Bersama Kami di Auliya Travel

Heboh Lagi, Warga Kota Malang Menolak dan Menuntut Wahabi beserta Ustad-ustadnya


 Mudhiatulfata.com, Malang - Setelah sebelumnya di berbagai daerah dan provinsi di Indonesia telah menolak Wahabi, kini aksi serupa pun terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, yang menuntut Wahabi beserta ustad-ustadnya karena telah menghina dan mengkafirkan sejumlah ulama Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). 

Berdasarkan sebuah postingan video yang bersumber dari akun media sosial atas nama Yudit Kandhias Soghir dipostingkan sekitar pukul 6 sore tadi (23/9/2016), mengabarkan bahwa telah terjadi aksi massa ke gedung Wali Kota Malang. Massa yang terdiri dari masyarakat dan santri-santri di kota Malang menuntut pendakwah Wahabi (Salafi) Ustad Agus Hasan Bashori atas ucapannya, (23/9).

Lihat videonya :


Dalam postingan video ini, pemilik akun yang turut hadir dalam aksi tersebut menuliskan bahwa tuntutan massa yang hadir ke Kantor Walikota Malang, juga meminta klarifikasi kepada Saudara Agus Hasan Bashori (ustad Salafi) dan kawan-kawan yang membuat pernyataan di akun Jejaring Sosial mereka bahwa mukhtamar yang diadakan di Chechnya adalah buatan Rusia dan Syi’ah.

Mediasi yang dipimpin langsung oleh Bapak Walikota, membuahkan hasil keputusan antara pihak Aswaja yang diwakili KH. Sutiaji dengan pihak Salafi Wahabi diwakilkan Ustadz Agus Hasan Bashori. Intinya di sini Salafi Wahabi tidak mengakui dan bersumpah kalau tulisan orisinil mereka tidak ada yang mengkafir-kafirkan ulama-ulama pada saat Muktamar.

Pada mediasi ini, kelompok Salafi juga meminta maaf kepada semua yang hadir. Maka sebagai inbasnya Walikota Malang melarang model-model dakwah yang suka menebarkan kebencian dan melarang juga ustad-ustad Salafi yang berasal dari luar Malang untuk masuk dan berceramah di kota Malang.

Dalam video ini tampak KH. Sutiaji, sesaat menyampaikan orasinya namun sempat tertahan dengan meneteskan air mata karena mengingat betapa penghinaan kelompok Salafi tersebut ditujukan kepada guru-gurunya.

Begitupun massa yang hadir pun sempat terbawa emosi, wajar saja bila massa ini meluapkan kemarahan mereka karena melihat guru-gurunya telah dihina dan dikafir-kafirkan oleh Wahabi. Kemudian KH. Sutiaji sempat pula menegur seorang dari massa ini yang terbawa emosi lalu menasihatinya agar dapat menenangkan diri. Beliau mengatakan bahwa ia sadar dan marah saat mengetahui Wahabi di Malang ini menghina guru-gurunya.

Kemudian KH. Sutiaji menghimbau kepada para pendakwah Salafi Wahabi yang terkhususkan (di Kota Malang) untuk tidak lagi membuat statemen-statemen dengan kata-kata penghinaan yang dapat menimbulkan kekisruhan, keresahan dan perpecahan umat.

“Di sini Ana berharap tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini. Ana santri tidak pernah diajarkan untuk mengkafirkan, mensyirikkan, membid'ahkan sesama saudara muslim kami, apapun golongannya,” ungkap KH. Sutiaji.

Dalam postingan akun Yudit tersebut, ia menuliskan bahwa jikalau hal ini terjadi ana pun siap pasang badan untuk membela guru-guru kami. Kita orang yang sama, “aiyyuhal habaib aiyyuhal masyaikh wa ajdadukum fii shoffrin wahid Ahlussunnah Wal Jamaah.”

Dengan iringan pembacaan kalimat Maulid Burdah, massa membacakannya berserta yang ikut hadir.
Dan di penghujung tulisannya ia minta didoakan agar semoga selalu diberi kekuatan & kesabaran untuk membawa da'wah islam ini dengan akhlak yang baik sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Junjungan Kita Sayidina Rasulillah Saw. (yma)

Baca juga :



No comments

Powered by Blogger.