Sepuluh Nasehat Yang Diwasiatkan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani Bagi Umat Islam


SULTHANUL Auliya’ sebutan kepada Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani yang sosok seorang ulama dan ahli tareqat atau disebut juga ulama Sufi yang sangat dikenal oleh umat islam di masanya dengan berbagai disiplin ilmu dan amalannya, kearifannya serta keistimewaan (karomah) yang Allah berikan kepadanya.

Namun adakalanya orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhinya, baik itu orang-orang fasiq, munafiq bahkan kafir sekalipun hingga menjadi sadar dengan berkat pencerahan, nasehat dan doa-doa mujarab yang dipintakannya kepada Allah. Dialah seorang Waliullah pada masanya yang banyak meninggalkan ilmu dan nasehat serta wasiat yang sangat dibutuhkan umat.

Sebagai seorang ulama terkenal di masa lalu hingga kini pun Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani masih terus dikenang dan diperingati Haulnya oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Itu karena kelebihannya dalam bertaqarrub ilallah membuat orang lain iri kepadanya. Keilmuan yang menonjol padanya diakui oleh ulama-ulama saat itu yakni dalam bidang ilmu tauhid dan hikmah, ialah yang mengedepankan tareqat dan tasawuf.

Beliau pun masih berada dalam silsilah keturunan kuat Baginda Nabi Muhammad SAW, dan Ibunda Syeikh Abdul Qadir Jailani ini bernama Ummul Khair Fatimah juga merupakan keturunan Maulana Imam Husain adalah sang cucu Nabi Muhammad SAW.

Syeikh abdul Qodir Al-Jaelani lahir pada tahun 1077 M/469 H, di mana saat kelahirannya sang ibu sudah mencapai usia 60 tahun di sebuah tempat bernama Jailan. Itulah sebab mengapa di balakang namanya terdapat julukan al-jaelani sesuai kebiasaan penduduk Arab masa itu yang biasa menambahkan nama mereka sesuai dengan tempat tinggalnya.

Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani wafat pada malam sabtu, 10 Rabiul Awwal 561 H, di usiannya yang ke 90 tahun dikarenakan sakit ringan dalam waktu yang relatif singkat (sumber lain mengatakan bahwa beliau hanya menderita sakit sehari semalam).

Sepanjang hidupnya beliau mengabdikan hidupnya untuk selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi kaum muslimin, seperti mengajar dan bertausiah, konon ketika hendak menemui ajalnya pun beliau masih berpesan kepada anaknya yang memintanya untuk berwasiat.

“Bertakwalah kepada Allah, Ta’atilah Tuhanmu, jangan takut dan jangan berharap kepada selain Allah, sefahkan semua kebutuhanmu pada Allah Azza wa Jalla. Cari dan mintalah semua yang engkau butuhkan pada allah. Jangan terlalu percaya kepada selainnya, bertauhidlah.. bertauhidlah.. bertauhidlah..!

Berikut ini sepuluh wasiat yang penting sering dinasehatkannya (saat masih hidup) bagi kaum muslimin. Dengan nasehat yang penuh makna, sangat bermanfaat menjadi renungan agar kita tetap yakin dan beramal di jalan Allah Swt, sebagai berikut :

1. Jangan mudah bersumpah atas nama Allah, baik dalam keadaan benar maupun salah. 

2. Jauhilah berbohong baik dalam keadaan bergurau atau serius.

3. Menepati janji. Hal ini sebagai tali erat untuk menjaga keharmonisan antar umat manusia.

4. Jangan melaknat makhluk Allah. Kata-kata kutukan hanya akan menjadikan hubungan antar sesama manusia semakin renggang.

5. Janganlah mendoakan jelek pada orang lain meski ia telah berbuat jelek kepada kita.

6. Jangan menjadi saksi orang Islam untuk gemar memberi vonis sesat dan syirik kepada orang lain.

7. Jauhkan pandangan dari maksiat, supaya cepat jiwa diangkat oleh Allah. Anggota tubuh menjadi jinak dalam melakukan ketaatan

8. Jauhailah bersandar kepada makhluk dalam hajat sekala kecil maupun besar. Hal Ini merupakan kemualiaan orang yang bertakwa kepada Allah.

9. Jangan rakus kepada hal yg dimiliki orang lain. Berjiwa besarlah untuk kecukupan yg murni, dengan demikian datanglah wara’.

10. Tawadhu' lahir dan batin, di situlah posisi hamba menjadi naik, dan akan menjangkau keluhuran.

Dengan mengharapkan keridhaan dan rahmat ilahi Rabbi, semoga wasiat ini dapat sentiasa bisa kita amalkan hingga sepanjang masa. (yma)
  


Sumber : 
Kumpulan nasihat sehari-hari penyejuk hati 
karya Syeikh Abdul Wahid

Baca juga :
Powered by Blogger.