Wahai Wanita.. Hijab & Akhlaq Dua Hal Yang Berbeda, Mengapa Takut & Harus Mengakal-akalinya?

Oleh : Yanda Mahyalil Aceh


ADA sebahagian dari kaum Hawa di negara ini, ketika berbicara masalah "Hijab atau Jilbab" maka mereka menjadi gelisah dan takut. Mengapa? Kemungkinan karena ada beberapa faktor yang menyebabkannya demikian.
Pertama kurangnya akan kesadaran dan kedekatan diri kepada Sang Ilahi, kemudian faktor penyebab lainnya karena kurangnya pengertian akan ilmu agama sehingga ia tidak melihat agamanya secara menyeluruh dan benar.

Ketika mereka tidak menyadari akan kedekatan diri dengan Sang Penciptanya dan tidak mengenal ilmu agamanya secara sempurna maka kerap menganggap hijab tersebut sebagai hal yang rumit dan susah untuk dilakukan mengingat kebiasaannya yang masih hidup dalam kebebasan.

Bisa jadi mereka mengkhawatirkan apabila memakai hijab nantinya tidak sanggup menjaga diri dalam kesucian agama ini. Di antara mereka meyakini hijab itu sebagai sesuatu hal yang berasal dari Arab bukan dari islam. Ada pula di antara mereka, kewajiban yang dituntut ini hanya dari sisi makna hakikatnya saja dengan anggapan mereka "yang penting akhlaq dan hati harus bersih, bukan zahir". 

Maka adalah sebuah kekeliruan jika masyarakat meyakini demikian, karena  menutup aurat merupakan sebuah keharusan yang wajib atau harus dikerjakan oleh setiap wanita yang beragama islam yang berakal.
Memang benar, yang penting akhlaq dan hati, dan akhlaq itu hanya dari sisi dalam, tapi agama ini juga mengajarkan bahwa tubuh wanita itu hendaknya ditutup juga dari luar dan harus dilakukan secara singkron luar dan dalam.

Kerap kali permasalahan hijab dikaitkan dengan akhlaq seseorang, hingga hampir mencoreng kesucian hijab itu sendiri. Walau sebenarnya hijab dan akhlak merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlaqmu, katakan pada mereka bahwa antara jilbab dan akhlaq adalah dua hal yang berbeda.

 Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karna jilbabnya namun karena akhlaqnya.

Mungkin yang perlu diingat "yang berhijab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia kebiasaannya itu berhijab atau menutub diri", seperti halnya Ibunda Nabi Isa alaihi salam, Siti Fathmah Az-Zahrah dan kisah-kisah dari Waliullah Rabi'ah Adawiyah dan sebagainya yang menjaga hati dan kesucian diri mereka.

Sebagai hal perintah dalam beragama ini, jangan khawatir dan takut Allah akan membantumu. Apabila engkau wahai Wanita telah berniat tulus memakainya maka berdoa dan nemohon akan keridhaanya serta yakinlah bahwa Engkau dapat melalukannya secara baik dan benar sehingga dapat menyucikan dirimu. 

Semoga saja engkau berhasil melakukannya dengan sempurna, dan dengan tulisan ini semoga dapat memotivasimu dan meringankan gerak langkah kelakuanmu untuk dapat merubah kebiasaanmu yang selama ini terbuka auratmu menjadi tertutup dengan rapi. 


Baca juga :


No comments

Powered by Blogger.