FPI Aceh Keluarkan Sikap Menghadapi Pilkada 2017-2022


Mudhiatulfata.com - Menjelang masa Pilkada 2017-2022, suasana kian terasa hangat ditambah lagi dengan munculnya bakal calon (balon) yang mengorbitkan para jagoan masing-masing dan menyiapkan timnya dengan berbagai perlengkapannya dari hal persyaratan yang ditentukan KIP hingga hal pembangkitan semangat akan pemenangan masing-masing kandidatnya.

Dalam menyikapi pertarungan masa Pilkada kedepan dan dunia perpolitikan yang semakin hangat dan panas, FPI yang selalu reaktif juga tidak kalah kiprahnya sebagai sebuah ormas keagamaan yang identik dengan kepedulian sosial, amar ma’ruf nahi mungkar atau penegakan Syariat Islam d Aceh.

Maka untuk menghadapi Pilkada tersebut, FPI Aceh mengeluarkan statemen sikap FPI khusus menyambut dan menyukseskan pemilihan umum kepala daerah tahun depan, melalui pesan messenger yang dikirimkan LPI Aceh ke redaksi mudhiatulfata.com, pukul 21.00 WIB (Rabu, 10/8/2016), sebagai berikut:

1.      FPI siap memberi dukungan kepada kandidat gubernur atau bupati apabila siap membuat kontrak politik hitam di atas putih mengenai penerapan Syariat Islam di aceh .

2.      FPI melarang aktivis FPI untuk membawa atribut FPI dan memberi dukungan kepada kandidat yang belum atau tiada membuat kontrak pol├»tik hitam di atas putih.

3.      Dan pengurus inti FPI dan LPI di setiap kabupaten / kota di Aceh tidak boleh terlibat dalam kampanye.

4.      Mengajak kader FPI dan LPI untuk bersatu memikirkan penerapan Syariat dengan tidak memberi dukungan apapun kepada kandidat yang belum /tidak membuat kontrak politik.

Demikian, pernyataan sikap FPI yang diteruskan oleh laskar pembela Islam (LPI) Aceh, dengan harapan dapat dimaklumi dan disahuti terutama oleh segenap kalangan FPI dan kepada seluruh warga masyarakat lainnya.

Tertanda Achmad Shanjy Daulty, Pangda LPI Aceh. (yma)



No comments

Powered by Blogger.