Na'uzubillah.. Ternyata Wahabi Salafi Awal Mulanya Berasal Dari Syi'ah Rafidhah


Mudhiatulfata.com - Sangat menarik bila melihat latar belakang dan seluk beluk antara golongan Syi'ah dengan Wahabi (Salafi), di mana sama-sama sebagai kelompok dari umat islam ini yang suka membuat kontreversi. Yang satu mengkafirkan para Sahabat beserta Isteri Nabi, dan yang satu lagi pun juga mengkafirkan Orangtua Nabi. 

Meskipun mereka meyakini dan berdalih adanya berbagai dalil agama menurut mereka (Syi'ah dan Wahabi), namun yang jelas dalil-dalil yang mereka yakini itu total tidak sesuai dengan pemahaman ajaran islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

Secara emosional, jika berbicara mengenai asal usul Wahabi atau golongan yang menamakan dirinya Salafi (berasal dari Saudi) ternyata mempunyai sejarah dan lika-liku yang yang menyakitkan bagi umat islam. Baik Wahabi maupun kaum Syi'ah adalah sama-sama sebagai korban hasutan atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh pihak Zionis Yahudi.


Kedua-duanya terhasut bahwa pintu ijtihad masih terbuka luas sehingga bagi mereka tidak patut mengikuti Imam Mazhab yang empat dan mereka disibukkan dengan mengulang kembali apa yang telah dilakukan oleh Imam Mazhab yang empat namun mereka belum berkompetensi sebagai imam mujtahid mutlak.

Kelompok Wahabi yang merasa telah mengikuti Salafus Sholeh namun kenyataannya mereka justru cuma mengikuti para ulama yang mengaku-ngaku diri mengikuti salafus sholeh saja dan tidak pernah bertemu langsung atau bertalaqqi (mengaji) dengan para ulama salafus sholeh. Bahkan yang bikin tercengang dan parahnya lagi, kenyataannya mereka itu tidak sejalan dengan imam-imam mazhab yang empat apalagi bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan para palafus sholeh.

Sementara kelompok Syiah yang merasa telah mengikuti Imam Ahlul Bait namun kenyataannya mereka hanyalah mengikuti para ulama yang mengaku-ngaku diri mengikuti imam ahlul bait saja. Dan kenyataannya mereka tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far Ash Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain ra bin Sayyidina Ali ra untuk mengikuti Imam Mazhab yang empat yang bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh.

Asal usul Wahabi ternyata ada hubungannya dengan Syi'ah

Sejenak berikut ini mari kita melihat sedikit bagaimana kisah asal-usul Wahabi itu berasal dari fahaman Syi'ah Rafidhi, itulah keterangan dari Mr. Hempher yang menukil /mengambil isi dari kitab karangan yang dituliskan oleh kelompok Syi'ah Rafidhah.

Mr. Hempher yang jadi partnernya tuan Suud (Raja Suud) pada masa awal kebangkitan kerajaan boneka (Inggris) Arab Saudi dahulu di Nejad, tahu akan sifat-sifat Rafidhi tersebut yaitu suatu kelompok yang menolak Zaid bin Ali (lmam Zainal Abidin) untuk membantunya memerangi Bani Umayyah tapi sangat menginginkan kekuasaan.

Kitab karangan dan tulisan kelompok Rafidhi inilah yang kemudian digunakan Mr.Hempher untuk mempengaruhi Muhamad bin Abdul Wahab yang bodoh menurut Hempher dan kurang faham agama.

Dalam kitab karangan dan tulisan kelompok Rafidhi disebutkan bahwa mereka menuduh Sayidina Umar bin Khatab sebagai pelaku bid'ah, yang berani merubah-ubah hukum Allah dengan menghapus nikah Mut'ah yang menurut kaum Rafidhi itu dihalalkan.

Dalam kitab dan salinan Syiah Rafidhi mereka mengatakan apa-apa yang tidak dilakukan dan dicontohkan Nabi Muhammad adalah bid'ah. Karena itulah oleh Rafidhi kemudian melaknat para Sahabat Nabi Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, Sayidina Utsman serta menuduh mereka sebagai pelaku bid'ah.

Dari bukti itulah Mr. Hempher yang mengutip dan mengambil pemahaman kitab-kitab Syiah Rafidhi untuk mempengaruhi Muhamad bin Abdul Wahab.

Hal ini terbukti dengan fakta sejarah bahwa Muhamad bin Abdul Wahab juga pernah melakukan nikah mut'ah dengan dua wanita agen Inggeris. Dan semua umat islam Ahlussunnah Waljama'ah juga tahu bahwa istilah dan praktek nikah mut'ah adalah ajaran dan kebiasaan kaum syiah.

Kemudian ketika Mr. Hempher dan Muhamad bin Abdul Wahab melakukan perjalanan ke lran yang didominasi orang Syi'ah, mereka berdua melakukan praktek taqiyah yang biasa dilakukan oleh penganut Syi'ah. 
Jadi tidak usah heran mengapa Salafi Wahabi sekarang juga menghalalkan pernikahan Misyar? 
Itu sebab nikah misyar adalah jenis dari pada nikah Mut'ah juga yang tidak lain hanya sedikit pergantian nama namun pada prakteknya sama saja.

Maka tidak heran jika Salafi Wahabi kadangkala berdusta karena sebab pendirinya saja Syeikh Muhamad bin Abdul Wahab memang telah lebih awal mempraktekkan taqiyah ala Syi'ah yang diajarkan Mr. Hempher kepadanya.

Intisarinya ini bermakna Salafi Wahabi adalah berasal dari pemahaman Syi'ah Rafidhi yang telah berganti nama sekte saja.

Dari hal ini, mari kita istiqomah mengikuti para ulama yang sholeh, kalangan ahlul bait, para habaib (keturunan keluarga Rasulullah) karena mereka mendapatkan pengajaran agama dari para orang tua mereka secara langsung terdahulu yang tersambung hingga kepada Imam Sayidina Ali ra. 

Dan Sayidina Ali pun orang yang mendapatkan pengajaran agama langsung dari lisannya Rasulullah Saw, sehingga terjaga kemutawatiran sanad, kemurnian agama dan aqidahnya tidak tercampur dengan akal pikiran manusia yang di dalamnya adalah unsur hawa nafsu.

Para ulama dari kalangan Ahlul Bait telah sepakat bahwa apa yang disampaikan oleh pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim (imam mujtahid mutlak) yakni para ulama / imam mazhab yang empat telah sesuai dengan pengajaran agama yang telah mereka dapatkan dari orang tua-orang tua mereka terdahulu dan tersambung juga kepada Imam Sayyidina Ali ra yang mendapatkan pengajaran agama dari Rasulullah Saw.

Semoga kita selalu senantiasa diberikan petunjuk, rahmat hidayah Allah hingga mencapai akhir hayat yang husnul khatimah. (yma)




No comments

Powered by Blogger.