Bersama Kami di Auliya Travel

Suka Blak-blakan dan Tidak Sejalan dengan Partai Akhirnya Ruhut Sitompul Dicopot Lewat SMS


Mudhiatulfata.com - Akibat suka bicara blak-blakan dan menyalahi komitmen partai akhirnya Ruhut Sitompul dicopot dari koordinator juru bicara Partai Demokrat. Pencopotan itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Seperti dikabarkan situs merdeka.com, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok membenarkan pencopotan Ruhut. Dia juga membenarkan SMS SBY kepada Ruhut yang beredar di kalangan internal partai.

SBY nampaknya sudah tak lagi tahan melihat komentar Ruhut yang terlalu 'liar'. Khususnya soal Pilgub DKI Jakarta, Ruhut menyebut dirinya mendukung bakal calon petahana Basuki T Purnama (Ahok). Padahal, Demokrat secara kelembagaan sama sekali belum memutuskan akan mendukung siapa.

Gerah dengan komentar Ruhut yang dinilai dapat berdampak buruk bagi citra partai, SBY akhirnya mencopot anggota Komisi III DPR itu. SBY memberikan teguran keras kepada Ruhut melalui pesan singkat dari ponselnya langsung.

"Sikapnya yang sebenarnya pribadi kerap mengatasnamakan partai. Padahal jelas-jelas tidak segaris dengan kebijakan partai," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo

Roy menegaskan, Ruhut dicopot bukan semata-mata karena SBY. Dia menjelaskan, pencopotan Ruhut dilakukan atas rekomendasi dewan kehormatan dan dewan pengawas partai.

"Iya itu resmi dari Pak SBY, ada juga kok di grup WA Partai Demokrat, grupnya resmi," kata Mubarok saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/8).

Menurut dia, di internal Demokrat sudah biasa menyebar instruksi SBY melalui grup WhatsApp. Namun dia tak menjelaskan detail siapa pertama kali menyebar SMS SBY itu di grup WA partai.

"Biasa pesan seperti itu dari sekretaris majelis tinggi baru disebar, kader terima," cetus dia.

Berikut isi SMS pencopotan Ruhut Sitompul oleh SBY yang tersebar di grup WA kader Demokrat:

1. Saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD.

2. Sudah cukup sering saya berikan peringatan terhadap pernyataan saudara, tetapi tidak diindahkan. Terus terang ini sangat merugikan kepentingan PD ke depan.

3. Melalui sistem yang belaku di PD saya mempertimbangkan tindakan yang tepat untuk saudara. Dan untuk sementara saya menonaktifkan kedudukan saudara sebagai koordinator Jubir PD.

4. Untuk diindahkan dan dilaksanakan.

Sementara Ruhut yang mengakui bahwa di SMS langsung oleh SBY. Namun bukan mengakui kesalahan, dia malah menyerang balik kader Demokrat lain. Ruhut menduga pencopotannya berawal dari sikap kerasnya terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Putu Sudiartana.

Putu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK atas kasus korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Barat. Atas kejadian ini, Ruhut menyampaikan pernyataan keras bahwa Putu bakal dipecat.

Namun sejumlah kader seperti Amir Syamsuddin justru berang dengan ucapan Ruhut. Amir Syamsudin dituding melaporkan ini ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Waktu Putu tertangkap tangan, gua ini juru bicara. Gua ini antikorupsi. Amir Syamsudin dkk marah bikin pertemuan. Aku koordinator enggak diundang," kata Ruhut saat dihubungi Jakarta, Senin (21/8).

"Mereka lapor ke SBY ke mana-mana. Setelah mereka konpers KPK bilang itu tertangkap tangan langsung diem. Rusak kan partai kalau gitu. Sedangkan partai kita mengatakan tidak pada korupsi," sambungnya. (yma)


No comments

Powered by Blogger.