Bersama Kami di Auliya Travel

Kalau Membiarkan Ahok, Parpol Pendukung Bisa Dianggap Mendukung Penistaan Agama


Mudhiatulfata.net - Dari berbagai bukti sikapnya sebagai pejabat publik, sungguh ia telah membuktikan diri tidak pandai dalam menjaga kehormatannya. Omongannya juga terkadang suka masuk kedalam privasi yang bukan kewenangannya.

Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang tengah berkasus dugaan penistaan agama kian menjeratnya. Sebenarnya bisa menjadi cukup alasan bagi partai politik mencabut dukungan dari sang calon petahana di Pilkada Jakarta tersebut.

Demikian polemik yang menghangat ini ditanggapi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, kepada jurnalis, Jumat (11/11).

Menurut nya bahkan, parpol-parpol pendukung Ahok, yaitu Nasdem, Golkar, Hanura dan PDI Perjuangan, bisa ikut diperkarakan publik ke pengadilan. Mereka bisa dianggap melanggar Pancasila dan UUD terkait prinsip persatuan bangsa. Selain itu, mereka sesungguhnya telah melanggar AD/ART-nya sendiri.

“Ini (penisataan agama) melanggar UUD dan Pancasila. Selain itu, semua partai politik pendukung Ahok bisa dikatakan telah melanggar AD/ART mereka sendiri,” kata pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, kepada wartawan, Jumat (11/11).

Dia menantang parpol-parpol mempublikasikan AD/ART mereka. Di sana pasti tertulis kewajiban menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Selain itu kewajiban menjaga nilai-nilai luhur Pancasila.

“Pertanyaannya, nilai luhur Pancasila yang mana yang ditunjukkan Ahok?” ujar Margarito.

Dia tegaskan, dukungan politik kepada terduga penista agama sama saja membenarkan tindakan penistaan agama. Kalau demikian, partai telah melanggar Konstitusi dan Pancasila. Konsekuensi paling drastis adalah partai tersebut bisa dibubarkan.

“Yah, kalau partai politik tetap mendukung dan tidak berkomentar apapun terkait penistaan agama, sama saja mereka sendiri mengamini atau mendukung penistaan agama. Ini bahaya, bukan hanya untuk partai politik tersebut tapi buat negara,” tegasnya. (yma)


No comments

Powered by Blogger.