Bersama Kami di Auliya Travel

Ustaz Yusuf Mansur Menangisi & Menyayangkan Apa Yang Dilakukan Nusron Wahid Terhadap Ulama Tidak Baik Bagi Umat


Mudhiatulfata.com - Masya Allah bila melihat wajah Nusron Wahid saat melototi alim ulama MUI. Sampai tega menjatuhkan derajat ulama-ulama tersebut, apalagi di depan seluruh publik yang ditonton jutaan rakyat di negara ini.

Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan kesedihannya. Sambil bercucuran air mata, dia memohon agar anak-anak Indonesia tidak bersikap kurang ajar terhadap ulama.

Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu lewat akun Instagram-nya, yusufmansurnew, seperti dikutip detikcom, Rabu (12/10/2016) pagi. Dia mengingatkan agar para anak Indonesia tak bertutur kata kasar.

Dikatakan Yusuf, para ulama juga manusia yang tak terlepas dari dosa. Semua orang punya keburukan. Karena itu, anak-anak bangsa dimintanya untuk meniru hal-hal yang positif dari para ulama, sementara yang negatif jangan diikuti.

Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu sambil bercucuran air mata. Berikut pernyataan lengkap Yusuf :

Bismillahirohmanirohim, kepada adik-adik saya, anak-anak Indonesia, para remaja. Jangan ya, jangan ditiru melotot-melotot ke ulama. Jangan, jangan ditiru. Sesalah-salahnya ulama itu sebenar-benarnya kita. Jangan ditiru, yang suka maki-maki orang, jangan ditiru, yang suka bilang orang bodoh, goblok, tolol, jangan ditiru ya nak, jangan ditiru ya nak, jangan ditiru, jangan.

Ustaz juga banyak kesalahannya, banyak dosanya. Niru ustaz juga yang baik-baik saja, yang buruk mah jangan ditiru. jangan. Enggak ada orang yang enggak punya keburukan. Semua orang punya keburukan.


Lihat juga videonya disini

Ungkapan kesedihan Yusuf ini terkait dengan acara debat di sebuah televisi pada Selasa (11/10) malam soal Pilkada DKI Jakarta 2017. 

Dalam tayangan televisi tersebut, mantan Ketua Timses Ahok, Nusron Wahid, bicara lantang membela cagubnya. Di postingan sebelumnya, Yusuf mengingatkan agar Nusron Wahid tidak bersikap arogan terhadap ulama.

Yusuf mengatakan, saling meluruskan dan menasihati terkait suatu persoalan boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai saling bertikai, meledek, atau bahkan sampai merendahkan. Apalagi dalam sebuah acara televisi yang disaksikan banyak orang. Dia khawatir hal tersebut akan ditiru anak-anak muda.

Jangan sampe Beliau malah menghina dan merendahkan ulama, tanpa batas. Semua ulama jadinya. Dan itu berarti, ulama terdahulu, sampe ulama akhir zaman. 

Sedang, satu ulama saja, "beracun dagingnya". Maksudnya gimana? Jika kita gak suka, apalagi sampe merendahkan, membenci, ribut, sama ulama, maka kitalah yang terbunuh.


Kitalah yang sakit. Kitalah yang hancur. Kualat kalo bahasa gampangnya mah. Ini pelajaran tambahan lagi buat saya setelah liat rekaman ILC. Selain jadi ladang amal untuk berdoa, mendoakan, dan minta didoakan.

Terus terang, saya nangis. Ya Allah, selamatkan ummatnya Nabi ini. Yaaa Allah, tolonglah kami. Hilangkan semua penyebab kami menjadi gaduh ini.

Mungkin bagi Anda yang belum melihat bagaimana ngerinya Pak Nusron Wahid, silahkan klik di VIDEO ini. Video tersebut saat acara ILC semalam (Rabu, 11/10/2016) di Tv One. (yma)


Baca juga barita terkait :

No comments

Powered by Blogger.