seorang istri simpanan.
“Kami memiliki kehidupan yang indah untuk dua tahun pertama, namun memasuki tahun ketiga semuanya penuh prahara. Saudara laki-lakinya mengambil seluruh keindahan itu, mereka terlibat dalam kehidupan rumah tangga kami,” ujar Harb.

Pada 1971, Harb diusir ke Inggris. Sejak hidup di perantauan, Harb melakukan upaya hukum terhadap nasibnya dan ia sukses gemilang menggugat putra raja Saudi di Pengadilan Tinggi Inggris mengenai kasus pernikahannya dengan pangeran.



Dalam gugatannya, Harb mengaku menikah dengan Raja Fahd pada tahun 1968 ketika ia masih menjadi pengeran dan menteri dalam negeri Arab Saudi. Harb menjelaskan bahwa keluarga raja menentang pernikahannya itu karena ia beragama Kristen, meskipun ia mengaku masuk Islam sebelum menikah. Menurut Harb, raja berjanji untuk memberikan tunjangan keuangan seumur hidup dan janji tersebut dibicarakan dengan Pangeran Abdul Aziz, salah seorang putra raja dari istri lain.

Di pengadilan, tergugat, Pengeran Abdul Aziz tidak hadir dalam sidang. Ia diwajibkan membayar tuntutan tersebut dalam tempo empat minggu, kecuali ia mengajukan banding. Ia diperintahkan membayar uang kepada Harb senilai 12 juta poundsterling atau setara dengan Rp 235 miliar.
Menanggapi putusan Pengadilan Tinggi, Harb yang sudah menjadi warga negara Inggris ini, mengaku senang.
"Saya sangat lega dan hanya berharap pangeran memenuhi keinginan ayahnya dan berhenti mengulur-ulur waktu."



Harb mengatakan, dia kembali menemui sejumlah media massa untuk mengungkapkan soal keputusan pengadilan tersebut dengan tujuan agar keluarga kerajaan mengambil alih kewajiban pangeran yang menikahi dirinya.
“Setiap waktu, Anda akan berhadapan dengan warga Saudi, mereka  alih-alih mencari tahu apa yang terjadi atau kebenaran justru mengatakan, ‘ohh mungkin dia seorang pelacur atau dia seorang pengeruk duit’.” Ujar Janan.

Warga Saudi dikenal memiliki sejarah rumit terhadap sistem hukum di Inggris. Pada pekan ini, seorang Sheikh berhasil lolos dari jerat hukum untuk membayar ongkos perceraiannya di Inggris setelah dia ditunjuk sebagai utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk sebuah negara di Karibia. Dia menerima kekebalan diplomatik.
Sheikh Walid Juffail, seorang jutawan dari keluarga pengusaha memiliki kekayaan 4 miiar poundsterling setara dengan Rp 79 triliun, dihadapkan dengan gugatan di Pengadilan Tinggi London oleh istri keduanya, Christina Estrada, mantan foto model kalender perempuan Pirelli, setelah diam-diam menikahi presenter televisi Libanon pada 2012.

Bulan lalu, seorang jutawan Saudi dibebasakan dari jerat hukum oleh pengadilan karena dituduh memperkosa seorang gadis. Di pengadilan, dia membela diri dengan mengatakan perbuatan itu dilakukan suka sama suka karena dalam kondisi mabuk. (yma)

sumber : tempo


Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.