Kesaksian Presiden Chechnya Saat Masih Jadi Mujahidin Dulu Memerangi Tentara Russia


Mudhiatulfata.com - Mereka dahulu dikenal sebagai mujahidin, adalah orang-orang yang berjuang membela agama dan negerinya dari pada jajahan tentara-tentara kuffar Russia. Tapi itu dulu saat Russia masih dikuasai komunis dan suka memerangi orang-orang islam. 

Namun sekarang jaman telah berubah bahkan bisa dikatakan berbalik, kini Russia justru hampir menjadi negara yang penduduknya mayoritas sebagai muslim terbesar di Eropa. Masih ingatkah seperti kata Pastur Nasrani Ortodox Russia yang memprediksikan islam akan menjadi agama terbesar di Russia?

Berikut ini, tersebutlah kabar saat Presiden Chechnya, Ramzan Ahmadovic ditanya mengenai siapa teroris dan mujahidin. Namun ia menjawabnya dengan menanyakan kembali sembari mengingatkan riwayat sejarah terbentuknya negara Chechnya sebagaimana dalam petikan ini :

"Tahukah anda berapa orang tentera kami semasa kami menumpaskan Russia? Jumlah keseluruhan tentera Mujahidin tidak lebih dari 4,000 orang di seluruh Chechya. Hanya 837 Mujahidin sahaja berada di Grozny, ibu kota Chechya. Tentera Russia yang mengepung Grozny berjumlah 12,000 orang! Kami 837 Mujahidin telah berhasil menewaskan 12,000 orang tentera Russia!"

"Bagaimana ini boleh berlaku? Allah menyatakan dalam Al-Quran bahawa dengan bantuan Allah, SubhanalLah, sekecil manapun jumlah kamu, kamu boleh mengalahkan ribuan dan ribuan orang kuffar."

"Tahukah kamu kenapa kami begitu berjaya, mengalahkan tentera Russia hanya dengan sebagian kecil tentera? Ketahuilah, Islam yang awal datang kepada kami di Chechya, Daghestan, Russia dan Tataristan serta negara-negara tetangga di sini adalah melalui kaum Sufi. Dan sejak itu pula Islam telah terpelihara semasa zaman Komunis dari generasi ke generasi dalam masa yang panjang adalah kerana Tasawuf."

“Tahukah kamu bagaimana islam ini dipelihara? Melalui zikrullah dan selawat ke atas Nabi Saw. Kami ini adalah pengikutnya kaum Qadiri dan Naqshabandi di Chechya. Sebelum kami bertolak ke segala arah medan tempur, kami akan duduk dalam bulatan dan mengalunkan qasidah Burdah Al-Bushiri."

"Kami mengalunkannya dalam satu suara, sementara kamu akan mendengarnya sebagai suara keras yang kemudian kami akan berselawat kepada Nabi Saw, kemudian berzikir lalu kami pun keluar maju untuk berperang, itulah dengan berkat selawat-selawat yang kami baca ini ke atas Nabi Saw dan juga dengan zikir kepada Allah begini."

Masya Allah, ternyata sejak presiden pertama Chechnya Akhmadovic Kadyrov hingga presiden sekarang adalah pecinta Rasulillah Saw, pecinta Ahlul Bait Nabi dan juga pelaku Maulid. Ia juga orang yang suka bertabarukan pada benda-benda peninggalan Rasulullah yang sering disebut orang sebagai bid’ah. Dan ia pun juga selalu menangis saat memegang benda milik Rasulullah itu yang mengingatkannya betapa besar jasa kecintaan Rasulullah membawa keselamatan umatnya.

Presiden ini pun juga selalu memerintahkan rakyat dan pasukan /tentaranya tidak melupakan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, dan ia juga yang tiap tahunnya membagi-bagikan uang kepada anak-anak muslim yang memiliki nama seperti nama nabi Muhammad, Isteri Nabi, Sahabat Nabi dan Ulama-ulama besar.

Dan ia pula orang yang telah bersumpah demi Allah akan membunuh para teroris (Wahabi) atau kaum fundamentalis yang mengatasnamakan agama, juga telah membunuh alim ulama dan berkhianat kepada negerinya. Oleh sebab itulah para perusak akidah dan pemecah belah umat islam itu tidak bisa leluasa lagi untuk memasuki wilayahnya.

Subhanallah..sungguh besar perhatiannya Presiden Checnya ini pada agama islam ini, betapa makmurnya negeri yang kini sedang ia pimpin hingga ia dan negaranya disegani dan diperhitungkan oleh dunia internasional. (yma)


sumber muslimvillage.com

Baca juga :
Mata Raksasa dan Fenomena Alamnya di Tanah Rusia
Turki dan Rusia Jadikan ISIS Musuh Bersama Bagi Umat Islam dan Seluruh Umat Manusia
Kejutkan Negara Sahabat dan Barat, Erdogan Ternyata Bentuk Koalisi Baru, Turki-Iran-Rusia



No comments

Powered by Blogger.