Bersama Kami di Auliya Travel

Video Tgk Ahmad Dewi Dalam Syair, Sosok Ulama Muda Aceh, Pemberani yang Syahid Bela Agama


Mudhiatulfata.com - Sesuai dengan lirik lagu atau isi dari sya'ir dalam bahasa Aceh yang dibawakan sebuah grup santri, menjelaskan bahwa Tgk H Ahmad Dewi merupakan salah seorang ulama muda Aceh yang dikenal sebagai sosok yang berani dan kerap kali mengkritisi setiap kebijakan pemerintah bila yang tidak memihak kepada rakyat serta tidak sesuai dengan agama.

Tgk Ahmad Dewi tidak tahu lagi keberadaanya pada saat pemerintah menerapkan operasi militer di Aceh. Dikabarkan, Tgk Ahmad Dewi hilang atau diculik ketika hendak menjenguk kakak kandungnya yang dikabarkan ditangkap petugas pada Senin 23 Februari 1991 sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Dreng Batre II, Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.


Hingga kini jejak H Ahmad Dewi tidak diketahui dan pihak keluarga menganggap penceramah kondang ini sudah kembali menghadap Sang Khalik.
Setelah kesyahidannya gugur membela kebenaran, ketegasan islam dan marwah rakyat Aceh, maka hilangnya juga kabar keberadaan keluarganya karena telah hijrah keluar negeri.


Bagaimana kisah riwayat Beliau? Silahkan dengar lirik lagu dalam video berikut ini :


Kepulangan anak-anaknya ke Aceh tahun 2015 lalu

Setelah 21 tahun meninggalkan kampung halaman, dua putra dan seorang putri almarhum, Tgk H Ahmad Dewi, yang mengasingkan diri ke Mesir dan India, kini telah kembali ke kampung halamannya di Bantayan Idi Cut, Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, di tahun 2015 yang lalu.

Ketiganya yakni, H Fatahillah (26), Cut Fatimah Dewi (25), dan Abdul Aziz (23). Kepulangan tiga anak dari pasangan H Ahmad Dewi-Khairiyah ini disambut hangat oleh puluhan alumni Balai Tempat Menuntut (BTM) dan kakak kandung H Ahmad Dewi yakni Tgk Mukhsinullah (Abu Cek).

 
Mereka lalu dipeusijuek yang dipusatkan di Mushalla Dayah BTM di Bantayan Idi Cut (Senin, 27/8/2105). Usai penyambutan, Pimpinan Ponpes Darussa’adah Cabang Idi Cut, Tgk H Saiful Anwar di hadapan para alumni BTM Idi Cut meminta agar Dayah BTM yang sudah 21 tahun terbengkalai agar bisa segera diaktifkan kembali.

Dikatakannya, para orangtua di Idi Cut siap membantu dan mendoakan agar dayah milik almarhum H Ahmad Dewi ini diaktifkan kembali dibawah pimpinan H Fatahillah bersama dua saudara kandungnya. “Saya meminta seluruh alumni membantu H Fatahillah dan keluarga dalam membangun kembali Ponpes BTM yang dibangun oleh almarhum H Ahmad Dewi tahun 1970-an,” katanya.
H Fatahillah adalah anak pertama H Ahmad Dewi, mengaku bahwa ia pulang ke kampungnya hanya bertujuan untuk membangun dayah BTM.
“Semoga para ulama dan tokoh masyarakat di Aceh Timur akan mendukung kami,” tambahnya.

Setelah menamatkan SD di Lhokseumawe dan SMP serta SMA di Sumatera Utara, Fatahillah melanjutkan pendidikannya ke University Al-Azhar Mesir dan tahun 2011 berhasil menamatkan S-2 di India. “Kami insya Allah sangat mengharapkan doa dan dukungan dalam membangun kembali Dayah BTM ini,” kata Fatahillah singkat di sela-sela peusijuek. (yma)

No comments

Powered by Blogger.