Bersama Kami di Auliya Travel

FPI Aceh Sebutkan : Bintang Bulan Yang Dikibar di Jakarta Adalah Bendera Aceh & PA Tak Berhak Larang


Mudhiatulfata.net, Banda Aceh - Masih ingatkah Anda saat aksi bela Islam tanggal 4 November lalu, dimana peserta dari tim Aceh bersama FPI Aceh berani mengibarkan bendera Bintang Bulan di salah satu tempat di Jakarta sebagai konsekuensi kepada pemerintah apabila tidak menghukum dan memenjarakan Ahok maka rakyat Aceh kembali menuntut merdeka.
Spanduk bergambar bendera Aceh pun dibawa saat demo 4 November lalu di Jakarta
Persoalannya sekarang apabila pengibaran bendera tersebut dilarang pengibarannya oleh pihak-pihak yang ada di Aceh, terutama oleh Partai Aceh (PA), maka FPI Aceh menganggap mereka tidak berhak untuk melarangnya karena itu adalah haknya warga Aceh.

Berikut ini adalah pernyataan FPI Aceh, melalui Panglima Markas Besar Daerah (MADAR) LPI Aceh, Tgk Achmad Shanjy Ad-Daulty kepada tim mudhiatulfata.net tanggal 15 November 2016 menjelaskan, sebagai berikut :

Saat itu semua umat islam yang datang dari berbagai daerah ke Jakarta untuk membela agamanya yang telah dihina, dan mereka semua juga membawa atribut atau bendera-benderanya dari daerah dan kelompok-kelompoknya.

Sementara untuk kami sendiri yang datang dari Aceh, juga membawakan bendera Aceh yakni Bintang Bulan atau disebut bendera Alam Peudeung dan bendera tersebut hingga ada orang sebut sebagai bendera GAM.

Ketahuilah, bendera Bintang Bulan itu bukanlah bendera GAM atau bendera miliknya orang-orang yang ada dalam Partai Aceh (PA) sekarang, tapi  bendera itu sebenarnya adalah bendera perjuangan milik bangsa Aceh.

Jadi siapa saja bagi orang Aceh berhak untuk mengibarkannya dan bendera tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan Mualem atau Muzakkir Manaf yang memimpin Partai Aceh dan sebagai Wagub Aceh yang petahana / non aktif menjelang Pilkada.

Bendera itu pun bukan kepunyaan PA, dan kalau orang-orang dari partai Aceh mempermasalahkan, jumpai saja Panglima LPI Aceh, insya Allah saya siap untuk menjelaskannya.

Bendera Aceh itu adalah bendera perjuangan dahulu, jadi jangan kasih kepada orang kafir, mendingan biar kami saja yang kibarkan ke mesjid Jakarta sana oleh orang-orang islam.  
Seandainya kami kibarkan bendera PA, itu baru kami bersalah dan berurusan sama orang PA tapi kalau ini bukan bendera mereka melainkan bendera Aceh dan mreka tidak berhak untuk melarang kami.

Demikian penjelasan Tgk Achmad Shanjy, Panglima MADAR LPI Aceh. (yma)


7 comments

Mubarik Bir said...

Supaya bagah di ACC, tiang pih le nyang nganggur di depan kantor dprd

Mubarik Bir said...

Supaya bagah di ACC, tiang pih le nyang nganggur di depan kantor dprd

Yanda Mahyalil Aceh said...

Ya smoga

Halies D'AirPlay said...

Masalahnya bukan panglima LPI saja yg orang aceh, banyak orang aceh di dunia ini. Cuman tolong jangan bawa-bawa nama aceh beserta bendera aceh ke dalam kepentingan atau urusan pribadi FPI. Aceh bukan bagian dari FPI tolong digaris bawahi itu.

Yanda Mahyalil Aceh said...

ya betul, itulah mksudnya justru fpi mngingatkan bahwa agar partai2 yg ada di aceh jgn mnganggap bendera itu punya mreka..hehe

Maulana Maulidin said...

Aceh bukan bagian dari FPI. tapi FPI bagian dari Aceh
Perjuangan FPI juga perjuangan Aceh dan Indonesia untuk membebaskan NKRI dari perbudakan Komunis

Yanda Mahyalil Aceh said...

stuju bang

Powered by Blogger.