Wahai Isteri.. Jangan Hinakan Suami dan Jaga Dia dengan Kasih Sayang


Dalam kehidupan rumah-tangga memang tak pernah luput dari permasalahan, namun sebagai orang yang beriman sedianya setiap permasalahan harus dapat diatasi dengan baik dan tidak mengedepankan emosi serta gegabah bahkan hingga dapat meruntuhkan batas dan syarat sebuah ikatan suci pernikahan. 

Pada dasarnya baik suami maupun isteri memiliki tugas dan tanggung jawabnya, namun untuk sang suami merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam rumah tanggamu, baik dalam ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. 

Dari izin seorang suami-lah kamu bisa pergi ke sana kemari. Andaikan saja orang tua parah sakit hingga meninggal bila suami tak mengizinkanmu keluar rumah maka kamu tetap tiada biasa menjenguknya. Apalagi untuk perkara keduniawian yang tak ada sangkut pautnya dengan keluarga dan agama. 

Namun adakalanya ketika saat sang suami jatuh terpuruk oleh sesuatu hal hingga tidak mampu lagi bekerja menafkahi engkau baik lair maupun batin, lalu janganlah serta merta menyalahkan ia.
Ingatkah engkau ketika ia saat mengenal dan melamarmu dengan segala pengorbanannya? Ingatkah engkau saat sudah menjadi istri-nya, mari sejenak mungkin ada sesuatu yang engkau telah lupakan.

Coba perhatikan ;

- Ketika ia terlelap tidur atau istirahat, pandanglah sesekali wajah suamimu itu. Ingatlah, itulah wajah orang yang tiada hubungan darah dengan mu namun tetap terus berusaha mencintaimu setulus hati.

- Ketika ia pulang bekerja atau dari tempat usahanya, cium tangannya.
Ingatlah, itulah tangan orang yang bekerja keras mencari rizki untuk menafkahi dirimu dan anak-anakmu. padahal sebelum akad nikah ia tak punya hutang budi terhadapmu, tapi ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.

- Ketika ia duduk berdua denganmu, lihatlah suamimu, pandanglah dirinya dengan penuh kasih dan sayang. Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah, agar kau tak turut sedih karenanya. Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri agar kau tidak ikut terbebani. 


Sementara kau sering mengadukan masalahmu kepadanya, berharap ia mau mengerti dan memberi solusi. Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar daripada masalahmu. Namun engkaulah yang tetap diutamakannya.

Mulai sekarang, janganlah sekali-kali engkau membuatnya bersedih hati, bila dia memang seorang suami yang baik hati dan bertanggung jawab, jagalah amanah yang telah dipercayakannya kepadamu. Jangan biasakan engkau hanyut dalam emosional patuh kepada perintah syaitan untuk membuat hatinya terluka, janganlah engkau menjadi istri yang bejat, istri yang siap dinantikan neraka kelak.


Apabila memang engkau tidak mematuhi bahkan menghinanya maka ingatlah isteri bejat tempatnya adalah di neraka. Semoga Allah jadikan keluarga engkau jauh dari pertengkaran dan diridhai-Nya dunia akherat. Amin.

sumber fb khairul

No comments

Powered by Blogger.