Bersama Kami di Auliya Travel

Subhanallah.. Tawadhuknya Tgk Atasykuri (Abana) Kepada Akhan Buka Pengajian Di Gampong Jawa


Mudhiatulfata.net - Sebagaimana diketahui, malam Senin 25 September lalu adalah awal dimulainya pembukaan pengajian di Balai Gampong Jawa, Banda Aceh. Ada hal istimewa dan menarik dijumpai saat itu yang patut dijadikan suri teladan oleh semua orang.






Keistimewaan tersebut yaitu selain datangnya guru almukarram Tgk Atasykuri (Abana) yang pertama kali ini mengajar di balai Gampong Jawa, dan di malam itu juga turut hadir putra dari guru yang mulia Abon Seulimuem yakni Tgk Muhammad Nabil (Akhan), sehingga membuat suasana pengajian menjadi lebih spesial dan bersemangat.

Akhan bersama panita dan jamaah pengajian

Bukan itu saja, hal yang menarik di malam Senin itu juga telah membuat jamaah yang hadir terkesan dan kagum berkat adanya pelajaran berharga yang dilakukan Abana.

Saat itu sebagai malam perdana pembukaan, Abana beralasan kalau bukan Akhan yang bersedia membuka pengajian maka Abana pun tidak mau membuka dan melanjutkan pengajiannya, mengapa demikian?
Beliau merasa diri bukan apa-apa dibanding Akhan orang yang alim dan lebih layak daripadanya. Maka atas permintaan Abana, akhirnya Akhan pun bersedia membuka pengajian, dan kemudian dilanjutkan oleh Abana hingga selesai.

Akhan anak tertua Abon Seulimuem, foto saat di Makah

Tahukah Anda, apa dibalik alasan Abana terhadap Akhan? Tidak berlebihan bila ada yang menilainya bahwa Abana sangat tawadhu', tanpa disadari ia ternyata secara tidak langsung telah mengajari semua jamaah akan pentingnya sebuah adab beretika.

Menurut pandangan beberapa orang jamaah yang menilai, Abana telah memberikan pelajaran berharga di malam itu kepada jamaah dengan mempraktekan sebuah sikap tawadhu’ yakni sifat merendah kepada sesama, dan ini merupakan bagian dari pada ilmu tasawuf.


Jamaah menilai, sikap Abana demikian karena Beliau tahu beretika (adab) yang baik kepada orang alim, sekalian juga anak dari seorang guru mulianya Abon Seulimuem, yang dahulu pernah mengajarinya sikap demikian.

Saat itu, Abana menganggap kehadiran Akhan sudah tepat untuk bisa membuka pengajian sebagai wujud mengambil keberkatan doa dari Akhan pada pengajian. Sementara Akhan sendiri adalah orang yang alim telah teruji dan mendapat kepercayaan penuh dari Abon (ayahnya).

Di sini semua bisa melihat demikian sosok Abana sebagai orang yang patut dibanggakan. Subhanallah, membuat jamaah yang hadir tertegun kagum. Sebuah sikap yang patut diakui kemuliaannya dan diteladani oleh semua orang. (yma)


No comments

Powered by Blogger.