Mualem Deklarasikan Akidah Aswaja Asyafiiyah & Sambut Tahun Baru Islam Di Sigli


Mudhiatulfata.com, Sigli - Mualem atau Muzakir Manaf yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh mengatakan, dirinya akan siap menerima protes dari dunia luar apabila dalam penerapan dan pengamalan akidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) Assyafi’iyah di Aceh kedepan menuai kontroversi.

“In sya Allah kedepan akan kita tarik garis jika Allah kehendaki, saya juga akan siap dengan protes-protes luar, yang pasti dari dunia barat,” ungkap Muzakir Manaf.

Pernyataan tersebut saat mengisi sambutan acara dalam rangka penyambutan Tahun Baru Islam (1 Muharram 1438 H), sekaligus Deklarasi Penerapan Aqidah Aswaja dan Pengamalan Fiqh Sesuai Mazhab Iman Syafi’i, di Mesjid Al-Falah, Sigli, kabupaten Pidie, (Minggu, 2/10/2016).

Mualem juga menambahkan untuk permasalahan penerapan Syariat Islam di Aceh memang sedikit sensitif bagi luar, walapun itu bukan urusan mareka.
Dia juga mengatakan apa yang dilakukan masyarakat Pidie selama ini sudah tepat dalam hal menerapkan aqidah Aswaja dan pengamalan fiqih menurut mazhab Iman Syafii.

“Apa yang kita lakukan di Aceh terkadang sensitif bagi dunia luar, tapi itu bukan masalah, itu urusan kita bukan urusan mareka,” kata Mualem.

Selepas acara, ada beberapa tanggapan dari warga di Sigli saat tim mudhiatulfata.com temui intinya mensyukuri penyambutan Tahun Baru Islam sekaligus pendeklarasian akidah Aswaja ini. Mereka sangat mendambakan, semoga i'tiqad Aswaja dapat benar-benar tegak khususnya dan di Aceh umumnya. 

Apa yang dilakukan oleh Mualem di Sigli juga serupa terjadi seperti sebelumnya di Aceh Timur dengan pendeklarasian Akidah Aswaja yang dilakukan oleh Bupati Aceh Timur, semoga saja juga diikuti oleh bupati /walikota lainnya di Aceh, dan tidak hanya sebatas menjual akidah sebagai modus politiknya.

Warga berharap, kedekatan Mualem dengan para alim ulama seperti Tu Bulqaini, Abon Thaleb, dan sebagainya dapat menaikan namanya sebagai seorang umara yang aspiratif dan didambakan rakyat dan umat islam. 

"Wajar saja bila kini Mualem selalu dekat dengan Tu Bulqaini, semoga Mualem itu dapat diberikan pencerahan olehnya", inbuh warga Sigli.

Mereka minta kepada Pemkab Pidie dan Pemprov Aceh dengan pimpinan DPRK atau DPRA untuk segera membuat Perbup atau Pergub yang mengatur tentang pelaksanaan aqidah dan penguatannya di Pidie atau di Aceh keseluruhan dengan i'tiqad Aswaja.

“Deklarasi Ahlusunnah Waljamaah, umara dan ulama, hanya ada satu kata tegakkan i’tiqad Ahlusunnah Waljamaah di Bumi Serambi Mekkah, untuk menulang kejayaan seperti dahulu masa kesultanan Iskandar Muda.” tambah warga. (yma)


Baca juga :


No comments

Powered by Blogger.