Bersama Kami di Auliya Travel

Video, Erdogan Akan Wujudkan Kembalinya Islam dan Kejayaan Turki Usmani Baru


Mudhiatulfata.com - Rakyat Turki sebahagian besarnya sudah lama merindukan kejayaan Turki Usmani (Kekhalifahan Ottoman) kembali, yang dulu sempat menjadi adikuasa dunia. Mereka sadar dan kembali tertarik akan kepahlawanan dan kejayaan di era Kesultanan Turki Usmani. Mereka juga kini merasa memilikinya lagi.

Dari hari ke hari, kesadaran rakyat Turki untuk mengenang kejayaan kekaisaran Ottoman masa Sultan Alfatih terus meningkat. Bahkan anak-anak muda di negara itu kini mulai menghidupkan kembali semangat kejayaan Turki Usmani, seperti dalam bentuk baju-baju yang mereka pakaikan. Generasi muda Turki pun banyak mengampanyekan keinginannya untuk kembali merebut kejayaan yang pernah dicapai di masa kekhalifahan.

Para tokoh di negara Turki mengenang bahwa dahulu kekaisaran Turki Usmani pernah menguasai dua pertiga dunia, namun tak pernah memaksa siapa pun untuk mengganti bahasa atau agama pada kelompok minoritas. Salah seorang Menteri negara Turki untuk Hubungan Uni Eropa mengatakan, ''Rakyat Turki bisa membanggakan warisan Turki Usmani itu.''

Banyak hal dan indikasi juga menunjukkan bahwa kerinduan akan Turki Usmani itu benar-benar nyata. Khusus pada hal yang berhubungan dengan islam, mulai dari hal yang kecil hingga yang besar, mulai dari hal pakaian ala islam yang pribadi hingga kepada ke hal-hal besar seperti pembukaan sarana umat islam. Di antaranya seperti belajar khusus bahasa Arab Ottoman Wajib di institusi pendidikan di negerinya, dan beberapa hal lain pun telah diprogramkan pula pelajaran agama pada sekolah dan madrasah atau pesantren.
Madrasah (pesantren) tahfiz sedang sedang giat dan bersemi 
Baru beberapa dekade masa pendiri Turki modern sekuler, Mustafa Kemal Ataturk, menghapuskan bahasa Ottoman pada 1928 (huruf Arab) dan digantikannya dengan huruf Latin. Termasuk pula hal-hal yang berhubungan amal ibadat warga Turki masanya itu, seperti Azan, Pengajian-pengajian dan sebagainya.  Attaturk juga melakukan pemurnian pengaruh bahasa Arab, Persia dan Yunani untuk membentuk bahasa Turki yang murni untuk digunakan warga negeri itu.

Tapi kini, Erdogan meninjau kembali pelajaran bahasa Ottoman itu diperlukan untuk memperbaiki hubungan dengan "akar bangsa Turki", di mana sebagian besar warga negeri itu tak bisa lagi membaca tulisan di batu nisan para leluhur yang ditulis dalam tulisan Arab.

Pembukaan pengajian agama di dalam mesjid Sofia
Dari hasil transformasi kembali ke bentuk masa Turki Usmani, sekarang juga telah ditetapkan 16 jenis seragam yang dipakai oleh para prajurit Turki, menggambarkan pendirian Turki sejak 200 tahun sebelum Masehi, hingga keruntuhan khilafah di tahun 1920.

Kemudian dari perubahan lainnya juga berupa pemasangan foto Sultan Al-Fatih (tokoh utama masa Turki Usmani) di ruang kerja Erdogan. Inilah membuat publik dikejutkan dengan sikap berani Erdogan adalah aksinya yang mengganti foto pendiri negara Republik Sekuler Turki, Mustafa Kemal Attaturk, di ruang kerjanya, dengan gambar wajah Sultan Muhammad Al-Fatih.
Pemasangan foto Sultan kebesaran Turkidi kantornya
Kemudian belakang ini keberanian pemerintah Turki juga telah dibuktikannya dengan membuka kembali (beribadah) pada bangunan gereja tua milik kaum Kristen Orthodox yang dianggap UNESCO telah jadi Museum bagi dunia. Padahal Turki mungkin ingin menegaskan bahwa gereja itu dulu telah berubah menjadi mesjid tempatnya muslimin beribadah dan bukan tempat bagi berhura-hura.

Bekas gereja orthodox yang telah menjadi mesjid dibuka kembali
Walau sejumlah negara tetangganya di Eropah protes dan tidak menyukainya namun bekas gereja Haghia Sofia kaum Kristen Orthodox yang dulu dijadikan mesjid dan sempat dihilangkan oleh pemerintah Kamal Attaturk, tapi kini alhamdulillah perlahan-lahan telah dapat didengar kembali suara lantunan Azan, bacaan Quran dan jamaahnya orang shalat.

Mungkin sekarang saatnya Allah akan memberikan keridhaan kepada negeri Turki untuk berjaya kembali. Apalagi baru-baru ini dikabarkan dari beberapa media sosial bahwa seorang ulama Turki memimpikan melihat Rasulullah Saw sedang menasihati rakyat Turki agar patuh pada pemimpin.

Rakyat Turki tua dan muda bersuka ria menyambut Erdogan dan Islam
Maka lihatlah mereka rakyat Turki semua bergembira,mulai anak-anak sampai orang dewasa, tapi kita di sini enggan melihat kegembiraan mereka? Jangan kita melihat perbedaan dalam pandangan beragamanya tapi lihatlah persatuan islam.
Sebagaimana diketahui umat islam Turki sedari dulu dalam hal pandangan beragama justru 90% adalah penganut Ahlussunnah Wal Jamaah, Asy'ari Wal Maturiddi dan sebagian besar adalah Sunni Sufiah.
Mengenai salah seorang ulama tersohor sebagai ulama Sufi khas Turki yakni Syeikh Maulana Jalaluddin Ar-Rummi, adalah sosok seorang ulama dan auliya Allah yang sangat kasyaf dan memiliki karomah yang luar biasa, sehingga dengan keistimewaannya banyak orang di Turki percaya dan mengikutinya.
Maulana Syeikh Jalaluddin Ar.Rummi

Jamaah Sufi sedang lazzat dalam berzikir di mesjid, mengikuti ulama
Jika sebelumnya masa Perdana Menteri Turki Adnan Manderes sempat gagal membawa islam yang akhirnya ia digantung mati setelah berhasil dikudeta juga oleh Militer pro Sekuler. Namun untuk kali ini umat islam harus dapat menbendungi upaya-upaya yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah lagi membawa tekad mulia. Mungkin hanya orang yang membenci islamlah dan orang-orang bodoh yang akan menolak kegembiraan dan kemenangan mereka.

Lihat kegembiraan mereka rakyat Turki dalam video ini :

Akhirnya, maka sekarang sudah saatnya kita harus menerima, mendukung dan bergembira menyambut ini semua. Tekad sang Erdogan yang dibantu oleh para alim ulama Turki harus dapat diwujudkan bersama umat islam lainnya, dan jangan sampai lagi ada upaya-upaya penghambatan dari orang-orang yang membenci islam. 

Selamat datang islam di Turki, agama yang dulu pernah hilang kini kembali, Allahu Akbar..! (yma)


Baca juga : 



No comments

Powered by Blogger.