Umat Islam Samarinda Tolak Wahabi dan Ustadnya (Firanda Andirja)

Warga kota Samarinda di depan kantor Gubernur 
Mudhiatulfata.com, Samarinda - Mungkin masyarakat gerah dengan segala sikap dan tindakan Wahabi yang menamakan dirinya sebagai Salafi. Karena masyarakat tahu siapa kelompok yang mengaku-ngaku dirinya sebagai Salafi adalah palsu. Dan bahkan kehadiran Salafi di dunia justru membuat umat islam terpecah-belahkan persatuannya.

Atas kesadaran warga di Samarinda yang telah mengetahui siapa Wahabi terutama Firanda Adirja yang selama ini banyak membuat kontradiksi bagi umat islam. Maka seperti yang dilihat ini warga Samarinda melakukan penolakan yang dilakukan oleh warga pecinta Ahlussunah Waljamaah Samarinda, Kalimantan timur, kepada ustad Wahabi Firanda Andirja (pada Kamis, 28/07/16).


Aksi warga Ahlussunnah Waljamaah (Aswj) ini dipimpinan oleh Habib Abdullah Assegaf, menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain:
1. Menolak dengan tegas kehadiran Firanda karena ceramahnya memuat pesan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) serta profokasi.
2.   Meminta kepada Pemerintah Provinsi, Walikota dan Kabupaten khususnya pihak penyelenggara untuk membatalkan kegiatan tersebut.
3. Ahlussunnah Waljmaah Kaltim akan tetap menjadi yang terdepan dalam membela dan mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan menjaga tradisi Aswaja dan siap bergerak atas izin restu para habib dan ulama.
4.   Kepala instansi terkait yang memiliki wewenang penuh untuk menjaga tegaknya aturan hukum di negeri ini untuk melakukan upaya persuasif terhadap kegiatan tersebut.

Warga yang menolak kehadiran Firanda masuk Samarinda dengan berbagai alasan selain dapat memicu konflik dan ketentraman warga, juga karena Firanda telah mengatakan bahwa orang tua nabi Muhammad Saw sebagai kafir. Dan pernyataan Firanda tersebut telah melukai hati umat Islam Ahlussunah khususnya warga NU.

Aksi yang sempat dikhawatirkan akan anarkis ternyata dapat berjalan dengan tertib dan damai dengan dibantu oleh pihak aparat setempat. 


Telah Adanya Rapat Penolakan

Penolakan tersebut bukan murni dari segelintir orang tapi adalah murni warga masyarakat di Samarinda yang beberapa hari sebelum acara telah membuat rapat penolakannya.
Dengan hasil rapat tersebut sepakat dengan penolakan kepada para pendangkal akidah umat (missionaris Salafi Wahabi) terutama pendakwah (ustad Firanda).
 
Sebagian warga Samarinda yang sedang membuat rapat penolakan Wahabi
Pada rapat tersebut juga dihadiri oleh para habaib dan guru-guru besar di Samarinda, menghasilkan anjuran agar menghadiri atau meramaikan penolakan di depan kantor gubernur. Dan dianjurkan dapat berpakaian putih serta diutamakan akhlak. Demikian pesan para sesepuh jaga adab dan akhlak dalam rapat. (yma)

sumber : pkspuyenganonline & beberapa sumber lainnya



No comments

Powered by Blogger.