Waspada Kotak Amal Palsu, Ini Bos Kotak Amal Palsu Beromzet Rp. 80 Juta Perbulan


Mudhiatulfata.com - Buat seluruh masyarakat agar dapat mewaspadai upaya atau hal-hal yang bersifat amal baik dalam bentuk kotak, amplop dan lain-lain. Karena berdasarkan beberapa kejadian penangkapan dan pengungkapan hal tersebut ternyata hanyalah modus untuk mengutip keuntungan pribadi.


Semoga hal demikian dapat membuka mata kita agar dapat lebih berhati-hati dan menyeleksi setiap upaya yang mengatasnamakan amal, seperti halnya kasus di bawah ini yang terjadi setahun lalu di Jakarta.

Hanya bermodal beberapa kotak amal yang diedarkan ke beberapa titik atau tempat-tempat umum di Jakarta dan sekitarnya, dialah orangnya, Eriyadi (35), memimpin alias “Bos” dalam pengedaran kotak-kotak amal palsu telah berhasil memiliki omzet sebesar Rp. 2,8 juta per hari, bahkan tiap bulannya ia mendapat penghasilan Rp. 80 juta.

Eriyadi dengan memakai Hp, tampil layaknya seperti sungguhan sedang berkomunikasi dengan para pengurus panitia penerimaan amal. Ini bagian dari taktik jitu ingin memperdayai orang lain, namun sayangnya ia "sepandai Tupai melompat, kelak akan jatuh juga."

Dari pengedaran kotak-kotak amalnya yang bertuliskan "infak, amal dan sedekah" tersebut, tanpa hambatan ternyata telah berhasil memperdayai masyarakat untuk berpartispasi menyumbang atau mengisinya walau minimal Rp.100.  

Sudin Sosial (Suku Dinas Sosial) Jakarta Pusat menyatakan bos besar dari pengedar kotak amal palsu memiliki omzet sebesar Rp2,8 juta per hari. Omzet itu didapat berdasarkan kalkulasi jumlah anak buah dari bos pengedar kotak amal palsu.  Maka bila dijumlahkan 96 orang x Rp30.000 itu hasilnya Rp2,8 juta. Dalam satu hari Sri mendapatkan omzet Rp2,8 juta, kalau dihitung sebulan hasilnya tentunya fantastis bisa mencapai lebih dari Rp80 juta."

Melalui Kasi Rehsos Sudinsos, Jakarta Pusat, Isra, menjelaskan, berdasar keterangan dari Eryadi, ia mempekerjakan beberapa karyawan dan asisten di antaranya (Sri). "Sri ini memiliki 96 orang anak buah, mereka seluruhnya tinggal dalam asrama di Jalan Angke Indah I, Jakarta Barat," jelas Isra.

Menurut Isra, sebanyak 96 orang anak buah Sri ini bertugas mengedarkan kotak amal palsu ke sejumlah tempat-tempat keramaian. Dalam sehari, Sri meminta setoran kepada anak buahnya sebesar Rp30.000. 

"Bila dihitung 96 orang x Rp30.000 itu hasilnya Rp2,8 juta. Dalam satu hari Sri mendapatkan omzet Rp2,8 juta, kalau dihitung sebulan hasilnya tentunya fantastis bisa mencapai lebih dari Rp80 juta," ujarnya. 

Isra menuturkan, di Jakarta banyak sekali orang-orang tak bertanggungjawab mencari uang dengan cara tak lazim seperti menjadi pengemis atau sebagainya. Oleh karena itu, Isra meminta warga Jakarta yang ingin bersedekah sebaiknya ke lembaga resmi. (yma)

saduran dari forumsuara


Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.