Bagaimana Hasil Seminar Islam Internasional di Lhokseumawe 2013 Lalu?

Tampak di gambar Buya Yahya,Abuya Djamaluddin Waly (alm) dan lain-lain

Mudhiatulfata.com - Sebagai umat islam, rasanya tidak lengkap bila kita tidak mengetahui perkembangan apa-apa saja yang telah terjadi di seluruh dunia ini.

Mengenai acara seminar di atas, mungkin kita semua harus pula mengetahui bagaimana hasil dari Seminar Islam Internasional yang dilakukan pada Maret 2013 lalu. Acara yang dihadiri oleh seribu peserta tokoh-tokoh, cendekiawan dan ulama-ulama dari seluruh daerah di Aceh dan Jakarta serta Padang tersebut menghasilkan 17 rekomendasi untuk kemaslahatan Islam dan umatnya, terutama bagi masyarakat Aceh sendiri.

Berikut ke 17 rekomendasi tersebut :

1. Syariat Islam dan kearifan lokal dapat disandingkan sebagai sebuah metode pelaksanaan syariat Islam di Aceh, sepanjang kearifan lokal tersebut tidak bertentangan dengan aqidah ahlusunah wal jama’ah, nash, ijma’ dan qiyas, tidak menimbulkan kemudharatan, dan tidak berlaku dalam ibadah mahdhah.

2. Perlu dibentuk qanun yang mengatur tentang kearifan lokal menyangkut dengan adat istiadat dan kemaslahatan ummat di Aceh.

3. Ummat Islam wajib memelihara, memurnikan dan meluruskan aqidah ahlussunnah wal jamaah dari berbagai upaya provokatif yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan ummat.

4. Ahlussunnah waljama’ah yang diperlu dipedomani adalah yang bersumber dari Alquran dan hadist sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Imam Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi serta telah pernah dianut oleh para imam mazhab, muhaddisin, dan para imam mujtahid.

5. Pemerintah perlu mendorong dan mengarahkan masyarakat untuk mendalami ilmu-ilmu agama, terutama dengan sistem talaqqi (berguru langsung), agar dapat terpelihara dari kesesatan aqidah dan kerusakan massal dari pengaruh globalisasi.

6. Dengan mengikuti aqidah ahlusunnal wal jama’ah yang benar dan mengikuti salah satu mazhab (secara seragam), sangat berpotensi mempersatukan ummat dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan bernegara.

7. Dari bukti sejarah yang ada dan catatan Ibnu Batuthah praktik beragama sejak dahulu di Samudera Pasai adalah bermazhab Syafi’i.

8. Kemajuan Samudera Pasai di samping sebagai pusat peradaban Islam juga menjadi kota pelabuhan yang maju.

9. Sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah di Aceh perlu memperkenalkan kembali sejarah Aceh terutama sejarah tentang praktik keagamaan di Aceh yang dari dahulu menganut mazhab Syafi’i dan aqidah ahlussunnah waljama’ah.

10. Terkait dengan Hak Asasi Manusia (HAM) tidak semua ajaran barat tentang HAM dapat diterapkan di negara-negara Islam, kecuali dengan melibatkan para pakar dan ulama Islam dalam proses penyiapan aturan dan nilai-nilai HAM itu sendiri.

11. Piagam Madinah dan khutbah wuquf ketika haji wada’ oleh Rasulullah SAW merupakan tonggak dan masterpiecenya HAM dalam perspektif Islam.

12. Dalam rangka penegakan syariat Islam di Aceh, Pemerintah Aceh perlu menyusun sebuah qanun induk tentang Penegakan Syariat Islam secara kaffah yang akan menjadi payung hukum bagi implementasi syariat Islam di Aceh, yang didukung oleh semua struktur pemerintahan dari provinsi hingga ke gampong-gampong.

13. Dalam rangka memperkuat aqidah ahlussunnah waljama’ah perlu dibentuk pusat kajian ahlussunnah waljama’ah yang menyediakan berbagai bacaan, rujukan dan informasi yang muktabar tentang ahlusunnah waljama’ah.

14. Penegakan syariat Islam akan efektif jika dieksekusi oleh pemengang kekuasaan (eksekutif) dengan dukungan para ulama dan masyarakat secara umum.

15. Pandangan kaum sekuler bahwa pemerintah tidak berhak mengatur kehidupan masyarakat, terutama tentang hal-hal yang bersifat privat tidak sejalan dengan konsep Islam yang meletakkan pemerintah yang berfungsi untuk menjaga agama dan mengatur kehidupan masyarakat (himayatu ad-din wa siayasatu ad-dunya).

16. Situs-situs sejarah tentang kebesaran kerajaan Islam di Aceh seperti Samudera Pasai, Perlak dan Kerajaan Aceh Darussalam perlu dipelihara dan dipugar kembali untuk membuktikan kebesaran kerajaan Islam tersebut.

17. Qanun No. 9 Tahun 2003 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar, perlu ditindaklanjuti dengan peraturan-peraturan pelaksanaannya supaya dapat diimplemetasi secara langsung dan efektif dengan memperjelas penekanan pada ajaran mazhab Imam Syafi’i.

Demikian hasil dari seminar tersebut. (yma)


sumber atjehpost.com




No comments

Powered by Blogger.