Menyesatkan Umat, DPRD Ini Minta MUI dan Bupati Rohil Agar Bubarkan & Usir Salafi dari Rohil

Mudhiatulfata.com, Rokan Hilir - Politisi dari PPP yang juga anggota DPRD Kabupaten Rohil, H.Bachid Majid, mengutuk keras Salafi Wahabi serta mengimbau kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat membubarkan pengikutnya yang dianggap suka membawa fitnah dan kesesatan kepada umat Islam karena ini sangat berbahaya bagi Indoensia dan masyarakat di Rokan Hilir, Kepulauan Riau.

Politisi yang juga dikenal dengan sebutan H. Akib ini memiliki Ponpes Al Majidiyah Bagan Batu, menegaskan:

"Saya mengimbau kepada MUI agar segera membubarkan aliran Salafi Wahabi yang sangat menyesatkan tersebut karena aliran tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat kita," tutur Bachid Majid. Kamis (28/07/2016).

Ia mengungkapkan, para pengikut aliran Salafi wahabi yang berpondok di Dusun Bakti Bagan Batu tersebut telah banyak mengeluarkan fatwa-fatwa yang sangat menyesatkan di tengah-tengah masyarakat Rohil.
Diantara, mengharamkan menghormati bendera, mengharamkan pemilihan kepala Desa, menghalalkan memakan buaya dan biawak, kura-kura serta labi-labi dan banyak lagi fatwa-fatwa yang sangat bertentangan dengan Alquran serta Hadist.

Tidak hanya itu, pengikut aliran Salafi Wahabi juga sudah berkembang dengan merayu masyarakat untuk bergabung. Salah satu korban yang merupakan murid dari pondok pesantren al-majidiyah yang dirayu oleh aliran tersebut sempat termakan rayuan yang menyesatkan.

"Dari keterangan murid tersebut, dirinya diharamkan pula untuk sholat bersama kedua orang tuanya karena menurut ajaran Salafi wahabi selain dari aliran mereka adalah ahli Bid'ah yang menyesatkan," pungkas Bachid Madjid.

H. Akib sapaan akrab Politisi PPP itu menyebutkan, pengikut aliran Salafi Wahabi tersebut telah banyak merayu masyarakat untuk masuk ke dalam aliran tersebut lalu menyesatkan mereka. Salah satu korbannya merupakan murid dari H.Akib sendiri. Dari keterangan muridnya tersebut, dirinya diharamkan sholat bersama kedua orang tuanya karena menurut ajaran Salafi wahabi selain dari aliran mereka adalah ahli Bid'ah.

Dengan kesesatan yang diajarkan Salafi itu, H. Akib juga meminta agar Bupati mengusir pengikut aliran Salafi Wahabi tersebut dari Bumi Seribu Kubah ini karena mereka mengharamkanPemerintahan. Bahkan dirinya juga menyebutkan pengikut aliran tersebut lebih baik diusir dari Indonesia ini dan membuat Negara sendiri diluar Indoensia ini. (aj) 


sumber riauaktual.com



No comments

Powered by Blogger.