(Breaking News) Amuk Massa Anarkis Di Laweung, Pidie, Hingga Membakar ‎Peralatan Pembangunan Pabrik Semen‎


Mudhiatulfata.com, Sigli - Warga masyarakat dalam jumlah besar yang datang dari Gampong Kulee, Kec. Batee dan ‎Gampong Cot, Kec. Muara Tiga, Laweung, Pidie, Sabtu (30/7/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, mengamuk dengan membakar fasilitas di lokasi pembangunan proyek pabrik semen di tempatnya (Laweung).

Dikabarkan mereka telah melancarkan aksi demo anarkis, dan aksi massa tersebut dikait-kaitkan dengan proses pembebasan lahan yang tidak layak untuk areal pembangunan pabrik semen di wilayahnya.

Fasilitas yang dibakar berupa ‎pikap BL8737 AF, direksi camp digunakan sebagai kantor, tanki berisi minyak solar 16.000 ton, dua pos jaga dan sarana ibadah. Fasilitas tersebut milik PT Hase Alam yang melakukan pembersihan di lokasi proyek tersebut.

Menurut Kapolres Pidie, AKBP M Ali Khadafi kepada media yang dihubungi saat kejadian mengatakan, massa yang membakar fasilitas di lokasi pembangunan pabrik semen berjumlah 400 lebih. Sebagian mereka membawa senjata tajam. Mereka berasal dari Gampong Kulee, Kecamatan Batee dan Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga.

"Polisi dibantu TNI bersenjata lengkap berhasil mengusir warga yang mengamuk membakar fasilitas di lokasi pabrik semen. Saat ini kondisi telah normal kembali," katanya.

Sementara terkait adanya peristiwa tersebut, menurut salah seorang pejabat Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Apriadi, membenarkan adanya aksi yang menggejolak ini.

"Kami belum tahu apa pemicu aksi namun disebut-sebut terkait proses pembebasan lahan untuk pabrik semen," kata Apriadi.

Menurut Apriadi, atas permintaan polisi pihaknya sempat menurunkan armada pemadam kebakaran ke lokasi yang berjarak sekitar 40 km dari Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie. Namun petugas dan armada pemadam yang sudah memcapai lokasi dipaksa kembali oleh massa.

"Karena berbagai pertimbangan, saya perintahkan tim mundur ke titik aman dan tetap siaga," ujar Apriadi yang ketika dihubungi sedang berada di Banda Aceh. Laporan terjadinya gejolak di Laweung diterima pihak BPBD Pidie sekitar pukul 09.00 WIB.

Belum diketahui apa saja yang jadi sasaran amuk massa. Tapi beberapa laporan menyebutkan kondisinya memang panas. Namun sebelumnya ada informasi yang disampaikan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Muara Tiga Laweung, Khairul Bahri M Isa kepada sejumlah media mengatakan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik semen di Lamweung, Pidie belum ada kejelasan.

Meski pihak PT Samana Citra Agung yang diberikan mandat oleh PT Semen Indonesia untuk mengurusi pembebasan lahan di Kecamatan Muara Tiga, Laweung mengklaim sudah membebaskan lahan sekitar 1.500 hektare. Untuk sementara ini belum bis dipastikan apakah penyebab aksi massa yang di Laweung terkait dengan pembebasan lahan-lahannya atau mungkinkah ada faktor pengaruh lain. (yma)

sumber aceh.tribunnews

Baca juga :



No comments

Powered by Blogger.