Bersama Kami di Auliya Travel

Innalillahi.. Aceh Kembali Padam Lampu, Ulama Aceh Jaya, Abu Darimi Lamno Telah Wafat


Innalillahi..  Telah berpulang ke Rahmatullah ulama bumi Serambi Mekah pagi subuh tadi. Aceh ini memang lagi sedang berduka-dukanya dan bersedih, setelah sebelumnya ulama-ulama lain telah mendahului kita, seperti Abon Seulimuem di Aceh Besar, Abuya Djamaluddin Wali di Aceh Selatan dan barusan juga ada Abu Ali Djadun di Aceh Tengah serta beberapa orang lagi. Tapi kini Aceh kembali lagi kehilangan ulama panutan yakni Abu Darimi Lamno dari Aceh Jaya (Meureuhom Daya) yang meningggal pada Kamis pukul 04.00 WIB (4/8/2016).


Abu Darimi dengan nama lengkapnya Tgk H Muhammad Darimi Nyak Badai, merupakan pimpinan Dayah Bustanul ‘Aidarussiyyah (BUSAIDA), Desa Leupe, Kecamatan Jaya, Lamno, Aceh Jaya. Dan ia pula merupakan salah seorang murid dari almarhum Abon Aziz Samalanga. Semoga Allah memberikan tempat yang layak kepada beliau dengan segala kenikmatan dan kelapangan nikmat qubur dan surga kelak di hari kiamat.

Ulama adalah pewaris para Nabi, begitu sabdanya seperti yang diriwayahkan dalam HR Abu Dawud. Hilangnya ilmu bukan karena ilmu itu dicabut oleh Allah, bukan pula karena kitab Al Qur’an dan Hadits menghilang dari peredaran. Tapi hilangnya itu ialah dengan wafatnya para alim ulama orang yang telah menguasai ilmu.

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828)

Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (Mutafaq’alaih).

Sehingga akhirnya orang-orang bodoh yang tidak faqih lah yang membaca kitab Al Qur’an dan  Hadits. Jila ilmu tidak dikuasai pun dengan pemahaman yang keliru, oleh karenanya stop di mulut bicara ikut Al Qur’an dan Hadits kalau anda tidak belajar agama secara baik dan benar sebagaimana yang ada di lingkungan dayah (pondok-pondok pesantren). Tidak berguru kepada ulama, itu cuma akan membahayakan diri sendiri. Dalam hadis mulia Nabi sebutkan bahwa orang yang tidak belajar dasri guru (ulama) maka Syaitan lah yang menjadi gurunya.

"Al Qur-an dan Al Hadits cukup! Tidak perlu yang lainnya!"
Ketahuilah, orang-orang yang suka ngomong demikian kebiasaan tidak paham hadits-hadits tentang bagaimana cara berjtihad. Tidak semua soal ada di Al Qur’an dan Hadits. Itulah pentingnya Ijtihad yang hanya bisa dilakukan oleh alim uama. (yma)

Baca juga :




No comments

Powered by Blogger.