Heboh.. Bapak Asal Betawi Ini Berani Unggah Video Tantang Ahok Untuk Berduel Sampai Mampus


Mudhiatulfata.com - Permasalahan Ahok, ternyata bukan hanya permasalahan melecehkan agama islam saja yang dilakukannya tapi sebelumnya telah banyak hal-hal ganjil yang Ahok lakukan terhadap masyarakat dan orang-orang yang bekerja di daerah yang dipimpinnya. 

Seperti yang terjadi pada April 2016 lalu oleh seorang pegawai negeri di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta, Imam Supriadi (IS) yang berani dan sengaja mengunggah videonya hingga menjadi viral, hanya untuk menantang Ahok.  

Akibat kesal dan tidak terima melihat sikap Gubernur DKI yang memarahi atasannya di kantor tempat ia bekerja. Menurutnya Ahok telah merubah kebijakan atau rancangan-rancangan selama ini sehingga menyusahkan mereka. 

Menurut IS, kekesalannya semakin meningkat mengingat selama ini Ahok selaku pendatang (China) non muslim telah membuat kekacauan dan merubah juga kebiasaan yang ada di daerahnya, sehingga ia mengajak Ahok menantangnya dan jangan tantang atasannya.


Videonya tersebut sempat membuat viral di sosial media yang membuat kaget BPK RI dan ditanggapi oleh Kepala Biro Humas dan Kerjasama Internasional BPK RI, R Yudi Ramdan Budiman, mengatakan bahwa video yang diunggah IS melalui Youtube tidak etis dan tidak sesuai dengan undang-undang ITE, demikian sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Yudi juga menegaskan, IS bukanlah seorang auditor BPK seperti dalam videonya, melainkan staf Biro Sumber Daya Manusia (SDM), dan saat ini IS sedang diperiksa secara internal.

"Tidak proporsional dan dijelaskan dalam surat yang dimaksudkan IS itu bahwa sikap, pandangan, serta pernyataannya bukan representasi dari lembaga BPK. Itu adalah (sikap) individu," pastinya lagi.

Menanggapi konten dari video tersebut, Yudi menuturkan, dirinya kaget dan segera mengambil langkah-langkah untuk menahan video tersebut agar tidak tersebar luas dan merugikan nama BPK.

Video IS dianggap memuat konten yang tidak sesuai dengan undang-undang ITE. Dan Sekjen BPK ini telah melayangkan surat kepada Kominfo untuk meminta pemblokiran dengan alasan mengganggu dan tidak sesuai dengan undang-undang ITE. (yma)


Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.