Astagfirullah.. Ustad Wahabi Ini Haramkan Demo Berarti Membiarkan Islam Hancur-lebur


Mudhiatulfata.com - Sadarkah ustad Wahabi ini dengan realita agama ini yang telah direkayasa kehancurannya oleh kaum Kuffar? Mengapa ia terlalu picik dan kerdil melihat realita dan kondisi agama yang suci ini telah dirusak sedemikian rapi oleh mereka? 

Mohon dilihat video ini dulu biar kita semua mengerti dan memahami latar belakang, sebab musabab demo, perhatikan baik-baik hingga akhirnya :

Kalau menolak demo berarti sama dengan Wahabi tolak pembelaan ajaran-ajaran atau nilai syariat agama ini ditegakkan.

Hanya berpegangan pada dalil-dalil zahiriah tanpa bisa menafsirkan yang sebenarnya malah dan setelah ia menuduh para pembela agama islam ini sebagai pengahncur islam, tapi sekarang ternyata ia sendiri yang justru telah merasakan akibatnya. Ia sendiri sekarang yang menjadi penghancur islam ini dengan membiarkan islam ini dihancurkan oleh kaum Kuffar dan para Liberalis.

FPI yang berakidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswj), telah siap fisik dan mentalnya sejak dulu hingga sekarang, tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada dengan kelompok-kelompok islam lainnya, FPI telah sedia berada digaris terdepan membela agama ini. 

Alhamdulillah, ternyata Front Pembela Islam (FPI) dapat membuktikan diri untuk benar-benar membela islam agama yang haq yang Ahlussunnah Waljamaah, agama yang rahmatan lil alamin. Islam Ahlussunnah Waljamaah inilah agama yang dianut mayoritas oleh umat islam di Inodonesia ini.

Tiada lain tujuan dibentu ormas FPI hanya bertujuan membela agama ini, namun seiring dengan perkembangannya ada saja pihak-pihak yang tidak senang dengan kehadiran FPI di negara ini untuk menjaga dan mengawal agama islam daripada kehancuran yang ditimbulkan oleh moral bangsa ini.

Berbagai berita buruk tentang FPI ini pun sengaja dimuncul ke publik lewat sosial media, baik itu berita kekurangan para personil FPI, hingga ke segala bentuk yang berhubungan dengannya.
Itulah mereka para pembenci FPI, dengan kedengkiannya mereka sampai mencari-cari kekurangan yang terkadang diada-adakannya, bahkan dibenturkan dengan ajaran islam ini pula.

Pada dasarnya demonstrasi dibolehkan selama bisa dilakukan secara tertib dan damai serta tidak anarkis dan merusak lingkungan. Akan tetapi sebaliknya, demonstrasi itu dapat digolongkan kepada haram apabila tidak dilakukan secara benar sesuai aturan-aturan yang berlaku. Hanya kerjaan mereka yang anti Fpi-lah yang membuat dan mengada-ngadakan serta memperbesar kekurangan yang ada pada personil FPI.

Lalu, siapa mereka? Mereka itu terdiri dari orang-orang yang tidak berilmu hingga ke orang-orang yang dihormati oleh para pengikutnya.

Sebut saja secara mereka yang anti dengan FPI yang paling utama adalah orang-orang munafiq yakni orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang awam maupun terpelajar (baik muslim maupun non muslim). 
Mereka ini tidak bermoral dan tidak menjaga akan ketentuan-ketentuan yang telah diperintahkan Allah. Mereka itu juga orang-orang yang tidak menyukai agama ini berdiri dengan nilai-nilai kesempurnaannya. Lebih tepatnya mereka disebut sebagai pengikut Liberal.

Termasuk juga kedalamnya adalah kelompok Wahabi, hal ini berdasarkan bukti seperti apa yang telah dikatakan oleh ustad Riyadh Bajrey yang telah mengganggap permasalahan demontrasi yang dilakukan FPI sebagai sebuah perbuatan dosa (haram).

Menurut Ustad Riyadh ini yang saking antinya pada FPI, ia berani menyamakan Front Pembela Islam adalah sebagai Front Penghancur Islam. Nah, dari ini dapat dibuktikan ternyata ustad Wahabi ini seorang yang tidak berilmu dan beriman.

Sesuai dengan penjelasan yang telah disebutkan dalam video di atas, berarti orang-orang munafik baik yang pelaku maksiat, liberal maupun sejenis ustad Riyadh Bajrey ini adalah bagian daripada orang-orang yang anti terhadap perjuangan membela nilai islam serta norma-norma etika islami yang berlaku dalam masyarakat.

Adapun mengenai islam agama yang rahmatan lil alamin maka tepatlah FPI sangat menghargai perbedaan terhadap siapa saja baik muslim maupun non muslim (Yahudi, Nasrani, Budha, Hindu, dan sebagainya) tapi dalam konteks bisa saling menghormati, menjaga keharmonisan dan perbedaan yang ada.
Jika tidak maka konsekwensinya tentu akan berakibat buruk juga terhadap persatuan dan perbedaan tersebut. 

Sekarang jelas sudah, siapa dalam islam yang telah membela agamanya, apakah FPI atau ustad Riyadh Bajrey sang ustad Wahabi?

Kedapan diharapkan tidak ada lagi kelompok-kelompok yang suka menghina dan mengkafirkan sesama muslim. Demikian juga kepada Ustad Riyadh agar mendapat hidayah Allah membuka pintu hati dengan menyempurnakan lagi keilmuannya agar sadar terhadap agama ini.

Sebagai muslim yang baik, dengan melihat realita sekarang di negeri ini, apapun mazhab dan imam kita, tinggalkan perbedaan dan mari kita bersatu dalam kalimah "Laa ilaaha illallah - Muhammadan Rasulullah", membela agama ini daripada kehancuran dan rongrongan kaum Kuffar. 

Penulis & editor :
Yanda Mahyalil Aceh

No comments

Powered by Blogger.